Minggu, 22 Okt 2017
  • Home
  • Pojok
  • Polisi Amankan Pelaku Asusila Terhadap Anak-Anak

Polisi Amankan Pelaku Asusila Terhadap Anak-Anak

Oleh: Jallus
Selasa, 04 Jul 2017 17:17
BAGIKAN:
istimewa
Pelaku asusila (ilustrasi).
MATARAM (EKSPOSnews): Kepolisian yang bertugas di wilayah Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, mengamankan seorang pria yang diduga pelaku tindak pidana asusila terhadap anak.

"Pria yang diduga sebagai pelaku berinisial JU alias Dandi yang berusia 20 tahun," kata Kasubdit IV Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTB AKBP Ni Made Pujawati di Mataram, Selasa 4 Juli 2017.

JU diduga melakukan perbuatan asusila terhadap seorang anak perempuan berinsial SR (13). Perbuatannya terungkap setelah petugas kepolisian dari Polsek Pemenang, mengamankan JU di rumah Kepala Desa Pemenang Timur, Kabupaten Lombok Utara, pada Kamis (29/6) lalu.

Kronologis pengungkapan kasus ini berawal dari ibu kandung korban yang datang sehari sebelumnya ke Polres Lombok Utara dengan melaporkan anak perempuannya yang belum juga pulang sejak pergi bersama seorang pria tidak dikenal menggunakan sebuah sepeda motor.

"Karena beberapa kali dihubungi lewat telepon tapi tidak juga diangkat, jadi ibunya khawatir dan lapor ke polisi," ujarnya.

Namun pada Kamis (29/6) Siang, ibu kandung korban menerima kabar bahwa SR telah berada di rumah temannya setelah sebelumnya pergi bersama JU pada Rabu malam (28/6).

Mengetahui hal itu, ibu kandung korban langsung menjemput SR. Setelah bertemu dengan ibu kandungnya, SR mengaku telah disetubuhi oleh JU.

"Setelah ketahuan, JU yang diketahui keberadaannya hampir dihakimi warga, tapi syukurnya lebih dulu diamankan," ucapnya.

Lebih lanjut, sejak Kamis (29/6) lalu, JU telah diamankan di Mapolda NTB untuk menjalani proses hukum. Bahkan kasusnya kini telah ditingkatkan ke tahap penyidikan dengan menetapkan JU sebagai tersangka.

"Hari Kamis itu juga kami langsung gelar perkara dengan menetapkan JU sebagai tersangka dan terhadap yang bersangkutan kami sudah lakukan penahanan," kata Pujawati.

Karena itu, JU disangkakan telah melanggar Pasal 76D Juncto Pasal 81 Ayat 1 dan 2 dan atau Pasal 76E Jo Pasal 82 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 35/2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak.

Pasal tersebut disangkakan kepada JU berdasarkan alat bukti yang berhasil dikumpulkan. Karena itu, JU ditetapkan sebagai tersangka dengan dugaan telah melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap SR.

"Menurut keterangan yang sudah terhimpun, persetubuhan itu sudah terjadi. Korban mau melakukannya setelah kena tipu daya dan rayuan si pelaku," ucapnya.

Terkait dengan kondisi korban, mantan Wakapolres Mataram ini mengatakan bahwa pihaknya telah memberikan pendampingan bersama lembaga perlindungan anak maupun Dinas Sosial setempat.

"Untuk aspek psikologis korban, kami sudah lakukan secara terpadu, kami berikan pendampingan sampai kondisi kesehatan maupun psikologisnya pulih kembali," ujarnya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  komentar Pembaca

Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

Tentang Kami

Redaksi

Pedoman Media Siber

Disclaimer

Iklan

RSS

Kontak

vipqiuqiu99 vipqiuqiu99