Selasa, 20 Nov 2018
  • Home
  • Pojok
  • Polisi Amankan Pelaku Pencabulan Anak

Polisi Amankan Pelaku Pencabulan Anak

Oleh: Jallus
Sabtu, 14 Jul 2018 04:28
BAGIKAN:
istimewa.
Korban cabul.
CIBINONG (EKSPOSnews): Polres Bogor, Jawa Barat, menangkap enam pelaku kasus tindak pidana pencabulan terhadap anak di Citeureup, Jumat 13 Juli 2018.

Polisi juga menetapkan satu orang pelaku masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Peristiwa memilukan itu berujung pada meninggalnya korban inisial PN (15) karena diduga tertekan.

Keenam pelaku itu adalah inisial ISH (15), ARN (14), MR (18), MDF (20), RS (22), N (22), A (22) dan satu orang DPO yaitu inisial I.

Kapolres Bogor, AKBP Andi M Dicky di Cibinong, Jumat, mengatakan kejadian itu bermula pada Selasa (26/6), dimana pelaku berinisial ISH bersama temannya menjemput korban.

Korban dijemput di dekat Rel Citeurep sekitar pukul 21.00 Wib. Setelah menjemput korban, mereka mampir ke rumah temannya inisial (H).

Lalu kedua pelaku dan korban berboncengan ke tempat tongkrongan di warung Citeureup.Setelah beberapa menit kemudian korban dibawa ke rumah kosong pada daerah Citeureup Bogor. Dan di rumah kosong tersebut sudah ada tiga teman pelaku yang lain yakni MDF, MR, S.

Di rumah kosong kemudian korban dilakukan persetubuhan secara bergiliran oleh ke enam pelaku.

"Setelah enam pelaku lainnya menyetubuhi secara bergiliran, datanglah dua orang temannya yang berinisial N dan RS," katanya.

Ia menambahkan setelah kejadian itu korban kemudian diantar pulang ke rumahnya. Dan sesudah kejadian tersebut korban sempat mengalami sakit kurang lebih satu minggu pada bagian kemaluannya.

Kemudian orang tua korban bertanya dan dijelaskan oleh PN (15) kejadian yang telah menimpa anak tersebut.

Lalu orang tua PN langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Citereup. Kemudian kasus itu langsung dilimpahkan ke Polres Bogor guna pengembangan maupun penangkapan pelaku.

Lanjut AKBP Dicky menjelaskan dalam kejadian itu keenam pelaku pasal 81 dan 82 UU No 35 tahun 2014 perubahan atas UU No 23 tahun 2002.

Undang-undang tentang perlindungan anak itu ancaman pidananya paling lama lima belas tahun dan paling singkat lima tahun.

"Namun dalam hal ini korban telah meninggal dunia, dikarenakan adanya tekanan yang mendalam dari pemerkosaan bergilir," katanya.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 hari lalu

    Polisi Sita Istagram Ahmad Dhani

    SURABAYA (EKSPOSnews): Penyidik Subdit V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur menyita akun Instagram @ahmaddhaniprast milik politikus Partai Gerindra Ahmad Dhani P

  • 3 hari lalu

    Polisi Selandia Baru Sita Kokain

    WELLINGTON (EKSPOSnews): Kepolisian Selandia Baru dan para pejabat bea cukai pada Jumat menyita 190 kg kokaina senilai 36 juta dolar Selandia Baru (lebih Rp358 miliar) yang tiba di Auckland dan disemb

  • 4 hari lalu

    Polisi Amankan Penjual Kakatua Jambul Kuning dan Nuri

    MEDAN (KICAU): Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan meringkus pelaku jual beli satwa yang dilindungi jenis burung kakatua jambul kuning dan nuri, di kawasan Jalan Bintang, Kelurahan Pusat Pasar.K

  • 5 hari lalu

    Polisi Gagalkan Penyelundupan Kepiting ke Malaysia

    PONTIANAK (EKSPOSnews): Direktorat Polisi Perairan Polda Kalimantan Barat menggagalkan upaya penyelundupan sebanyak 2.609 ekor kepiting sedang bertelur ke Sarawak, Malaysia."Upaya penggagalan penyelun

  • 2 minggu lalu

    Oknum Polisi Diduga Terlibat Penculikan

    MEDAN (EKSPOSnews): Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, telah menetapkan enam orang tersangka pelaku peculikan dan penganiayaan terhadap tiga orang warga masyarakat."Sedangkan seora

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99