Selasa, 22 Jan 2019
  • Home
  • Pojok
  • Polisi Tetapkan Perawat National Hospital Surabaya Tersangka Pencabulan

Polisi Tetapkan Perawat National Hospital Surabaya Tersangka Pencabulan

Oleh: alex
Sabtu, 27 Jan 2018 20:14
BAGIKAN:
istimewa.
Pencabulan (ilustrasi).
SURABAYA (EKSPOSnews): Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya menetapkan perawat berinisial Jun sebagai tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap seorang pasien di National Hospital Surabaya.

Pria berusia 30 tahun, warga Bebekan Jagalan, Sidoarjo, Jawa Timur, itu ditetapkan tersangka setelah polisi melakukan gelar perkara.

"Hasil gelar perkara yang kami lakukan tadi malam telah menemukan unsur pidana. Sehingga kami langsung menetapkannya sebagai tersangka," ujar Kepala Polrestabes Surabaya Komisaris Besar Polisi Rudi Setiawan dalam jumpa pers di Surabaya, Sabtu 27 Januari 2018.

Dia menjelaskan gelar perkara dilakukan setelah polisi melakukan pemeriksaan intensif terhadap Jun sejak Jumat (26/1) pagi.

"Ini adalah prosedur yang harus kami lalui. Kami lakukan gelar perkara terlebih dahulu sebelum menetapkan status tersangka," katanya.

Rudi menjelaskan, dalam gelar perkara tersebut, polisi telah mengantongi dua alat bukti.

"Sesuai dengan Standar Operasional Prosedur, sebagaimana diatur dalam KUHAP, kami boleh menetapkan tersangka jika mengantongi minimal dua alat bukti," ujarnya.

Dia mengatakan, dua alat bukti yang telah dikantongi polisi dalam perkara ini, salah satunya adalah tayangan video.

Tayangan video tersebut menayangkan korban pasien berinisial W, warga Jalan Darmo Indah Timur Surabaya, yang sambil menangis menuduh perawat Jun telah melakukan pelecehan seksual saat dalam kondisi terbius usai menjalani operasi.

Dalam tayangan video yang menjadi viral di media sosial itu, Jun sebagai tertuduh tampak mengakui perbuatannya dan telah meminta maaf kepada korban beserta seluruh pihak keluarganya yang saat itu terlihat mendampigi di Rumah Sakit National Hospital.

"Keterangan tersangka kepada penyidik juga mengakui peristiwa sebagaimana yang dituduhkan korban dalam tayangan video itu memang benar terjadi. Tersangka mengaku melakukan tindakan itu saat korban masih dalam pengaruh obat bius di ruang 'recovery' National Hospital," ujar Rudi.

Alat bukti lainnya yang telah dikantongi polisi, lanjut dia, adalah keterangan dari salah seorang saksi.

Dia menambahkan, hari Selasa (30/1), penyidik Polrestabes Surabaya masih mengagendakan pemeriksaan saksi-saksi yang didatangkan dari Rumah Sakit National Hospital Surabaya.

"Tentu kami masih akan mencari alat bukti lainnya demi memperkuat pemberkasan agar dapat disidangkan ke pengadilan," katanya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 7 jam lalu

    Polisi Gagalkan Penyelundupan Sabu Asal Malaysia

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Polres Rokan Hilir, Provinsi Riau, menggagalkan penyelundupan 15 paket sabu seberat 15 kg yang terbungkus dalam teh hijau aksara China asal negeri jiran, Malaysia."Total 15 bun

  • 4 hari lalu

    Polisi Tangkap Germo Artis

    SURABAYA (EKSPOSnews): Kepolisian Daerah Jawa Timur kembali menangkap dan menetapkan seorang tersangka germo berinisial W yang sebelumnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus pelacuran

  • 2 minggu lalu

    Polisi Cari Pelaku Teror Pimpinan KPK

    JAKARTA (EKSPOSnews): Polisi mencari pelaku teror bom palsu di kediaman Ketua KPK Agus Rahardjo pada Rabu (9/1) pagi dengan sidik jari yang ditemukan di bom palsu tersebut."Dari Inafis coba akan menda

  • 4 minggu lalu

    33 Anggota Polisi Dipecat

    BANDARLAMPUNG (EKSPOSnews): Kapolda Lampung Irjen Pol Purwadi Arianto mengatakan selama 2018, sebanyak 33 anggota polisi di Lampung dikenakan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) alias dipe

  • satu bulan lalu

    Tim Bentukan Pemkab Nduga Tak Dikawal Polisi dan TNI

    WAMENA (EKSPOSnews):Aparat kepolisian dan TNI mempersilahkan tim bentukan Pemerintah Kabupaten Nduga, Papua, bekerja di lapangan yakni di lokasi pembunuhan para pekerja konstruksi di Distrik Yall, tan

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99