Rabu, 24 Mei 2017
  • Home
  • Pojok
  • Oknum Polisi Muara Lembu Diduga Selingkuh di Hotel

Oknum Polisi Muara Lembu Diduga Selingkuh di Hotel

Oleh: Beng San
Sabtu, 20 Mei 2017 05:48
BAGIKAN:
istimewa
Selingkuh (ilustrasi).
PEKANBARU (EKSPOSnews): Provost Paminal Kepolisian Daerah Riau akan memproses tertangkapnya seorang oknum polisi yang diketahui Kepala Unit Intel Muara Lembu, Kabupaten Kuantan Singingi selingkuh di sebuah hotel di Pekanbaru.

"Ini tentu akan ditindaklanjuti, kena hukuman sanksi disiplin minimal dan bisa saja ke sidang kode etik asal bisa dibuktikan," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo di Pekanbaru, Jumat 19 Mei 2017.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa sanksi diberikan juga tergantung dengan istrinya. Akan tetapi ternyata diketahui istri oknum tersebut juga tidak dinafkahi dan menurut Guntur bisa saja sanksinya akan lebih tegas karena ada pihak yang dirugikan Sebelumnya pada Jumat (19/5) dini hari tadi oknum berinisial Bripka PT tersebut digerebek Propam Polda Riau saat bersama seorang perempuan selingkuhannya di Hotel Evo Pekanbaru. Kedua pasangan tak resmi ini diduga sudah lama menjalin asmara hingga akhirnya ketahuan institusi.

"Iya betul, tadi malam kita gerebek di sebuah hotel bersama seorang wanita. Sekarang dia (Bripka PT) sedang diperiksa secara intensif. Kasusnya sedang berjalan," ujar Kabid Propam Polda Riau Pitoyo Agung Yuwono.

Selain Bripka PT, Propam juga memintai keterangan istrinya selaku korban dan wanita yang bersama di hotel. Sang istri inisial I saat itu, berada di rumah keluarganya karena sudah lama berpisah rumah dengan Bripka PT.

"Iya ini adik saya, sedang dimintai keterangannya sama Propam," ujar Ef, keluarga dari istri polisi tersebut di Polda Riau.

Ef mengatakan, sang istri sudah lama diusir oleh suaminya (Bripka PT) dan jadi luntang lantung menginap berpindah-pindah di rumah saudaranya. Sebab, I tidak diperbolehkan pulang oleh Bripka PT.

"Sudah lima bulan adik saya itu diusir dari rumah, lari dari rumah menumpang angkutan umum. Ongkosnya pun dikasih tetangga, karena tidak pernah dikasih nafkah," kata Ef.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  komentar Pembaca

Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

Tentang Kami

Redaksi

Pedoman Media Siber

Disclaimer

Iklan

RSS

Kontak