Sabtu, 04 Jul 2020
  • Home
  • Pojok
  • Pelecehan Seksual UGM Tanggung Jawab Siapa?

Pelecehan Seksual UGM Tanggung Jawab Siapa?

Oleh: Jallus
Minggu, 11 Nov 2018 04:47
BAGIKAN:
istimewa.
Pelecehan seks (ilustrasi).
JAKARTA (EKSPOSnews): Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan penanganan terhadap kasus pelecehan seksual oleh dan kepada mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) sepenuhnya menjadi tanggung jawab rektor.

"Pelanggaran semua, yang ada di kampus itu, rektorlah yang bertanggung jawab. Intinya begitu. Nah, (kasus, red.) ini terjadi di mana, itu biar mereka yang menelusuri," kata Nasir di Gedung D Kemenristekdikti Jakarta, Sabtu 10 November 2018.

Nasir mengatakan rektor memiliki pedoman untuk menindaklanjuti apabila terjadi pelanggaran, baik terkait dengan akademik maupun pidana.

Kasus pelanggaran di kampus, yang mengakibatkan rektor bertanggung jawab, sebelumnya terjadi di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta terkait dengan kekerasan terhadap mahasiswa hingga meninggal dunia.

Saat itu, Rektor UII Yogyakarta Harsoyo mengundurkan diri sebagai bentuk pertanggungjawabannya atas kematian tiga mahasiswanya.

Menristek mengatakan bentuk pertanggungjawaban yang sama juga harus dilakukan oleh rektor UGM, apabila terbukti terjadi tindak pelecehan seksual oleh dan terhadap warga akademiknya.

"Pada tahun 2016, kejadian kekerasan di UII di Yogyakarta, saya pada saat itu (mengatakan, red.) kalau memang terjadi seperti itu, konsekuensinya rektorlah yang tanggung jawab. Akhirnya apa yang terjadi? Rektor mengundurkan diri. Artinya apa? Ini harus dilakukan," tegasnya.

Nasir juga mendesak pihak kampus untuk memberikan tindakan tegas kepada pelaku pelecehan seksual sesuai hasil investigasi.

Apabila hasil investigasi menyatakan pelanggaran akademik, maka penyelesaiannya juga dilakukan secara akademis, sedangkan jika hasilnya tergolong tindak pidana, maka Nasir meminta kasus tersebut diselesaikan lewat jalur hukum.

"Pelanggaran apapun, itu harus ikuti prosedur yang ada. Kalau itu urusan akademik ya penyelesaiannya akademik, kalau urusan pidana selesaikan dengan hukum, yaitu polisi dan pengadilan," katanya.

Sebelumnya, Rektor UGM Panut Mulyono mengatakan pihaknya dapat menyelesaikan kasus dugaan perkosaan yang dialami mahasiswinya secara adil, meski tanpa melalui jalur hukum.

"Saya sebagai orang tua itu sejak awal meyakini bahwa UGM mampu menyelesaikan persoalan ini berdasar dengan peraturan-peraturan yang ada di UGM dan kami yakin bisa menghasilkan keputusan-keputusan yang seadil-adilnya," kata dia.

Seorang mahasiswi Fisipol UGM menjadi korban pelecehan seksual oleh sesama rekan KKN-nya yang juga mahasiswa UGM Fakultas Teknik Angkatan 2014.

Peristiwa itu terjadi saat keduanya mengikuti Program KKN di Pulau Seram, Maluku, pada pertengahan 2017. Peristiwa itu diungkap oleh Balairung Press (Badan Pers Mahasiswa UGM) melalui laporan yang diunggah pada 5 November 2018. 

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 12 bulan lalu

    Syamsul Gultom Terpilh Menjadi Rektor Unimed

    MEDAN (EKSPOSnews): Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi mengapresiasi atas semua tahapan pemilihan Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) berjalan tertib, aman dan lancar, serta sesuai den

  • tahun lalu

    4 Wakil Rektor UNS Dilantik

    SOLO (EKSPOSnews): Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Jamal Wiwoho melantik empat wakil rektor baru untuk masa jabatan 2019-2023."Dengan dilantiknya wakil rektor baru ini harapannya mere

  • 2 tahun lalu

    Rektor Sesalkan Teroris Masuk Kampus

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Rektor Universitas Riau Aras Mulyadi mengapresiasi atas keberhasilan Polri mengungkap jaringan terorisme di kampus perguruan tinggi negeri terbesar di Bumi Lancang Kuning terse

  • 2 tahun lalu

    Samsul Rizal Terpilih Kembali Jadi Rektor Unsiyah

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Samsul Rizal kembali terpilih sebagai Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) periode 2018-2022 untuk kedua kalinya setelah berhasil mengumpulkan 81 suara dalam Rapat Senat t

  • 3 tahun lalu

    Rektor USN Lantik Pejabat

    KOLAKA (EKSPOSnews): Rektor Universitas Negeri Sembilanbelas November (USN) Kolaka, Ashari, melantik 15 pejabat untuk mengisi kekosongan struktur eselon di aula kampus itu, Rabu 10 Januari 2018.Rektor

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99