Sabtu, 18 Nov 2017

Prostitusi Online di Surabaya

Oleh: marsot.
Kamis, 14 Sep 2017 03:40
BAGIKAN:
istimewa.
Korban prostitusi (ilustrasi).
SURABAYA (EKSPOSnews): Polda Jawa Timur berhasil mengungkap tindak pidana perdagangan manusia atau prostitusi dalam jaringan (daring/online) dengan korban pelajar berusia belasan tahun.

Kanit 1 Renata Krimsus Polda Jatim Kompol Yasinta Mau di Surabaya, Rabu, menjelaskan pengungkapan prostitusi daring dengan korban remaja itu setelah pihaknya membekuk perempuan berinisial AS (19) warga Tambaksari Surabaya dan mengembangkan kasus tersebut hingga PFA (23) mahasiswi, warga Jojoran Kota Surabaya yang bertindak sebagai mucikari tertangkap.

"Pada tanggal 30 kami telah berhasil menangkap tersangka berinisial AS. Yang bersangkutan menawarkan para korban kepada lelaki hidung belang melalui media Line atau Whatsapp," ujarnya, Rabu 13 September 2017.

Dalam penyidikan, diperoleh keterangan dari tersangka AS bahwa ada delapan kelompok di Surabaya khususnya dengan korban anak-anak. "Dari tersangka AS, petugas melakukan pengembangan, hingga akhirnya pada tanggal 4 September dilakukan penangkapan kepada tersangka kedua berinisial PFA," ujarnya.

Dari kedua tersangka, setelah pengembangan AS memiliki anak buah dua orang anak yang berusia 14 dan 16 tahun. Dari tersangka PFA memiliki anak buah sekitar tujuh anak bervariasi antara 14 tahun sampai 20 tahun. 20 tahun klasifikasi dewasa, tapi hanya satu orang yang berusia 20 tahun.

Yasinta menjelaskan, modus yang dipakai tersangka ialah saat lelaki hidung belang ingin memesan korban, mereka bisa masuk di Line atau Whatsapp. Di sana, lanjut Yasinta, mereka akan mengunggah nama dan foto calon korban.

Yasinta menambahkan, tarif yang dipatok keduanya antara Rp1 juta sampai Rp1,5 juta. Tersangka akan mengambil Rp200 ribu sementara sisanya diberikan kepada korban. "Nanti disepakati janjian di suatu tempat dan di suatu tempat itulah transaksi dilakukan," ujarnya.

Dari penangkapan pelaku PFA, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa lembar kuitansi hotel nomor 3406 atas nama HD, lembar kuitansi hotel nomor 3407 juga anatas nama HD, uang tunai sebesar Rp1 juta, dan telepon genggam.

Atas perbuatannya itu, kedua pelaku dijerat pasal 88 UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak atau pasal 2 UU RI No 21 tahun 2007 tentang penghapusan tindak pidana perdagangan orang (PTTPO).


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    Pengguna Layanan Data di Surabaya Melonjak

    SURABAYA (EKSPOSnews): Pengguna layanan data seluler sejumlah operator di wilayah Jawa Timur mengalami pertumbuhan secara signifikan, karena dipicu gaya hidup pelanggan milenial yang lebih fokus ke la

  • 4 bulan lalu

    Wings Air Buka Rute Surabaya-Jember

    JAKARTA (EKSPOSnews): Salah satu maskapai Lion Air Group yang beroperasi di Bandara Internasional Juanda yaitu Wings Air kembali mengembangkan jaringan konektivitas rute penerbangannya, yaitu membuka

  • 5 bulan lalu

    Oknum Satpol PP di Surabaya Cabuli Anak Dibawah Umur

    SURABAYA (EKSPOSnews): Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya menangkap oknum petugas Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Kota Surabaya yang diduga mencabuli seorang gadis di bawah umur.

  • 5 bulan lalu

    AKBP Leonard Sinambela jadi Kasatreskrim Polrestabes Surabaya

    SURABAYA (EKSPOSnews): Ajun Komisaris Besar Polisi Leonard Sinambela akan menempati jabatan barunya sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya menggantik

  • 6 bulan lalu

    Menjaring Pasangan Mesum di Surabaya

    SURABAYA (EKSPOSnews): Kepolisian Resor Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menjaring 21 pasangan yang diduga mesum dari sejumlah hotel di kawasan Kenjeran, Surabaya, dalam operasi cipta kondisi yang dig

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99