Rabu, 21 Feb 2018
  • Home
  • Pojok
  • Polisi Tetapkan Perawat National Hospital Surabaya Tersangka Pencabulan

Polisi Tetapkan Perawat National Hospital Surabaya Tersangka Pencabulan

Oleh: alex
Sabtu, 27 Jan 2018 20:14
BAGIKAN:
istimewa.
Pencabulan (ilustrasi).
SURABAYA (EKSPOSnews): Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya menetapkan perawat berinisial Jun sebagai tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap seorang pasien di National Hospital Surabaya.

Pria berusia 30 tahun, warga Bebekan Jagalan, Sidoarjo, Jawa Timur, itu ditetapkan tersangka setelah polisi melakukan gelar perkara.

"Hasil gelar perkara yang kami lakukan tadi malam telah menemukan unsur pidana. Sehingga kami langsung menetapkannya sebagai tersangka," ujar Kepala Polrestabes Surabaya Komisaris Besar Polisi Rudi Setiawan dalam jumpa pers di Surabaya, Sabtu 27 Januari 2018.

Dia menjelaskan gelar perkara dilakukan setelah polisi melakukan pemeriksaan intensif terhadap Jun sejak Jumat (26/1) pagi.

"Ini adalah prosedur yang harus kami lalui. Kami lakukan gelar perkara terlebih dahulu sebelum menetapkan status tersangka," katanya.

Rudi menjelaskan, dalam gelar perkara tersebut, polisi telah mengantongi dua alat bukti.

"Sesuai dengan Standar Operasional Prosedur, sebagaimana diatur dalam KUHAP, kami boleh menetapkan tersangka jika mengantongi minimal dua alat bukti," ujarnya.

Dia mengatakan, dua alat bukti yang telah dikantongi polisi dalam perkara ini, salah satunya adalah tayangan video.

Tayangan video tersebut menayangkan korban pasien berinisial W, warga Jalan Darmo Indah Timur Surabaya, yang sambil menangis menuduh perawat Jun telah melakukan pelecehan seksual saat dalam kondisi terbius usai menjalani operasi.

Dalam tayangan video yang menjadi viral di media sosial itu, Jun sebagai tertuduh tampak mengakui perbuatannya dan telah meminta maaf kepada korban beserta seluruh pihak keluarganya yang saat itu terlihat mendampigi di Rumah Sakit National Hospital.

"Keterangan tersangka kepada penyidik juga mengakui peristiwa sebagaimana yang dituduhkan korban dalam tayangan video itu memang benar terjadi. Tersangka mengaku melakukan tindakan itu saat korban masih dalam pengaruh obat bius di ruang 'recovery' National Hospital," ujar Rudi.

Alat bukti lainnya yang telah dikantongi polisi, lanjut dia, adalah keterangan dari salah seorang saksi.

Dia menambahkan, hari Selasa (30/1), penyidik Polrestabes Surabaya masih mengagendakan pemeriksaan saksi-saksi yang didatangkan dari Rumah Sakit National Hospital Surabaya.

"Tentu kami masih akan mencari alat bukti lainnya demi memperkuat pemberkasan agar dapat disidangkan ke pengadilan," katanya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • satu minggu lalu

    Polisi Tewas Didor Pencuri

    JAMBI (EKSPOSnews): Seorang anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Jelutung, Kota Jambi, Selasa dini hari pukul 01.30 WIB tewas ditembak pelaku kejahatan pencurian sepeda motor atau curanmor saat dilakuka

  • satu minggu lalu

    Polisi Bongkar Produksi Rokok Palsu

    JAKARTA (EKSPOSnews): Polsek Metro Setiabudi, Jakarta Selatan membongkar produksi rokok palsu merk "Dji Sam Soe" yang dilakukan Tan Han Ging alias Gino (48).Tersangka memproduksi rokok palsu sejak Jun

  • 2 minggu lalu

    Sandiaga Uno Dipanggil Polisi Lagi

    JAKARTA (EKSPOSnews): Penyidik Polda Metro Jaya memanggil kembali Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno guna dimintai keterangan lanjutan terkait dugaan penggelapan dan penipuan lahan tanah di Curug

  • 2 minggu lalu

    Polisi OTT Jaksa di Surabaya

    SURABAYA (EKSPOSnews): Polda Jawa Timur membenarkan adanya operasi tangkap tangan (OTT) terhadap oknum jaksa fungsional Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim terkait dugaan kasus pemerasan terhadap petugas

  • 3 minggu lalu

    Polisi Amankan Gula Rafinasi

    CILACAP (EKSPOSnews): Tim Halilintar Wijayakusuma Kepolisian Resor Cilacap, Jawa Tengah, mengamankan 20 ton gula rafinasi yang tidak dilengkapi dengan dokumen pendukung, kata Kepala Polres Cilacap Aju

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99