Selasa, 20 Nov 2018
  • Home
  • Pojok
  • Ratusan Warga Minta Kepala Desanya yang Selingkuh Dipecat

Ratusan Warga Minta Kepala Desanya yang Selingkuh Dipecat

Oleh: Jallus
Jumat, 05 Jan 2018 04:31
BAGIKAN:
istimewa.
Selingkuh.
LAMPUNG TIMUR (EKSPOSnews): Ratusan Warga Desa Braja Gemilang di Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung berdemonstrasi dam berorasi menuntut kepala desanya dicopot dari jabatanya karena alasan dugaan kasus perselingkuhan.

Ratusan warga Desa Braja Gemilang ini berdemonstrasi dan berorasi di balai desa setempat,  meminta Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim mencopot Lasito dari jabatanya sebagai Kepala Desa Braja Gemilang.

"Kami menuntut kades Lasito dicopot dari jabatanya karena tidak menghargai kaum wanita," kata seorang pendemo di atas sebuah mobil bak terbuka yang disambut teriakan ratusan pendemo, Kamis 4 Januari 2018.

Menurut orator demo ini, Kades Lasito telah mencoreng nama baik Desa Braja Gemilang karena berselingkuh dengan warganya sehingga warga menolak Kades Lasito memimpin desanya.

"Kami tidak mau dipimpin oleh kades yang telah mencoreng nama baik desa kami karena perbuatannya, kami bukan benci Lasito tapi kami benci perbuatannya " kata orator demo lainnya.

Demo warga ini berlangsung damai dan mendapat pengawalan ketat dari kepolisian Polres Lampung Timur.

Lasito merupakan kades petahana yang terpilih dalam pilkades di desanya. Pada Senin (4/12) lalu sebanyak 112 desa di Kabupaten Lampung Timur menggelar pemilihan kepala desa (pilkades) serentak.

Lasito bersama 111 kades tepilih dilantik Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim pada Jumat (30/12).

Informasi yang dihimpun aksi demontrasi warga Desa Braja Gemilang ini dilatarbelakangi tertangkapnya Lasito oleh warganya saat tengah berada di rumah seorang wanita yang berstatus janda yang juga merupakan warganya pada Kamis (14/12) malam.

Warga menuduh Lasito berselingkuh karena statusnya telah beristri. Karena kasusnya ini sejumlah warga pun menolak Kades Lasito memimpin desanya.

Terpisah, Asisten I Bidang Pemerintahan Pemkab Lampung Timur Tarmizi mengatakan Pemkab sifatnya menampung tuntutan pendemo.

Ia memjelaskan Pemkab Lampung Timur tetap melantik Lasito karena ada peraturan yang mengatur pemilihan kepala desa, sementara pengangkatan dan pemberhentian kepala desa tidak mengatur tentang kasus perselingkuhan sehingga tidak ada alasan Pemkab tidak melantiknya.

"Karena di aturan itu tidak ada yang mengatur tentang perselingkuhan, karena itu bupati tetap melantiknya," kata Tarmizi.

Namun, menurut dia, Pemkab Lampung Timur akan meninjau kembali status jabatan Lasito jika polisi memproses hukum kasus Lasito.

"Jika kepolisian mengatakan tidak bisa ditindaklanjuti maka secara hukum tetap sah tapi nanti kita lihat dari kepolisian," ujarnya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • satu minggu lalu

    Tak Ada Warga Sumbar Tolak Pembangunan Jalan Tol Padangpariaman-Pekanbaru

    PADANG (EKSPOSnews): Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menegaskan bahwa tidak ada warga yang menolak pembangunan Jalan Tol Padangpariaman-Pekanbaru di provinsi itu, hanya tuntutan ganti kerugian

  • 3 minggu lalu

    Warga Suku Kamoro yang Pertama Jadi Doktor

    Situasi getir, sulit dan keras di masa kecil, mengubah jalan hidup seorang Leonardus Tumuka.Leo, demikian sapaan akbrabnya, lahir di Kampung Koperapoka, Mimika, Papua, 20 Juli 1984, merupakan warga Su

  • 4 minggu lalu

    Mengajari Warga Membuat Kolam Terpal

    BONDOWOSO (EKSPOSnews): Selama berada di lokasi TMMD, Satgas diwajibkan untuk bisa mewujudkan masyarakat yang cerdas dan mandiri melalui bervagai cara.Bahkan, minimnya budidaya ikan di Desa Solor, Kab

  • satu bulan lalu

    15 Warga Arab Saudi Diduga Terlibat Menghilangkan Wartawan

    ISTAMBUL (EKSPOSnews): Surat kabar propemerintah Turki Sabah melaporkan pada Rabu, pihaknya telah mengidentifikasi tim intelejen beranggota 15 orang yang dikatakannya terlibat dalam penghilangan warta

  • satu bulan lalu

    Ratusan Warga Jawa Tengah Terkena Penyakit Jiwa

    SEMARANG (EKSPOSnews): Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menyebutkan ratusan warga yang tersebar di 35 kabupaten/kota mengalami gangguan jiwa, bahkan harus dipasung oleh keluarganya."Berdasarkan da

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99