Kamis, 21 Sep 2017
  • Home
  • Pojok
  • Lapas Anak di Batam Dipenuhi Kasus Pencabulan

Lapas Anak di Batam Dipenuhi Kasus Pencabulan

Jumat, 19 Agu 2016 15:50
BAGIKAN:
ist
Prostitusi (ilustrasi).

BATAM (EKSPOSnews):Mayoritas narapidana anak yang dibina di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas IIB Kota Batam Kepulauan Riau terkait kasus kesusilaan dan pencabulan anak di bawah umur.

"Dari 41 anak binaan, yang paling banyak, 19 di antaranya terkait kasus perlindungan anak, kesusilaan, pencabulan," kata Kepala LPAK Kelas IIB Kota Batam, Ammam Saifulhaq di Batam, Jumat 19 Agustus 2016.

Sedang 22 anak lainnya terkait kriminal pencurian barang bermotor, penjambretan dan narkotika.

Ia mengatakan kasus kesusilaan dan pencabulan yang terjadi umumnys dipicu pergaulan bebas remaja.

"Mereka pacaran, janji ketemu terjadi hubungan yang terlalu jauh, bahkan hingga punya anak. Akhirnya salah satu pihak orang tua tidak berkenan, dan melapor ke yang berwajib, dan dikenakan UU Perlindungan Anak," jelas Ammam.

Narapidana anak kasus pencabulan itu berusia antara 15 tahun hingga 18 tahun.

Terpisah, Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Anak Kota Batam Setyasih Priherlina menyatakan dari segi hukum, anak yang terlibat dalam kasus pencabulan memang harus dihukum.

Namun, sejatinya, kata dia, setiap anak adalah korban. Termasuk anak lelaki pelaku pencabulan.

"Kami melihat ke anak, semua pelaku dan korban adalah korban. Siapa yang salah, orang tua. Orang tua ke duanya, baik lelaki dan perempuan," jelasnya.

Namun, ada baiknya bila masalah seperti itu diselesaikan secara musyawarah dua pihak, demi menyelamatkan nasib anak.

"Apa pun, penjara adalah keputusan terakhir bagi anak, tanpa meninggalkan haknya sebagai anak," katanya.

Anggota DPRD Kepri, Suryani menyatakan kondisi itu sangat memprihatinkan.

"Saya melihat mudahnya mengakses teknologi atau internet sebagai salah satu penyebabnya," kata perempuan yang juga pemerhati anak dan perempuan itu.

Sebab lainnya, adalah pergaulan bebas yang tidak mengenal batas norma etika dan agama.

"Maka pendidikan moral sejak dini harus ditanamkan, orang tua harus berperan aktif bersama-sama dalam proses pengasuhan," katanya. (ant)


  Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    Imigrasi Batam Tolak Ratusan Permohonan Paspor

    BATAM (EKSPOSnews): Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam selama Januari hingga Mei 2017 sudah menolak 293 permohonan pembuatan paspor karena terindikasi akan digunakan untuk bekerja secara ilegal di l

  • 4 bulan lalu

    Sembako Murah di Batam

    BATAM (EKSPOSnews): Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Nagoya Batam membagikan sembako murah kepada masyarakat, sebagai bagian program tanggung jawab sosial perusahaan menjelang Ramadh

  • 4 bulan lalu

    Batam Gandeng Kodim Rehabilitasi Rumah Warga Miskin

    BATAM (EKSPOSnews): Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau menggandeng Komando Distrik Militer (Kodim) 0316/Batam untuk ikut membantu pengerjaan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH)."Tahun ini pem

  • 6 bulan lalu

    BP Batam Dorong Industri Galangan Kapal

    BATAM (EKSPOSnews): Badan Pengusahaan (BP) Batam berkomitmen menumbuh kembangkan sektor industri galangan kapal secara luas melalui dukungan kebijakan dan iklim usaha yang kondusif."Industri galangan

  • 7 bulan lalu

    Polisi Selidiki Penculikan Anak di Batam

    BATAM (EKSPOSnews): Polresta Barelang Kota Batam masih menyelidiki dugaan penculikan pada seorang anak SD usia 10 tahun yang terjadi di Kawasan Batam Kota pada Senin pagi."Masih didalami, karena korba

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak