Kamis, 18 Apr 2019
  • Home
  • Pojok
  • Pelaku Kekerasan Seksual Harus Dihukum Berat

Pelaku Kekerasan Seksual Harus Dihukum Berat

Oleh: marsot
Kamis, 28 Feb 2019 19:58
BAGIKAN:
istimewa.
Dihukum.
KUPANG (EKSPOSnews): Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Veronika Ata mengatakan, aparat penegak hukum harus berani menjatuhkan hukuman berat bagi para pelaku kekerasan seksual terhadap anak.

"Aparat penegak hukum juga tidak boleh memberi ruang kepada para pelaku kejahatan seksual, untuk menempuh jalan damai dengan keluarga korban," kata Veronika Ata, di Kupang, terkait langkah penanganan kejahatan kekerasan seksual, Kamis 28 Februari 2019.

Data Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak NTT menunjukkan, selama 2017-Oktober 2018 tercatat 19 kasus kekerangan seksual terhadap anak.

Jumlah tersebut terdiri dari 12 kasus pemerkosaan dan lima kasus pelecehan seksual.

Namun, sejak awal Januari hingga Februari 2019 ini, sudah terjadi beberapa kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual.

"Kami masih melakukan pendataan, tetapi angkanya jauh lebih tinggi dibanding kasus yang terjadi sepanjang 2017-2018," katanya.

Meningkatnya kasus kekerasan seksual terhadap anak dewasa ini membuat masyarakat menginginkan adanya hukuman yang berat terhadap pelaku agar menimbulkan efek jera.

"Kekerasan seksual terhadap anak merupakan tindakan kejahatan kemanusiaan. Mestinya aparat penegak hukum memberikan hukuman berat yang dapat membuat pelaku jera, bukan memberi ruang untuk melakukan hal yang sama," katanya.

Mengenai undang-undang, dia mengatakan, hukuman kepada pelaku sebenarnya cukup tinggi. Hal ini sudah diatur dalam pasal 82 UU no. 23/ 2002 tentang Perlindungan Anak.

Dalam undang-undang ini, setiap orang yang dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul, dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan paling singkat tiga tahun.

Selain itu, pelaku kejahatan terhadap anak ini juga didenda paling banyak Rp300 juta dan paling sedikit Rp60 juta, kata Veronika Ata yang juga aktivis LSM ini.

Artinya, kata dia, acuan hukum sudah jelas, tetapi dalam kenyataannya, banyak sekali kekerasan seksual terhadap anak diselesaikan melalui jalan damai. Pelaku kata dia, hanya diberi sanksi denda yang tidak sebanding dengan penderitaan yang dialami korban seumur hidup.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 minggu lalu

    Hukum Berat Pembunuh Pendeta di Sumatera Selatan

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Aktivis Pusat Pembelaan Hak-hak Perempuan, Women's Crisis Center Palembang, meminta penyidik Reskrimum Polda Sumatera Selatan menghukum berat dua tersangka pembunuh calon

  • 5 bulan lalu

    Hukum Berat Pengoplos Elpiji

    MEDAN (EKSPOSnews): Manajemen Pertamina meminta pihak Kepolisian melakukan penindakan hukum secara tegas dan tuntas kepada pelaku penyelewengan elpiji 3 Kg."Manajemen mengapresiasi dan mendukung penga

  • 7 bulan lalu

    Hukum Berat Penyelundup Lobster

    JAMBI (EKSPOSnews): Pihak Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Jambi berharap hakim dan jaksa penuntut umum yang mengadili kasus ini menghukum secara maksimal t

  • 7 bulan lalu

    Pelaku Kekerasan Seksual Terhadap Divonis 12 Tahun Penjara

    BALIKPAPAN (EKSPOSnews): Pandu Dharma Wicaksono (22) divonis 12 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Balikpapan.Pemuda ini dianggap terbukti melakukan kekerasan seksual kepada 9 anak lel

  • 11 bulan lalu

    Hukum Berat Pengoplos Gas Elpiji

    MEDAN (EKSPOSnews): Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Sumatera Utara minta Polda Sumut agar memberikan sanksi hukuman berat pelaku pengoplosan dan penjual tabung gas elpiji kepada masyarakat."Tersan

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99