Sabtu, 22 Sep 2018
  • Home
  • Pojok
  • Polisi Tangkap Pasangan Penyebar Vidio Porno

Polisi Tangkap Pasangan Penyebar Vidio Porno

Oleh: marsot
Rabu, 27 Jun 2018 04:17
BAGIKAN:
istimewa.
Porno (ilustrasi).
LHOKSEUMAWE (EKSPOSnews): Jajaran Polres Lhokseumawe, Provinsi Aceh, menangkap pasangan yang menyebarluaskan video porno hasil perbuatan zina mereka.

Kapolres Lhokseumawe melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruwu di Lhokseumawe, mengatakan, pihaknya menangkap pasangan zina sekaligus pemeran rekaman video porno pada Senin (25/6) di wilayah Aceh Utara.

Masing-masing pelaku yang sudah berkeluarga itu adalah berinisial IS (32) warga Kecamatan Sawang dan pelaku wanita berinisial FT (28) wargga Kecamatan Muara Batu.

Lanjutnya, kedua pelaku sudah beberapa kali berhubungan intim dan ikut merekam aksinya. Kedua pelaku juga memalsukan indentitas dan melakukan perkawinan siri bahkan pernah tinggal bersama beberapa waktu.

Sebut Kasat, penangkapan terhadap kedua pelaku berdasarkan laporan suami dari pelaku wanita kepada polisi. Menurut keterangan pelapor, dirinya dihubungi oleh terlapor (pelaku pria) melalui whatshapp, yang menjelaskan bahwa isterinya telah berhubungan badan dengan orang lain.

"Selain memberitahu perselingkuhan FT kepada suaminya. Pelaku pria juga mengirimkan foto dan video vulgar/tidak senonoh kepada suami FT, dengan harapan agar suaminya membenci isterinya. Karena merasa dirugikan dan juga malu, suami FT melaporkan hal tersebut kepada polisi," ungkap AKP Budi Nasuha, Selasa 26 Juni 2018.

Sambungnya, menindaklanjuti laporan tersebut, pihakya langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku dan mengamankan sejumlah barang bukti antara lain, 1 unit HP, 1 lembar Surat Keterangan Nikah dan 1 lembar handuk warna merah.

Sedangkan tindak perbuatan pelaku dianggap melanggar dua aturan hukum yang berlaku, yakni melanggar Pasal 33 ayat 1, ayat 2 dari Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat dan juga dianggap melanggar UU ITE No.19 Tahun 2016 sebagaimana perubahan Pasal No.8 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik.

"Untuk ancaman hukuman jinayat adalah cambuk dimuka umum karena melakukan perzinahan. Sedangkan untuk ancaman hukuman kurungan penjara adalah karena melanggar UU ITE No.19 tahun 2016," terang Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 7 jam lalu

    Polisi Bawa Sabu-Sabu 1 Kilogram

    PALU (EKSPOSnews): Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah menangkap oknum polisi pembawa narkotika jenis sabu-sabu sekitar satu kilogram, Kamis (20/9). Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Hery Murwono, saat dih

  • 14 jam lalu

    Polisi Tangkap Pembobol ATM

    JAMBI (EKSPOSnews): Anggota Reskrim Polsek Kotabaru Kota Jambi menangkap seorang residivis pelaku pembobol uang nasabah di mesin Anjungan Tunai Mandiri dengan modus menganjal kartu ATM dan menggantika

  • 2 minggu lalu

    Polisi Tembak Nelayan Asal Sumatera Utara

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Satuan Polisi Perairan Kepolisian Resor Rokan Hilir menembak mati seorang nelayan asal Provinsi Sumatera Utara yang diduga mencuri ikan atau "illegal fishing" di wilayah pesisi

  • 2 minggu lalu

    Polisi Bongkar Sindikat Pencuri Alat Berat

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Riau menangkap tiga tersangka sindikat perampok peralatan elektronik alat berat, dengan salah satu di antaranya dilumpuhkan d

  • 2 minggu lalu

    Polisi OTT Kepala SMK 2 Solok

    SOLOK (EKSPOSnews): Kepolisian Resor Solok Kota, Sumatera Barat melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Kepala SMKN 2 Solok berinisial AH (57) atas dugaan pungutan liar yang dilakukan terhadap

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99