Sabtu, 22 Sep 2018
  • Home
  • Pojok
  • Polisi Amankan Pelaku Pencabulan Anak

Polisi Amankan Pelaku Pencabulan Anak

Oleh: Jallus
Sabtu, 14 Jul 2018 04:28
BAGIKAN:
istimewa.
Korban cabul.
CIBINONG (EKSPOSnews): Polres Bogor, Jawa Barat, menangkap enam pelaku kasus tindak pidana pencabulan terhadap anak di Citeureup, Jumat 13 Juli 2018.

Polisi juga menetapkan satu orang pelaku masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Peristiwa memilukan itu berujung pada meninggalnya korban inisial PN (15) karena diduga tertekan.

Keenam pelaku itu adalah inisial ISH (15), ARN (14), MR (18), MDF (20), RS (22), N (22), A (22) dan satu orang DPO yaitu inisial I.

Kapolres Bogor, AKBP Andi M Dicky di Cibinong, Jumat, mengatakan kejadian itu bermula pada Selasa (26/6), dimana pelaku berinisial ISH bersama temannya menjemput korban.

Korban dijemput di dekat Rel Citeurep sekitar pukul 21.00 Wib. Setelah menjemput korban, mereka mampir ke rumah temannya inisial (H).

Lalu kedua pelaku dan korban berboncengan ke tempat tongkrongan di warung Citeureup.Setelah beberapa menit kemudian korban dibawa ke rumah kosong pada daerah Citeureup Bogor. Dan di rumah kosong tersebut sudah ada tiga teman pelaku yang lain yakni MDF, MR, S.

Di rumah kosong kemudian korban dilakukan persetubuhan secara bergiliran oleh ke enam pelaku.

"Setelah enam pelaku lainnya menyetubuhi secara bergiliran, datanglah dua orang temannya yang berinisial N dan RS," katanya.

Ia menambahkan setelah kejadian itu korban kemudian diantar pulang ke rumahnya. Dan sesudah kejadian tersebut korban sempat mengalami sakit kurang lebih satu minggu pada bagian kemaluannya.

Kemudian orang tua korban bertanya dan dijelaskan oleh PN (15) kejadian yang telah menimpa anak tersebut.

Lalu orang tua PN langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Citereup. Kemudian kasus itu langsung dilimpahkan ke Polres Bogor guna pengembangan maupun penangkapan pelaku.

Lanjut AKBP Dicky menjelaskan dalam kejadian itu keenam pelaku pasal 81 dan 82 UU No 35 tahun 2014 perubahan atas UU No 23 tahun 2002.

Undang-undang tentang perlindungan anak itu ancaman pidananya paling lama lima belas tahun dan paling singkat lima tahun.

"Namun dalam hal ini korban telah meninggal dunia, dikarenakan adanya tekanan yang mendalam dari pemerkosaan bergilir," katanya.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 7 jam lalu

    Polisi Bawa Sabu-Sabu 1 Kilogram

    PALU (EKSPOSnews): Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah menangkap oknum polisi pembawa narkotika jenis sabu-sabu sekitar satu kilogram, Kamis (20/9). Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Hery Murwono, saat dih

  • 14 jam lalu

    Polisi Tangkap Pembobol ATM

    JAMBI (EKSPOSnews): Anggota Reskrim Polsek Kotabaru Kota Jambi menangkap seorang residivis pelaku pembobol uang nasabah di mesin Anjungan Tunai Mandiri dengan modus menganjal kartu ATM dan menggantika

  • 2 minggu lalu

    Polisi Tembak Nelayan Asal Sumatera Utara

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Satuan Polisi Perairan Kepolisian Resor Rokan Hilir menembak mati seorang nelayan asal Provinsi Sumatera Utara yang diduga mencuri ikan atau "illegal fishing" di wilayah pesisi

  • 2 minggu lalu

    Polisi Bongkar Sindikat Pencuri Alat Berat

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Riau menangkap tiga tersangka sindikat perampok peralatan elektronik alat berat, dengan salah satu di antaranya dilumpuhkan d

  • 2 minggu lalu

    Polisi OTT Kepala SMK 2 Solok

    SOLOK (EKSPOSnews): Kepolisian Resor Solok Kota, Sumatera Barat melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Kepala SMKN 2 Solok berinisial AH (57) atas dugaan pungutan liar yang dilakukan terhadap

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99