Kamis, 16 Agu 2018
  • Home
  • Pojok
  • Pelajar Alami Pelecehan Seks di Angkutan Umum

Pelajar Alami Pelecehan Seks di Angkutan Umum

Oleh: marsot
Minggu, 03 Des 2017 05:17
BAGIKAN:
istimewa.
Pelecehan seks.
JAKARTA (EKSPOSnews): Pelecehan seksual di dalam angkutan umum dialami sejumlah pelajar sekolah menengah pertama dan atas di kawasan Jabodetabek, berdasarkan data dari komunitas perempuan.

Pendiri komunitas perEMPUan Rika Rosvianti mengatakan di Jakarta, komunitasnya membuka ruang berbicara untuk siswi di sejumlah sekolah menengah pertama dan atas, dari situ diketahui sebagian dari mereka mengalami pelecehan seksual di dalam kendaraan umum.

"Pelecehan yang dialami dalam kendaraan umum paling banyak raba, lalu ada eksibisionis," ujar Rika, Sabtu 2 Desember 2017.

Untuk data pasti korban pelecehan seksual di dalam angkutan umum, pihaknya masih mengumpulkan karena kegiatan di sekolah-sekolah menengah di Jabodetabek masih berlangsung hingga akhir Desember.

Rika mengatakan hal yang dapat dilakukan oleh target pelecehan seksual dalam kendaraan umum adalah menegur langsung pelaku.

Jika tidak berani menegur pelaku atau dalam keadaan syok, target sebaiknya mencari meninggalkan lokasi dan mencari tempat yang dirasa aman.

Selanjutnya, target dapat menghubungi orang yang dipercaya untuk meminta pertolongan atau dijemput apabila masih mengalami syok.

"Pastikan orang yang dihubungi memang dipercaya, jangan sembarangan karena bisa jadi orang jahat juga," ucap Rika.

Sementara saksi yang menyaksikan kejadian pelecehan dapat berpura-pura mengenal korban dan mengajak turun dari kendaraan umum dan mengarahkan ke tempat yang dirasa aman.

Menegur langsung terkadang dapat membahayakan saksi dan dapat menjadikannya target selanjutnya.

Ada pun berdasarkan data dari Komnas Perempuan, pada 2016 kekerasan di ranah komunitas sebanyak 3.092 dengan kekerasan seksual berada pada peringkat pertama sebanyak 2.290 kasus (74 persen), disusul kekerasan fisik sebanyak 490 kasus (16 persen).

Jenis kekerasan seksual terbanyak di ranah komunitas adalah perkosaan sebanyak 1.036 kasus dan pencabulan sebanyak 838 kasus.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 jam lalu

    Korban Pelecehan Seks Perlu Pendampingan

    GORONTALO (EKSPOSnews): Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) melakukan pendampingan kepada tiga orang korban pelecehan oleh oknum honorer Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (D

  • satu minggu lalu

    Pelajar Mesum di Mukomuko

    MUKOMUKO (EKSPOSnews): Warga desa Pasar Ipuh, kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, memberikan sanksi berupa denda uang kepada Zi (14) seorang pelajar SMP dan pasangan wanitanya No (15) yang diamanka

  • 4 minggu lalu

    Simokos Datang, Pelajar Senang

    GRESIK (EKSPOSnews): Keberadaan Sarana Interaksi Motor Komunikasi Sosial atau yang biasa dikenal Si-Mokos, ternyata patut diacungi jempol. Bagaimana tidak, keberadaan alat komunikasi yang diluncurkan

  • 5 bulan lalu

    Pelecehan Seksual di Bangka Tengah

    KOBA (EKSPOSnews): Kepolisian Resor Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendalami dugaan kasus pelecehan seksual terbadap korban berinisial Ba (10) warga Kecamatan Lubuk Besar."Kasusnya

  • 5 bulan lalu

    Pelajar Pemerkosa Murid SD di Jayapura

    JAYAPURA (EKSPOSnews): Kepolisian Resor (Polres) Yapen menangkap empat orang tersangka dugaan kasus pemerkosaan RRT (12), pelajar SD Serui Tingkat, Distrik Yapen Selatan, Kabupaten Kepulauan Yapen, Pa

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99