Minggu, 27 Mei 2018
  • Home
  • Pojok
  • Lapas Anak di Batam Dipenuhi Kasus Pencabulan

Lapas Anak di Batam Dipenuhi Kasus Pencabulan

Jumat, 19 Agu 2016 15:50
BAGIKAN:
ist
Prostitusi (ilustrasi).

BATAM (EKSPOSnews):Mayoritas narapidana anak yang dibina di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas IIB Kota Batam Kepulauan Riau terkait kasus kesusilaan dan pencabulan anak di bawah umur.

"Dari 41 anak binaan, yang paling banyak, 19 di antaranya terkait kasus perlindungan anak, kesusilaan, pencabulan," kata Kepala LPAK Kelas IIB Kota Batam, Ammam Saifulhaq di Batam, Jumat 19 Agustus 2016.

Sedang 22 anak lainnya terkait kriminal pencurian barang bermotor, penjambretan dan narkotika.

Ia mengatakan kasus kesusilaan dan pencabulan yang terjadi umumnys dipicu pergaulan bebas remaja.

"Mereka pacaran, janji ketemu terjadi hubungan yang terlalu jauh, bahkan hingga punya anak. Akhirnya salah satu pihak orang tua tidak berkenan, dan melapor ke yang berwajib, dan dikenakan UU Perlindungan Anak," jelas Ammam.

Narapidana anak kasus pencabulan itu berusia antara 15 tahun hingga 18 tahun.

Terpisah, Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Anak Kota Batam Setyasih Priherlina menyatakan dari segi hukum, anak yang terlibat dalam kasus pencabulan memang harus dihukum.

Namun, sejatinya, kata dia, setiap anak adalah korban. Termasuk anak lelaki pelaku pencabulan.

"Kami melihat ke anak, semua pelaku dan korban adalah korban. Siapa yang salah, orang tua. Orang tua ke duanya, baik lelaki dan perempuan," jelasnya.

Namun, ada baiknya bila masalah seperti itu diselesaikan secara musyawarah dua pihak, demi menyelamatkan nasib anak.

"Apa pun, penjara adalah keputusan terakhir bagi anak, tanpa meninggalkan haknya sebagai anak," katanya.

Anggota DPRD Kepri, Suryani menyatakan kondisi itu sangat memprihatinkan.

"Saya melihat mudahnya mengakses teknologi atau internet sebagai salah satu penyebabnya," kata perempuan yang juga pemerhati anak dan perempuan itu.

Sebab lainnya, adalah pergaulan bebas yang tidak mengenal batas norma etika dan agama.

"Maka pendidikan moral sejak dini harus ditanamkan, orang tua harus berperan aktif bersama-sama dalam proses pengasuhan," katanya. (ant)


  Berita Terkait
  • 15 jam lalu

    Tiket Gratis Mudik Lebaran dari Inalum-Pelni Ludes

    BATAM (EKSPOSnews): Sebanyak 1.000 tiket mudik gratis yang disediakan dua BUMN, PT Pelni (Persero) dan PT Inalum (Persero) rute Batam-Karimun-Medan habis dibagikan kepada masyarakat.Manager PR dan CSR

  • 2 minggu lalu

    Kunjungan Wisman ke Batam Berjalan Normal

    BATAM (EKSPOSnews): Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (Association of Indonesian Tours and Travel Agencies) menyatakan kunjungan wisatawan mancanegara ke Kota Batam Kepulauan Riau berjalan norm

  • 3 minggu lalu

    Orchard Park Batam Serahkan Sertifikat Bangunan

    JAKARTA (EKSPOSnews): PT Dimas Pratama Indah salah satu anak perusahaan dari PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) sebagai pengembang Orchard Park Batam melaksanakan serah terima Sertifikat Hak Guna Bangu

  • 4 minggu lalu

    Ini Penjelasan Lion Air Penerbangan Cengkareng-Batam

    BATAM (EKSPOSnews): Lion Air member of Lion Air Group menyampaikan informasi terkini mengenai penerbangan  bernomor  JT  374  rute  Bandar  Udara  Internasional 

  • 4 minggu lalu

    Angka Perceraian di Batam Tinggi

    BATAM (EKSPOSnews): Angka perceraian yang ditangani Pengadilan Agama Kota Batam Kepulauan Riau pada Januari-April 2018 sebanyak 808 kasus, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya."Se

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99