Senin, 16 Jul 2018
  • Home
  • Pojok
  • Polisi Amankan Pelaku Pencabulan Anak

Polisi Amankan Pelaku Pencabulan Anak

Oleh: Jallus
Sabtu, 14 Jul 2018 04:28
BAGIKAN:
istimewa.
Korban cabul.
CIBINONG (EKSPOSnews): Polres Bogor, Jawa Barat, menangkap enam pelaku kasus tindak pidana pencabulan terhadap anak di Citeureup, Jumat 13 Juli 2018.

Polisi juga menetapkan satu orang pelaku masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Peristiwa memilukan itu berujung pada meninggalnya korban inisial PN (15) karena diduga tertekan.

Keenam pelaku itu adalah inisial ISH (15), ARN (14), MR (18), MDF (20), RS (22), N (22), A (22) dan satu orang DPO yaitu inisial I.

Kapolres Bogor, AKBP Andi M Dicky di Cibinong, Jumat, mengatakan kejadian itu bermula pada Selasa (26/6), dimana pelaku berinisial ISH bersama temannya menjemput korban.

Korban dijemput di dekat Rel Citeurep sekitar pukul 21.00 Wib. Setelah menjemput korban, mereka mampir ke rumah temannya inisial (H).

Lalu kedua pelaku dan korban berboncengan ke tempat tongkrongan di warung Citeureup.Setelah beberapa menit kemudian korban dibawa ke rumah kosong pada daerah Citeureup Bogor. Dan di rumah kosong tersebut sudah ada tiga teman pelaku yang lain yakni MDF, MR, S.

Di rumah kosong kemudian korban dilakukan persetubuhan secara bergiliran oleh ke enam pelaku.

"Setelah enam pelaku lainnya menyetubuhi secara bergiliran, datanglah dua orang temannya yang berinisial N dan RS," katanya.

Ia menambahkan setelah kejadian itu korban kemudian diantar pulang ke rumahnya. Dan sesudah kejadian tersebut korban sempat mengalami sakit kurang lebih satu minggu pada bagian kemaluannya.

Kemudian orang tua korban bertanya dan dijelaskan oleh PN (15) kejadian yang telah menimpa anak tersebut.

Lalu orang tua PN langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Citereup. Kemudian kasus itu langsung dilimpahkan ke Polres Bogor guna pengembangan maupun penangkapan pelaku.

Lanjut AKBP Dicky menjelaskan dalam kejadian itu keenam pelaku pasal 81 dan 82 UU No 35 tahun 2014 perubahan atas UU No 23 tahun 2002.

Undang-undang tentang perlindungan anak itu ancaman pidananya paling lama lima belas tahun dan paling singkat lima tahun.

"Namun dalam hal ini korban telah meninggal dunia, dikarenakan adanya tekanan yang mendalam dari pemerkosaan bergilir," katanya.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 hari lalu

    Polisi Sita Kayu Ilegal

    IDI (EKSPOSnews): Tim gabungan Polda Aceh dan Polres Aceh Timur menyita 30 ton kayu olahan di Sungai Lokop, Kecamatan Serbajadi, karena diduga hasil ilegal loging.Kapolres Aceh Timur AKBP Wahyu Kuncor

  • 2 minggu lalu

    Kasus Pencabulan Anak di Karawang

    KARAWANG (EKSPOSnews): Polres Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mengungkap kasus pencabulan anak di bawah umur yang berlangsung sejak tahun 2016 dan menetapkan empat tersangka terkait dengan kasus terse

  • 2 minggu lalu

    Polisi Sudah Tetapkan Tersangka Kerusuhan Mako Brimob

    JAKARTA (EKSPOSnews): Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto mengatakan Polri telah menetapkan tersangka napi teroris dalam kasus dugaan penganiayaan yang menyebabkan kematian lima anggot

  • 3 minggu lalu

    Polisi Tangkap Pasangan Penyebar Vidio Porno

    LHOKSEUMAWE (EKSPOSnews): Jajaran Polres Lhokseumawe, Provinsi Aceh, menangkap pasangan yang menyebarluaskan video porno hasil perbuatan zina mereka.Kapolres Lhokseumawe melalui Kasat Reskrim AKP Budi

  • 3 minggu lalu

    Polisi Tetapkan 4 Tersangka Tenggelamnnya KM Sinar Bangun

    MEDAN (EKSPOSnews): Kepolisian Daerah Sumatera Utara menetapkan empat tersangka terkait kasus KM Sinar Bangun, mengangkut 150 orang penumpang dan 70 unit sepeda motor, yang tenggelam di perairan Danau

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99