Senin, 22 Jul 2019

Polisi Bekuk Mucikari

Oleh: marsot
Selasa, 26 Mar 2019 05:24
BAGIKAN:
shutterstock.
Borgol.
JAKARTA (EKSPOSnews): Satuan Reserse Kriminal Polres Kepulauan Seribu membekuk seorang mucikari prostitusi daring berinisial TAA di sebuah rumah kos di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis 7 Februari lalu.

Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Moehammad Sandy Hermawan mengatakan pelaku ditangkap berdasarkan temuan patroli siber jajarannya yang menemukan sebuah situs yang menjajakan pekerja seks komersial yang bisa dipesan secara daring.

“Pada situs tersebut ditemukan sebuah akun dengan nama Shaman Angels berisi foto-foto perempuan yang bisa dipesan,” kata Sandy di Mapolres Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, Senin 25 Maret 2019.

Berdasarkan temuan tersebut, petugas lalu melakukan penyamaran dengan memesan jasa wanita yang dijajakan. Ketika itu, mucikari TAA mematok harga Rp1,8 juta untuk sekali kencan dengan uang muka sebesar Rp500 ribu.

“Setelah dilakukan transfer, sisa pembayaran Rp1,3 juta diberikan langsung oleh pelanggan kepada perempuan yang melayani,” ujar Sandy.

Setelah dilakukan pembayaran, anggota Satreskrim Kepulauan Seribu kemudian menunggu wanita tersebut di tempat yang sudah disepakati di sebuah apartemen di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Setelah wanita itu datang, polisi kemudian langsung mengamankan seorang wanita kemudian diketahui berinisial AAN yang kemudian ditetapkan sebagai saksi korban. AAN kemudian diminta untuk menunjukkan keberadaan TAA yang berperan sebagai mucikari.

“Tersangka TAA ditangkap di sebuah rumah kos di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis, sekitar pukul 19.00 WIB. Setelah dilakukan penggeledahan, petugas juga menemukan sejumlah barang bukti,” ujarnya.

Adapun barang bukti yang disita dari pelaku di antaranya pakaian dalam, celana dan kaos, dua buah ponsel, bukti transfer Rp500 ribu serta buku tabungan dan kartu ATM Bank BNI atas nama pelaku.

Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 45 ayat 1 Juncto Pasal 27 ayat 1 UU RI Nomor 19/2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman enam tahun penjara dan denda Rp1 miliar.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 4 hari lalu

    Polisi Tangkap Polisi Pemeras

    MEDAN (EKSPOSnews): Petugas Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Medan menangkap empat anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Medan Area, yang diduga melakukan pemerasan.Kasat Reskrim Polr

  • 2 minggu lalu

    Polisi Tangkap Ayah Tak Bermoral

    REJANG LEBONG (EKSPOSnews): Petugas Kepolisian Resor Rejang Lebong, Polda Bengkulu, menangkap SA (60) warga Kecamatan Curup yang diduga mencabuli anak kandung sendiri berulang kali.Kapolres Rejang Leb

  • 3 minggu lalu

    Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur Ditangkap Polisi

    KUALA KAPUAS (EKSPOSnews): Pelaku pencabulan terhadap anak dibawah umur, Taufik Riansyah (34) yang bekerja sebagai sekutiriti atau petugas keamanan di salah satu perusahaan besar swasta (PBS) di daera

  • 3 minggu lalu

    Polisi Tangkap Penyebar Foto Mesum

    JAMBI (EKSPOSnews): Anggota Satreskrim Polresta Jambi berhasil menangkap seorang pemuda DS (22) yang nekad menyebarkan foto mesum kekasihnya ke dunia maya atau medsos akibat tidak terima diajak putus

  • 3 minggu lalu

    Polisi Tangkap Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur

    SAMPANG (EKSPOSnews): Aparat Polres Sampang, Jawa Timur menangkap pelaku pencabulan anak di bawah umur, dan pelaku merupakan saudaranya sendiri, hingga menyebabkan korban hamil.Menurut Kapolres Sampan

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99