Senin, 20 Nov 2017
  • Home
  • Pojok
  • Oknum Kepsek dan Guru yang Selingkuh di Mukomuko Diusulkan Dipecat

Oknum Kepsek dan Guru yang Selingkuh di Mukomuko Diusulkan Dipecat

Kamis, 29 Sep 2016 02:32
BAGIKAN:
ist
Selingkuh (ilustrasi).

MUKOMUKO (EKSPOSnews): Pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten, Mukomuko Provinsi Bengkulu, menyatakan tim dari instansinya telah mengeluarkan rekomendasi pemecatan dua oknum guru dan kepala Sekolah Dasar yang berselingkuh.

"Rekomendasi dari tim dinas ini dipecat, sesuai dengan laporan hasil pemeriksaan (LHP) terhadap kedua oknum guru dan kepsek," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mukomuko, Nur Hasni di Mukomuko, Rabu 28 September 2016.

Badan Pertimbangan Pangkat dan Jabatan Pemerintah Kabupaten Mukomuko sebelumnya mengusulkan pemberhentian dengan hormat dua pegawai negeri sipil (PNS) yang selingkuh kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN) Perwakilan Palembang.

Ia mengatakan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat membentuk tim untuk melengkapi kekurangan berkas persyaratan pemberhentian dua oknum guru dan kepsek yang dikembalikan oleh BKN.

Ia mengatakan, tim instansi itu telah menyerahkan rekomendasi pemecatan dua guru dan kepala sekolah tersebut kepada Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) setempat.

Terkait adanya informasi oknum kepsek tersebut mengajukan pensiun dini, dia memastikan, instansi itu tidak pernah mengeluarkan rekomendasi pensiun dini untuk oknum kepsek tersebut.

"Persyaratan pengajuan pensiun dini itu harus ada rekomendasi dari dinas ini. Kami tidak pernah mengeluarkan rekomendasi untuk itu," ujarnya.

Sebelumnya, seorang pegawai perusahaan swasta di daerah itu yang berinisial T melaporkan kasus perselingkuhan istrinya yang bekerja sebagai guru SD dengan oknum kepala Sekolah Dasar di Kecamatan Air Dikit berinisial AA.(ant)


  Berita Terkait
  • 3 hari lalu

    Gugatan Cerai di Pekanbaru Banyak dari Kalangan Guru

    PEKANBRU (EKSPOSnews): Pengadilan Agama Kota Pekanbaru mencatat sebanyak 157 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Ibu Kota Provinsi Riau tersebut mengajukan gugatan cerai sepanjang Januari hingga Oktober 201

  • 2 minggu lalu

    Guru Ngaji Cabuli Santrinya

    MATARAM (EKSPOSnews): Aparat Kepolisian Resor Mataram, Nusa Tenggara Barat, menangkap seorang guru "ngaji" berinisial SR (55), karena diduga telah mencabuli seorang santrinya yang masih usia belia.Kap

  • 2 minggu lalu

    Mayoritas Guru Honor dan Swasta di Karo Belum Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

    KABANJAHE (EKSPOSnews): Pemerintah Kabupaten Karo telah  mewajibkan setiap perusahaan, sekolah, yayasan dan badan usaha lainnya untuk mendaftarkan pekerjanya menjadi peserta Badan Penyelenggara J

  • 3 minggu lalu

    Sumbar Butuh Guru dan Akuntan

    PADANG (EKSPOSnews): Pemerintah Provinsi Sumatera Barat membutuhkan 3.105 tenaga Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengisi kebutuhan guru dan akuntan untuk mendampingi nagari penerima dana desa."Kebut

  • satu bulan lalu

    Perhatikan Guru Tidak Tetap

    PADANG (EKSPOSnews): Kalangan DPRD Sumatera Barat, meminta pemerintah provinsi setempat memperhatikan kesejahteraan guru tidak tetap yang bertugas di daerah itu karena sebagian dari mereka mendapatkan

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99