Kamis, 16 Agu 2018
  • Home
  • Pojok
  • Polisi Jemput Paksa Pelaku Pelecehan di Rumah Sakit

Polisi Jemput Paksa Pelaku Pelecehan di Rumah Sakit

Oleh: alex
Sabtu, 27 Jan 2018 06:34
BAGIKAN:
istimewa.
Pelecehan seks.
SURABAYA (EKSPOSnews): Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya harus menjemput paksa terduga pelaku pelecehan seksual berinisial Jun untuk dilakukan pemeriksaan sebagai saksi.

Kepala Polrestabes Surabaya Komisaris Besar Polisi Rudi Setiawan kepada wartawan di Surabaya,  mengatakan pemuda berusia 30 tahun, warga Jalan Bebekan Jagalan, Sidoarjo, Jawa Timur, itu sempat menghilang dari rumahnya, setelah secara resmi pada Kamis (25/1) kemarin dilaporkan oleh pasien National Hospital Surabaya berinisial W atas dugaan kasus pelecehan seksual.

"Subuh tadi kami temukan pelaku, yang ternyata menginap di sebuah kamar hotel di Surabaya, dan langsung kami jemput paksa untuk dilakukan pemeriksaan ke Kantor Polrestabes Surabaya," ujarnya, Jumat 26 Januari 2018.

Di rumah sakit National Hospital Surabaya, Jun bekerja sebagai perawat. Dia dilaporkan menggerayangi pasien W, usia 30 tahun, warga Jalan Darmo Indah Timur Surabaya, yang saat itu dalam kondisi terbius, setelah baru saja menjalani operasi kandungan.

Rudi menegaskan, dalam perkara ini pihaknya masih belum menetapkan tersangka. Sampai sekarang Jun masih dinyatakan berstatus sebagai saksi. Menurut dia masih ada waktu 1 x 24 jam melakukan pemeriksaan terhadap Jun, sebelum nantinya dinyatakan sebagai tersangka atau tidak.

"Sejak pagi sampai sore ini kami masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap terduga pelaku," ujarnya.

Dia mengatakan, selain memeriksa terduga pelaku, seluruhnya sudah ada lima orang saksi yang telah dimintai keterangan, yaitu mulai dari saksi korban, serta dokter di rumah sakit National Hospital Surabaya.

Menurut dia, pihaknya juga telah mengagendakan memeriksa banyak saksi lainnya.

"Semakin banyak saksi yang kami panggil, semakin banyak pula keterangan yang kami kumpulkan, sehingga akan membuat jelas dan terang perkara ini," ucap mantan Direktur Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Sumatera Selatan itu.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 12 jam lalu

    OTT di Langkat Sedang Didalami Polisi

    STABAT (EKSPOSnews): Penyidik kepolisian dari Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kepolisian Resor Langkat, Sumatera Utara, masih terus mendalami dan memeriksa kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang

  • kemarin

    Polisi OTT Pegawai SMA di Pariaman

    PARIAMAN (EKSPOSnews): Kepolisian Resor Kota Pariaman, Sumatera Barat, melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap An (37) salah seorang pegawai honorer di salah satu Sekolah Menengah Atas Negeri

  • 5 hari lalu

    Polisi Amankan Kepala Dinas Pertanian Padang Lawas

    JAKARTA (EKSPOSnews): Penyidik Subdit III Tipikor Polda Sumut menggelar operasi tangkap tangan terkait penanganan potensi korupsi di sektor pertanian.Dalam operasi pada Kamis (9/8) tersebut, polisi me

  • 6 hari lalu

    Polisi Segel Tempat Pengolahan Limbah 3 Rumah Sakit di Meulaboh

    MEULABOH (EKSPOSnews): Kepolisian Resor Aceh Barat, Polda Aceh menyegel tempat penyimpanan pengelolaan limbah dari tiga rumah sakit, karena lokasi keberadaan tempat penyimpanan sementara limbah itu be

  • satu minggu lalu

    Polisi Tangkap Pemerkosa Siswi SD

    BATURAJA (EKSPOSnews): Polres Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan menangkap Caswan (42) warga Desa Lekis Rejo, Kecamatan Lubuk Raja yang merupakan pelaku pemerkosaan siswi kelas IV Sekolah Dasar di wi

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99