Rabu, 18 Jul 2018

Pornografi Rusak Otak Anak

Oleh: marsot
Sabtu, 17 Mar 2018 08:33
BAGIKAN:
istimewa.
Pornografi (ilustrasi).
JAKARTA (EKSPOSnews): Pornografi bisa merusak otak anak yang dapat menyebabkan perubahan kepribadian, gangguan emosi, dan kerusakan moral, kata seorang pejabat kementerian.

"Ada perbedaan struktur otak anak yang sudah adiksi dengan pornografi, dengan yang tidak," kata Asisten Deputi Perlindungan Anak dalam Situasi Darurat dan Pornografi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Valentina Ginting di kantor Kementerian PPPA Jakarta, Jumat 16 Maret 2018.

Dalam penelitian KPPPA bekerja sama dengan Yayasan Buah Hati tentang kerusakan otak anak tersebut menggunakan alat "Magnetic Resonance Imaging" (MRI) untuk memperlihatkan gambaran perbedaan itu.

Otak yang mengalami kerusakan itu adalah salah satu bagian dari otak depan yang disebut Pre Frontal Cortex (PFC).

"Pre Frontal Cortex ini akan menciut dengan tersebarnya dopamin yang menutupi otak itu dan mengecil," kata Valentina.

Penjelasan singkatnya, ketika seorang anak yang sudah sering, atau bahkan adiksi melihat konten pornografi otak akan memproduksi zat kimia otak yang bernama dopamin.Zat dopamin ini memberikan rasa senang, penasaran, dan kecanduan. Dopamin merupakan zat kimia yang juga bisa aktif saat seseorang mengonsumsi narkotika.

PFC adalah pusat kendali manusia yang memengaruhi untuk menentukan pilihan, menilai baik dan buruk, norma, dan moral.

Ketika Pre Frontal Cortex rusak dampaknya bisa mengubah kepribadian seseorang, tidak bisa menilai mana baik dan buruk, bahkan tidak mengenali norma-norma.

Akan tetapi kerusakan PFC ini tidak berpengaruh pada intelegensi anak. "Dia masih tetap bisa berprestasi di sekolah, berprestasi di kantor," kata dia.

Namun Valentina membedakan antara anak yang baru terpapar konten pornografi dengan anak yang sudah adiksi terhadap pornografi.

Dia menyebutkan anak bisa disebutkan teradiksi dengan pornografi bila dia sudah pernah terpapar konten pornografi lebih dari 20-30 kali. Adiksi terhadap pornografi ini disebut dengan Narkotika Lewat Mata atau Narkolema. 

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 minggu lalu

    Polda Metro Jaya Ungkap Produsen Film Pornografi

    JAKARTA (EKSPOSnews): Petugas Polda Metro Jaya mengungkap produsen film pornografi melalui media sosial dan grup percakapan telepon seluler "Official Loly Candy" yang merupakan jaringan pedofilia atau

  • 4 minggu lalu

    Mabes Polri Pastikan Kasus Chad Pornografi Habib Rizieq Sudah SP3

    JAKARTA (EKSPOSnews): Mabes Polri memastikan Polda Metro Jaya menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) dugaan kasus percakapan berkonten pornografi yang menyeret pimpinan Front Pembela

  • 8 bulan lalu

    Kekerasan Seksual Didorong Pornografi

    JAKARTA (EKSPOSnews): Hasil penelitian Kementerian Sosial tentang kekerasan seksual anak terhadap anak menunjukan bahwa 41 persen kekerasan seksual terjadi karena terpapar pornografi."Jadi kekerasan s

  • 12 bulan lalu

    Polisi Minta Pelaku Pornografi Serahkan Diri

    PAMEKASAN (EKSPOSnews): Aparat Polres Pamekasan, Jawa Timur, meminta seorang perempuan berinisial AD yang menjadi pelaku pornografi menyerahkan diri."Kami minta yang bersangkutan sebaiknya menyerahkan

  • tahun lalu

    Penetapan Tersangka Pornografi kepada Habib Rizieq Sesuai Prosedur

    JAKARTA (EKSPOSnews): Penyidik Polda Metro Jaya memastikan penetapan tersangka dugaan penyebaran percakapan dan foto berkonten pornografi terhadap pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab tela

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99