Rabu, 16 Jan 2019

Prostitusi Dikalangan Model

Oleh: marsot
Rabu, 19 Des 2018 04:21
BAGIKAN:
istimewa.
Prostitusi.
SURABAYA (EKSPOSnews): Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya mengungkap kasus prostitusi yang dikelola oleh seorang penghobi fotografi dengan menjual perempuan-perempuan berprofesi sebagai model.

Kepala Unit Reserse Mobil Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya Inspektur Polisi Satu Bima Sakti menyebut para perempuan yang diperdagangkan sebagai korban.

"Jumlah korban ada banyak. Mereka adalah model 'freelance' atau paruh waktu yang biasa berpose untuk komunitas penghobi fotografi," katanya, sambil menunjukkan foto-foto korban yang dicetak dalam beberapa lembar kertas saat jumpa pers di Surabaya, Selasa 19 Desember 2018.

Dia menjelaskan para model "freelance" yang rata-rata berusia 20-an tahun tersebut ditawarkan dengan menampilkan foto-fotonya secara "online" atau dalam jarigan (daring) melalui media sosial "Instagram".

Seorang model dibandrol seharga Rp1,5 juta untuk kencan singkat atau "short time", serta Rp2 juta untuk "long time". Harga itu di luar kamar hotel, yang dibayar terpisah oleh tamunya sendiri.

"Mucikarinya adalah seorang penghobi fotografi berinisial BR, yang berdomisili di Madiun, Jawa Timur," ucap Bima.

Kepada penyidik polisi, BR mengaku mengambil keuntungan sebesar Rp500 ribu dari setiap korbannya.

Bima mengungkapkan, pelaku BR mengelola bisnis ini secara daring dari tempat asalnya di Madiun. Sedangkan para model yang menjadi korbannya berdomisili di berbagai daerah, seperti Surabaya, Malang, Jakarta dan Semarang.

"Dengan begitu, pelaku BR dari Madiun bisa menawarkan ke setiap lelaki di berbagai daerah. Kalau penawarannya cocok, dia tinggal menghubungi model asal daerah setempat untuk mendatangi tamunya di hotel yang telah ditentukan," ujarnya.

Pembayarannya Rp500 ribu sebagai uang muka ditransfer melalui sebuah bank atas nama pelaku BR. Sisanya diserahkan langsung kepada korban usai kencan.

BR telah ditetapkan sebagai tersangka. Dia dijerat Pasal 2 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang, serta Pasal 506 dan 296 Kitab Undang-undang Hukum Pidana, dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • kemarin

    Prostitusi Daring Makin Marak

    MADIUN (EKSPOSnews): Petugas Polres Madiun Kota, Jawa Timur, berhasil membongkar praktik prostitusi dalam jaringan atau "online" di wilayah hukumnya yang melibatkan gadis di bawah umur.Kepala Unit Tin

  • 4 hari lalu

    Artis Terlibat Prostitusi. Siapa Saja Mereka?

    SURABAYA (EKSPOSnews): Kepolisian Daerah Jawa Timur mengungkap enam nama artis dari 45 artis yang diduga terlibat pelacuran daring dan dikendalikan oleh dua tersangka germo berinisial ES dan TN.Kabid

  • 7 hari lalu

    Nafa Urbach Prihatin kepada Artis Tersangkut Prostitusi

    MAGELANG (EKSPOSnews): Artis ibu kota asal Magelang Nafa Urbach merasa prihatin kejadian artis terjerat kasus prostitusi online (daring) yang menjadi viral akhir-akhir ini."Secara pribadi saya menolak

  • satu bulan lalu

    Prostitusi Daring di Cirebon

    CIREBON (EKSPOSnews): Satuan Reserse Kriminal Polresta Cirebon, Jawa Barat, berhasil mengungkap kasus prostitusi daring (online) dengan mengamankan seorang mucikari."Kita amankan ME (32) mucikari yang

  • 2 bulan lalu

    Usut Kasus Prostitusi di Apartemen Green Pramuka City

    JAKARTA (EKSPOSnews): Massa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Mahasiswa Anti Mafia (APMAM) menuntut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengusut tuntas maraknya kasus prostitusi di Apartemen Green

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99