Sabtu, 16 Des 2017
  • Home
  • Pojok
  • Mucikari Online Tawarkan Mahasiswi, Janda, dan Ibu Rumah Tangga

Mucikari Online Tawarkan Mahasiswi, Janda, dan Ibu Rumah Tangga

Oleh: Alex
Selasa, 09 Mei 2017 14:45
BAGIKAN:
istimewa
Mucikari tawarkan PSK.
SEMARANG (EKSPOSnews): NYD (37), mucikari prostitusi dalam jaringan (daring) di Kota Semarang yang ditangkap Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah biasa "menjajakan" mahasiswi hingga ibu rumah tangga (IRT).

"Ada berbagai profesi, mahasiswa sampai ibu rumah tangga atau janda," kata NYD usai diperiksa di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah di Semarang, Selasa 9 Mei 2017.

Tarif yang dikenakan, menurut dia, juga berbeda-beda.

Ia mengungkapkan tarif paling mahal untuk mahasiswi yang berkisar antara Rp1,5 juta hingga Rp2 juta untuk sekali pakai jasanya.

Sementara untuk ibu rumah tangga atau janda tarif yang dikenakan sebesar Rp500 ribu.

Dari tarif tersebut, tersangka mengambil sebagian sebagai upah jasa sebagai mucikari.

Pelaku mengaku tidak merekrut secara khusus perempuan-perempuan yang diperdagangkannya.

"Mereka yang datang sendiri," katanya.

Rata-rata, lanjut dia, para wanita yang terjerumus di dunia prostitusi itu berlatar belakang ekonomi dan gaya hidup.

"Ada ibu rumah tangga yang mengaku mencari uang tambahan, kalau yang mahasiswi biasanya untuk mengikuti gaya hidup," tambahnya.

Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah meringkus seorang mucikari prostitusi dalam jaringan (daring) yang memanfaatkan media sosial di Kota Semarang.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah Lukas Akbar Abriari mengatakan, tersangka NYD (37) ditangkap bersama saat bersama anak asuhnya di sebuah hotel berbintang di Jalan Diponegoro, Kota Semarang.

"Ditangkap di salah satu kamar ketika sedang menunggu pelanggan yang memesan," katanya.

Menurut dia, warga Pleburan, Kota Semarang, tersebut menawarkan wanita-wanita yang diperdagangkan dalam prostitusi online tersebut melalui jejaring sosial Twitter.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Ibu Rumah Tangga Rentan Terserang HIV/AIDS

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Kalangan ibu rumah tangga saat ini paling rentan terpapar virus HIV/AIDS karena berdasarkan data Kementerian Kesehatan diketahui laju pertumbuhannya sangat cepat dibandingkan k

  • satu bulan lalu

    Seorang Mahasiswi Tewas, 2 Luka-luka Akibat Ditimpa Longsor

    SEMARANG (EKSPOSnews): Satu mahasiswi Sekolah Tinggi Teologi (STT) Sangkakala, Getasan, Kabupaten Semarang, tewas setelah tertimpa pondasi di bagian belakang asrama putri perguruan tinggi itu.Kepala B

  • 3 bulan lalu

    Mahasiswi ITS Raih Juara Kompetisi Astra

    MEDAN (EKSPOSnews): Mahasiswi Institut Teknologi Sepuluh November dengan alat modifikasi yang diberi nama Mamnu Wuquf menyabet juara pertama dalam kompetisi Astra Road Safety Challenge."Pesan moral be

  • 9 bulan lalu

    Janda di Indragiri Hulu Semakin Banyak

    RENGAT (EKSPOSnews): Pasangan Suami Istri di Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau yang melakukan gugat cerai pada Januari - Maret tahun 2017 baru mencapai 267 kasus, sedangkan selama tahun 2016 men

  • tahun lalu

    Waduh, Pemerkosa Mahasiswi di Ambon Kok Hanya Divonis 5 Tahun?

    AMBON (EKSPOSnews): Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ambon menjatuhkan vonis lima tahun penjara terhadap pemerkosa seorang mahasiswi pada Mei 2018, Nawawi Ohorela alias Nawi yang berprofesi tukang o

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99