Rabu, 27 Mei 2020
  • Home
  • Pojok
  • Lapas Anak di Batam Dipenuhi Kasus Pencabulan

Lapas Anak di Batam Dipenuhi Kasus Pencabulan

Jumat, 19 Agu 2016 15:50
BAGIKAN:
ist
Prostitusi (ilustrasi).

BATAM (EKSPOSnews):Mayoritas narapidana anak yang dibina di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas IIB Kota Batam Kepulauan Riau terkait kasus kesusilaan dan pencabulan anak di bawah umur.

"Dari 41 anak binaan, yang paling banyak, 19 di antaranya terkait kasus perlindungan anak, kesusilaan, pencabulan," kata Kepala LPAK Kelas IIB Kota Batam, Ammam Saifulhaq di Batam, Jumat 19 Agustus 2016.

Sedang 22 anak lainnya terkait kriminal pencurian barang bermotor, penjambretan dan narkotika.

Ia mengatakan kasus kesusilaan dan pencabulan yang terjadi umumnys dipicu pergaulan bebas remaja.

"Mereka pacaran, janji ketemu terjadi hubungan yang terlalu jauh, bahkan hingga punya anak. Akhirnya salah satu pihak orang tua tidak berkenan, dan melapor ke yang berwajib, dan dikenakan UU Perlindungan Anak," jelas Ammam.

Narapidana anak kasus pencabulan itu berusia antara 15 tahun hingga 18 tahun.

Terpisah, Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Anak Kota Batam Setyasih Priherlina menyatakan dari segi hukum, anak yang terlibat dalam kasus pencabulan memang harus dihukum.

Namun, sejatinya, kata dia, setiap anak adalah korban. Termasuk anak lelaki pelaku pencabulan.

"Kami melihat ke anak, semua pelaku dan korban adalah korban. Siapa yang salah, orang tua. Orang tua ke duanya, baik lelaki dan perempuan," jelasnya.

Namun, ada baiknya bila masalah seperti itu diselesaikan secara musyawarah dua pihak, demi menyelamatkan nasib anak.

"Apa pun, penjara adalah keputusan terakhir bagi anak, tanpa meninggalkan haknya sebagai anak," katanya.

Anggota DPRD Kepri, Suryani menyatakan kondisi itu sangat memprihatinkan.

"Saya melihat mudahnya mengakses teknologi atau internet sebagai salah satu penyebabnya," kata perempuan yang juga pemerhati anak dan perempuan itu.

Sebab lainnya, adalah pergaulan bebas yang tidak mengenal batas norma etika dan agama.

"Maka pendidikan moral sejak dini harus ditanamkan, orang tua harus berperan aktif bersama-sama dalam proses pengasuhan," katanya. (ant)


  Berita Terkait
  • 12 bulan lalu

    Lahan di Batam Bisa Jadi Hak Milik

    BATAM (EKSPOSnews): Presiden Joko Widodo menyepakati dan menyetujui lahan seluas kurang dari 200 meter persegi bisa menjadi hak milik di Kota Batam, Kepulauan Riau."Kebijakan Presiden melalui aturan m

  • 12 bulan lalu

    Sertifikat Lahan untuk Kampung Tua di Batam

    BATAM (EKSPOSnews): Pemerintah akan menerbitkan sertifikat lahan untuk Kampung Tua di Kota Batam, Kepulauan Riau, kata Wali Kota Batam Muhammad Rudi.Ia menjelaskan di Batam, dengan kebijakan itu, maka

  • tahun lalu

    Membangun Jembatan Batam-Bintan

    BATAM (EKSPOSnews): Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo menjanjikan akan membangun jembatan dari Batam ke Bintan untuk mempermudah akses masyarakat di dua kota tersebut, saat berkampanye di Kota

  • tahun lalu

    Wacana Menghapus Sewa Lahan di Batam

    BATAM (EKSPOSnews): Dewan Kawasan Batam akan membahas rencana penghapusan uang wajib tahunan otorita (UWTO) atau iuran sewa lahan yang harus dibayar kepada Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas

  • tahun lalu

    Solar Cukup di Batam

    BATAM (EKSPOSnews): PT Pertamina (Persero) memastikan bahwa bahan bakar minyak solar bersubsidi tidak langka di Kota Batam, Kepulauan Riau, karena persediaannya masih mencukupi kebutuhan."Kami konfirm

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99