Rabu, 27 Mei 2020

Menggerebek Pelacuran di Malaysia

Oleh: marsot
Jumat, 22 Feb 2019 18:53
BAGIKAN:
istimewa.
Pelacur.
KUALA LUMPUR (EKSPOSnews): Departemen Imigrasi Malaysia (JIM) telah menggerebek satu tempat pelacuran di Bandar Puteri Puchong, Selangor, yang menjalankan aktivitas ilegal dengan menggunakan applikasi WeChat, Kamis malam (21/2). Menurut siaran pers JIM, operasi penertiban dilakukan oleh Unit Quick Response Team (QRT) Putrajaya mulai pukul 19.00 malam melibatkan 11 orang pegawai imigrasi.

Setelah tim sampai di lokasi mereka menemukan tempat tersebut penuh dengan CCTV dan juga pintu bermagnet yang dikendalikan melalui alat dari jarak jauh. Pintu ke tingkat dua dilindungi dengan cermin untuk mengelabuhi aparat melacak antara tingkat satu dan tingkat dua di tempat tersebut. Setelah tim buru sergap memasuki tingkat dua penjaga lalu mematikan alat untuk menghidupkan listrik dan lampu di tingkat dua sebagai peringatan untuk wanita warganegara asing yang berada di kamar-kamar bersama pelanggan. Tempat tersebut kerap dikunjungi oleh pelanggan-pelanggan warganegara asing seperti Belgia, Iran, Jepang, Korea dan sebagainya. Penjaga tempat tersebut mempunyai kode yang akan selalu berada di luar lokasi untuk mengawasi pergerakan aparat dan akan memberi informasi kepada pengelola tentang pergerakan tim buru sergap dan operasi. Tempat tersebut diduga disewa dan tidak mempunyai izin usaha yang sah dan beroperasi 24 jam sehari.

Tim imigrasi berhasil menahan sebanyak 18 orang warga asing yakni 10 wanita asal Vietnam dan lima wanita Indonesia, dua pria Myanmar selaku pekerja dan satu warga Malaysia yang menjadi penjaga tempat tersebut. Aktivitas pelacuran ini nekad beroperasi walaupun beberapa kali telah diserbu oleh pihak imigrasi sebelum ini. Sebanyak 11 orang pelanggan yang berada di dalam lokasi saat penggerebekan turut diberi surat peringatan untuk hadir memberi keterangan bagi membantu penyidikan.

Kesalahan mereka adalah menyalahgunakan izin, tidak memiliki dokumen identitas tinggal melebihi waktu dan lain-lain kesalahan yang melanggar Undang-Undang Imigrasi.

Semua tahanan ini akan ditempatkan di Depo Imigrasi Putrajaya untuk penyidikan dan proses lebih lanjut. Proses hukum dilakukan atas pelbagai kesalahan mengikuti Undang-Undang Perdagangan dan Anti Penyelundupan Migran (Atipsom), Undang-Undang Imigrasi 1959/1963, Undang-Undang Paspor 1966 dan Peraturan-Peraturan Imigrasi 1963.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 7 bulan lalu

    Sanksi Dagang untuk Malaysia?

    KUALA LUMPUR (EKSPOSnews): Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan negaranya, yang bergantung pada ekspor, dapat terkena sanksi perdagangan di tengah peningkatan proteksionisme yang terli

  • 10 bulan lalu

    Pejabat Malaysia Perkosa Seorang WNI

    JAKARTA (EKSPOSnews): Pemerintah Indonesia akan terus mengawal proses hukum atas kasus pemerkosaan terhadap seorang WNI oleh anggota DPRD Negara Bagian Perak, Malaysia.Langkah yang akan diambil pemeri

  • 12 bulan lalu

    2 Warga Malaysia Dibekuk karena Bawa Narkoba

    JAKARTA (EKSPOSnews): Dua Warga Negara asing (WNA) asal Malaysia berinisial MJ alias Gordon dan AT alias Jack serta satu orang Warga Negara Indonesia (WNI) berinisial DW ditangkap atas dugaan penyelun

  • 12 bulan lalu

    Menteri Perekonomian Malaysia Terlibat Skandal Seks?

    KUALA LUMPUR (EKSPOSnews): Menteri Perekonomian Malaysia Dato’ Seri Mohamed Azmin Ali membantah tudingan video porno sesama jenis terkait dirinya.“Saya merujuk kepada laporan media hari ini berhub

  • tahun lalu

    BNN Bongkar Jaringan Narkoba Malaysia-Indonesia

    MEDAN (EKSPOSnews): Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat dan BNN Provinsi Sumatera Utara mengamankan narkoba jenis sabu-sabu seberat 84 kg merupakan jaringan internasional Indonesia-Malaysia.Deputi Pe

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99