Minggu, 23 Feb 2020
  • Home
  • Pojok
  • Lambannya Kasus Penangangan Pemerkosaan Mahasiswi UGM

Lambannya Kasus Penangangan Pemerkosaan Mahasiswi UGM

Oleh: alex
Sabtu, 08 Des 2018 04:57
BAGIKAN:
istimewa.
Universitas Gajah Mada (UGM).
YOGYAKARTA (EKSPOSnews): Pimpinan Universitas Gadjah Mada mengakui telah lamban dalam merespons kasus dugaan pemerkosaan yang menimpa salah satu mahasiswi di kampus itu saat menjalani kuliah kerja nyata (KKN) di Maluku pada 2017.

"UGM mengakui telah terjadi kelambanan dalam merespons peristiwa ini dan UGM meminta maaf atas kelambanan yang terjadi," kata Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Panut Mulyono saat jumpa pers di Gedung Pusat UGM, Yogyakarta, Jumat 7 Desember 2018.

Berdasarkan temuan tim investigasi internal yang dibentuk UGM, dapat disimpulkan bahwa telah terjadi dugaan pelecehan seksual yang dilakukan seorang mahasiswa KKN dengan mahasiswi KKN yang lain di Subunit 2 Nasiri, Kabupaten Seram Barat, Maluku, pada periode KKN Juli s.d. Agustus 2017.

Panut menyadari kelambanan dalam merespons kasus itu telah berdampak serius secara piskologis, finansial, maupun akademik bagi terduga penyintas maupun terduga pelaku.

"UGM menyadari masih adanya budaya menyalahkan korban dan budaya ini berdampak pada lambatnya pemenuhan hak-hak korban," katanya.

Meski demikian, Panut mengatakan bahwa UGM sejauh ini telah melakukan langkah-langkah strategis untuk menyelesaikan kasus tersebut. Sejumlah upaya itu, antara lain, membatalkan dan menarik terduga pelaku dari keikutsertaan dalam program KKN Juli s.d. Agustus 2017, membentuk tim pencari fakta yang bekerja di bawah koordinasi Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, serta membentuk komite etik.

"Komite ini saat ini sedang bekerja membuat rekomendasi kepada pimpinan universitas tentang penyelesaian kasus dugaan pelecehan seksual yang bersifat kompleks ini," kata Panut.

Menurut dia, pihaknya juga telah menugasi Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Teknik, Fakultas Psikologi, dan Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat untuk menjalankan rekomendasi yang dikeluarkan Tim Evaluasi KKN, khususnya dalam kepastian nilai KKN dan fasilitasi konseling pada terduga penyintas maupun terduga pelaku.

Atas terjadinya kasus itu, menurut Panut, UGM juga membentuk tim penyusun kebijakan pencegahan dan penanggulangan pelecehan seksual UGM. Tim tersebut saat ini sedang menyusun program-program terkait dengan pembenahan kelembagaan.

"UGM memahami kejadian ini secara mendalam dan belajar dari kesalahan untuk memperbaiki kehidupan kampus yang nirkekerasan," katanya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • tahun lalu

    Merekonstruksi Pemerkosaan Mahasiswi UGM di Seram

    YOGYAKARTA (EKSPOSnews): Tim penyidik dari Polda DIY akan melakukan rekonstruksi dan olah tempat kejadian perkara dugaan pemerkosaan mahasiswi Universitas Gadjah Mada saat KKN pada 2017 di Pulau Seram

  • tahun lalu

    Pemerkosaan Mahsiswi UGM

    YOGYAKARTA (EKSPOSnews): Rektor Universitas Gadjah Mada Panut Mulyono yakin pihaknya mampu menyelesaikan kasus dugaan perkosaan yang dialami mahasiswinya secara adil meski tanpa melalui jalur hukum."S

  • tahun lalu

    Tim Gabungan Ringkus Pelaku Pemerkosaan

    BANJARMASIN (EKSPOSnews): Tim gabungan dari Polres Hulu Sungai Selatan di Kalimantan Selatan meringkus dua pelaku tindak pidana persetubuhan dengan kekerasan atau pemerkosaan.Pelaku berinisial E (24)

  • 2 tahun lalu

    Pemerkosaan di Halong

    BANJARMASIN (EKSPOSnews): Satuan Reskrim Polres Balangan menangani kasus dugaan. pemerkosaan yang terjadi di salah satu desa di Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Kalsel."Pelaku sudah kami amankan

  • 3 tahun lalu

    Pemerkosaan di Bengkulu Melonjak

    BENGKULU (EKSPOSnews): Yayasan Pusat Pendidikan dan Pemberdayaan Untuk Perempuan dan Anak (Pupa) Bengkulu mencatat dalam tempo enam bulan atau semester pertama 2017 telah terjadi 121 kasus pemerkosaan

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99