Minggu, 29 Mar 2020

Pemerkosaan di Bengkulu Melonjak

Oleh: Alex
Selasa, 22 Agu 2017 04:05
BAGIKAN:
istimewa
Pemerkosaan (ilustrasi).
BENGKULU (EKSPOSnews): Yayasan Pusat Pendidikan dan Pemberdayaan Untuk Perempuan dan Anak (Pupa) Bengkulu mencatat dalam tempo enam bulan atau semester pertama 2017 telah terjadi 121 kasus pemerkosaan terhadap perempuan dan anak di Provinsi Bengkulu.

"Dalam tempo enam bulan ada 121 kasus pemerkosaan di mana pemerkosaan terhadap anak mencapai 46 kasus dan dewasa 75 kasus," kata Direktur Yayasan Pupa Bengkulu, Susi Handayani di Bengkulu, Senin 21 Augustus 2017.

Susi mengatakan kasus terbaru adalah pemerkosaan terhadap seorang remaja usia 17 tahun di Kecamatan Kedurang, Kabupaten Bengkulu Selatan.

Kasus yang menghebohkan warga itu terjadi pada 18 Agustus 2017 di mana pelaku diketahui merupakan tetangga korban.

"Lebih tragis lagi karena dua hari pasca pemerkosaan itu, ibu korban ditemukan meninggal gantung diri, diduga akibat depresi atas musibah yang menimpa anaknya," kata Susi.

Kasus pemerkosaan itu, menurut dia, sedang ditangani pihak terkait di Bengkulu Selatan.

Berkaca pada data dan kondisi tersebut, saat ini Bengkulu secara khusus dan Indonesia secara umum mengalami darurat kekerasan seksual.

Karena itu Yayasan Pupa mendesak legislatif segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang tentang Penghapusan Kekerasan Seksual.

Peraturan perundang-undangan akan memberikan kepastian hukum dan memberi perlindungan bagi korban kekerasan seksual.

Susi menambahkan, kasus kekerasan seksual terus meningkat tiap tahunnya dan polanya semakin beragam. Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) menjadi terobosan dalam pencegahan kekerasan seksual, perlindungan dan pemulihan korban kekerasan seksual dan keluarganya, serta penindakan tegas para pelaku kekerasan seksual.

"RUU ini harus segera disahkan karena kalau tahun ini tidak disahkan bisa hilang dan belum akan masuk Prolegnas," katanya.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • tahun lalu

    Biaya Kargo Melonjak

    JAKARTA (EKSPOSnews): Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) menilai tingginya tarif Surat Muatan Udara (SMU) yang membuat kenaikan biaya kargo berdampak pa

  • tahun lalu

    Penetrasi Internet Luar Biasa

    JAKARTA (EKSPOSnews): Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penetrasi internet di Indonesia berkembang dengan pesat, yaitu dari 25,37 persen pada 2016 menjadi 32,34 persen pada 2017."Hal ini dapat mend

  • tahun lalu

    Pengidap HIV/AIDS di Pamekasan Melonjak

    PAMERKASAN (EKSPOSnews): Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, Jawa Timur Ali Maksum menyatakan, pengidap human immunodeficiency virus infection and acquired immune deficiency syndrome (HIV/A

  • 2 tahun lalu

    Penjualan Pertalife Melonjak

    PEKANBARU (EKSPOSnews): PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) 1 area Sumatera bagian Utara mencatat pertumbuhan penjualan produk Pertalite meningkat cukup tajam sebesar 65 persen pad

  • 2 tahun lalu

    Kasus Perceraian di PN Bengkalis Melonjak

    BENGKALIS (EKSPOSnews): Pengadilan Negeri Kelas II Bengkalis, Provinsi Riau mencatat kasus perceraian pada tahun 2017 di daerah itu meningkat tinggi dibandingkan tahun 2016."Sidang kasus perceraian me

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99