Rabu, 19 Des 2018
  • Home
  • Pojok
  • Residivis Kasus Pencabulan Dituntut 10 Tahun Penjara

Residivis Kasus Pencabulan Dituntut 10 Tahun Penjara

Oleh: alex
Jumat, 12 Jan 2018 04:42
BAGIKAN:
istimewa.
Cabul.
AMBON (EKSPOSnews): Rusli Masud alias Abang Nyong (62), residivis kasus pencabulan di Pulau Banda, Kabupaten Maluku Tengah kembali dituntut jaksa penuntut umum Kacabjari Ambon di Banda Naira selama 10 tahun penjara.

"Kami minta majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan kekerasan dan memaksa perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur," kata JPU Geo Dwi Novrian di Ambon, Kamis 11 Januari 2018.

Tuntutan jaksa disampaikan dalam persidangan dipimpin ketua majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon, Mathius.

Perbuatan terdakwa diancam melanggar pasal 82 ayat (1) juncto pasal 76 huruf E Undang-Undang RI nomor 35 thun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 10 tahun, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahahan dengan perintah yang bersangkutan tetap ditahan," kata Jaksa dalam surat tuntutannya.

Yang memberatkan terdakwa dituntut penjara karena perbuatannya telah menimbulkan trauma bagi saksi korban maupun rasa malu bagi keluarga, dan terdakwa sudah pernah divonis delapan tahun penjara dalam perkara yang sama.

Sedangkan yang meringankan terdakwa adalah berlaku sopan dan menyesali perbuatannya.

Perbuatan cabul yang dilakukan terdakwa terhadap korban terjadi pada Rabu, (16/8) 2017 sekitar pukul 15.00 WIT, bertempat di hutan Lakui, Desa Lonthor tepatnya di blok kebun pala milik Oksen Ali.

Ketika itu terdakwa melambaikan tangan terhadap korban di rumahnya untuk mengikuti terdakwa ke dalam hutan lalu menyuruh korban menurunkan celana panjangnya sampai di bagian lutut serta membuka baju kaos.

"Saat terdakwa menindih korban, saksi Polan Mudjid melihat peristiwa itu dan sempat berteriak tetapi terdakwa langsung melarikan diri," kata jaksa.

Terdakwa juga sempat mengajak korban untuk menikah, tetapi dia tidak mengetahui saat itu korban baru berusia 17 tahun dan tidak terdapat perkawinan bawah umur di Desa Lonthor.

Majelis hakim menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda mendengarkan pembelaan penasihat hukum terdakwa, Djidon Batmomolin.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 4 minggu lalu

    Duta Graha Indah Dituntut Bayar Rp189,732 miliar

    JAKARTA (EKSPOSnews): PT Duta Graha Indah (DGI) yang telah berubah nama menjadi PT Nusa Konstruksi Enjineering (NKE) dituntut membayar total Rp189,732 miliar karena dinilai terbukti melakukan korupsi

  • 2 bulan lalu

    Pendeta Cabul Dituntut 10 Tahun Penjara

    AMBON (EKSPOSnews): Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Maluku Ester Wattimury menuntut Alexander Kapressy (47) seorang pendeta terdakwa pencabulan secara berlanjut serta persetubuhan terhadap bocah

  • 10 bulan lalu

    Politisi PKS Dituntut 10 Tahun Penjara

    JAKARTA (EKSPOSnews): Mantan Wakil Ketua Komisi V DPR dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera Yudi Widiana Adia dituntut 10 tahun penjara ditambah denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan karena mener

  • 11 bulan lalu

    2 Penyuap Mantan Bupati Batubara Dituntut 3 Tahun Penjara

    MEDAN (EKSPOSnews): Dua terdakwa rekanan Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar dituntut masing-masing tiga tahun penjara, di Pengadilan Tipikor Medan, karena menyuap Bupati Batubara Nonaktif OK Arya Z

  • 11 bulan lalu

    Terdakwa Pedhopilia Dituntut 14 tahun penjara

    AMBON (EKSPOSnews): Jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Kejaksaan Negeri Buru menuntut Mislan Slamet (35) selaku terdakwa pedhopilia selama 14 tahun penjara karena menyetubuhi seorang bocah selama 15

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99