Senin, 17 Feb 2020
  • Home
  • Pojok
  • Merekonstruksi Pemerkosaan Mahasiswi UGM di Seram

Merekonstruksi Pemerkosaan Mahasiswi UGM di Seram

Oleh: marsot
Sabtu, 12 Jan 2019 06:18
BAGIKAN:
istimewa.
Seligkuh (ilustrasi).
YOGYAKARTA (EKSPOSnews): Tim penyidik dari Polda DIY akan melakukan rekonstruksi dan olah tempat kejadian perkara dugaan pemerkosaan mahasiswi Universitas Gadjah Mada saat KKN pada 2017 di Pulau Seram, Maluku, Senin (14/1).

Untuk mempersiapkan rekonstruksi kasus itu, pada pekan ini sejumlah tim penyidik Polda DIY telah berada di Maluku, kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY Komisaris Besar Polisi Hadi Utomo di Mapolda DIY, Jumat 11 Januari 2019.

"Pada hari Senin (14/1) saya menyusul mereka ke Maluku. Kami akan menyelesaikan masalah ini seterang-terangnya," kata Hadi Utomo.

Berkaitan dengan persiapan rekonstruksi itu, pada Jumat (11/1) pagi, penyidik Polda DIY memanggil kembali HS terlapor kasus dugaan pemerkosaan.

Terlapor kembali dimintai keterangan karena berdasarkan hasil pemeriksaan tim penyidik yang ada di Maluku ada beberapa hal yang masih perlu diperjelas langsung oleh HS.

Keterangan dari HS, kata dia, akan dituangkan ke dalam berita acara pemeriksaan (BAP) yang akan menjadi bahan untuk rekonstruksi di Maluku.

"Karena di sana (Maluku) kami akan melakukan suatu rekonstruksi, keterangan dia diperlukan. Rekonstruksi itu adalah bagian pemeriksaan karena ada yang kurang, dia kami panggil," katanya.

Menurut Hadi, sedianya dalam rekonstruksi itu tim berencana menghadirkan terlapor dan korban. Meskipun demikian, pihaknya kesulitan untuk menghadirkan keduanya.

"Akan tetapi, sekarang kami kesulitan, sangat tidak kooperatif, tetapi tidak apa-apa kami sudah biasa," katanya.

Selain memanggil HS, Kepala Bidang Humas Polda DIY AKBP Yulianto mengatakan bahwa penyidik juga memanggil tiga saksi lainnya yang berinsial S, BG, dan TF namun ketiganya tidak bisa hadir.

"Saksi sudah diperiksa 20, harusnya hari ini sudah 23 saksi. Namun, ada tiga saksi yang seharusnya cukup signifikan yang tidak bisa," katanya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • tahun lalu

    Lambannya Kasus Penangangan Pemerkosaan Mahasiswi UGM

    YOGYAKARTA (EKSPOSnews): Pimpinan Universitas Gadjah Mada mengakui telah lamban dalam merespons kasus dugaan pemerkosaan yang menimpa salah satu mahasiswi di kampus itu saat menjalani kuliah kerja nya

  • tahun lalu

    Pemerkosaan Mahsiswi UGM

    YOGYAKARTA (EKSPOSnews): Rektor Universitas Gadjah Mada Panut Mulyono yakin pihaknya mampu menyelesaikan kasus dugaan perkosaan yang dialami mahasiswinya secara adil meski tanpa melalui jalur hukum."S

  • tahun lalu

    Tim Gabungan Ringkus Pelaku Pemerkosaan

    BANJARMASIN (EKSPOSnews): Tim gabungan dari Polres Hulu Sungai Selatan di Kalimantan Selatan meringkus dua pelaku tindak pidana persetubuhan dengan kekerasan atau pemerkosaan.Pelaku berinisial E (24)

  • 2 tahun lalu

    Pemerkosaan di Halong

    BANJARMASIN (EKSPOSnews): Satuan Reskrim Polres Balangan menangani kasus dugaan. pemerkosaan yang terjadi di salah satu desa di Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Kalsel."Pelaku sudah kami amankan

  • 3 tahun lalu

    Pemerkosaan di Bengkulu Melonjak

    BENGKULU (EKSPOSnews): Yayasan Pusat Pendidikan dan Pemberdayaan Untuk Perempuan dan Anak (Pupa) Bengkulu mencatat dalam tempo enam bulan atau semester pertama 2017 telah terjadi 121 kasus pemerkosaan

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99