Selasa, 18 Jun 2019
  • Home
  • Pojok
  • Korban Pelecehan Oknum Dosen USU Diminta Melapor

Korban Pelecehan Oknum Dosen USU Diminta Melapor

Oleh: alex
Selasa, 28 Mei 2019 05:00
BAGIKAN:
istimewa.
Pelecehan seks.
MEDAN (EKSPOSnews): Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Runtung Sitepu, menyarankan mahasiswi yang menjadi korban dugaan pelecehan yang dilakukan oknum dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) USU, segera melapor kepada rektorat.

"Siapa saja mahasiswa yang menjadi korban pelecehan agar membuat laporan, dan kita akan proses secara hukum," kata Runtung ketika ditemui wartawan di Gedung USU, Medan, Senin 27 Mei 2019.

Kasus pelecehan itu, menurut dia, tidak boleh terjadi di lingkungan perguruan tinggi negeri, karena akan merusak nama baik USU.

"Sehubungan dengan itu, mahasiswi maupun orang tua harus membuat laporan secara tertulis. Melalui laporan tersebut akan dilakukan pengusutan," ujar Runtung.

Ia menyebutkan, diduga banyak mahasiswi USU yang mengalami kasus pelecehan, tetapi enggan melaporkan kasus yang dialaminya tersebut.

"Saya akan tunggu laporan dari mahasiswi maupun pihak keluarga," ucap mantan Dekan Fakultas Hukum USU itu.

Sebelumnya, desakan penyelesaian kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan oknum dosen di FISIP USU terus bergulir dan kali ini giliran mahasiswa yang menggeruduk kampus yang dipimpin oleh Dekan Muryanto Amin.

Mahasiswa yang berunjuk rasa menamakan Mahasiswa Bersatu Universitas Sumatera Utara (Mabesu) terdiri dari mahasiswa dari berbagai fakultas dan lintas organisasi.

Sebelum ke Kampus FISIP USU, mahasiswa melakukan "longmarch" dari Pintu 2 USU. Melakukan orasi terbuka dan memajang poster protes terhadap kampus yang terkesan melakukan pembiaran dengan kasus pelecehan seksual itu.

"Kami mendesak agar kampus memberikan sanksi tegas kepada dosen HS yang telah melakukan tindak asusila. Jika tidak dilakukan, akan menjadi catatan buruk USU sebagai universitas negeri,” kata Gubernur Pemerintahan Mahasiswa (Pema) FISIP USU Harry Cahya Pratama Purwanto dalam orasinya.

Dalam aksi itu, Mabesu menuntut agar dosen tersebut dipecat dari kampus sehingga dapat memberikan efek jera.

Dekan FISIP USU Muryanto Amin yang ditemui di kantornya mengaku serius menangani kasus itu, dan ia juga menyarankan jika ada korban lainnya bisa membuat laporan tertulis.

"Kalau ada lebih dari satu korban, tolong buat laporan tertulis. Saya akan jamin kerahasiaan identitasnya,” ujarnya.

Menurutnya, sanksi bisa diberikan jika ada bukti pendukung untuk membuktikan kasus pelecehan seksual tersebut.

Muryanto mengatakan, sangat sulit untuk mengumpulkan bukti"bukti kasus pelecehan seksual yang dilakukan HS. Karena itu dia meminta agar dibuat laporan tertulis. 

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    Dosen USU Dituntut Setahun Penjara

    MEDAN (EKSPOSnes): Seorang oknum dosen Universitas Sumatera Utara (USU) Himma Dewiyana Lubis (45) dituntut pidana penjara selama 1 tahun dengan denda Rp10 juta subsider 3 bulan dalam sidang di PN Meda

  • 10 bulan lalu

    Korban Pelecehan Seks Perlu Pendampingan

    GORONTALO (EKSPOSnews): Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) melakukan pendampingan kepada tiga orang korban pelecehan oleh oknum honorer Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (D

  • 12 bulan lalu

    Ada Penumpang KM Sinar Bangun Selamat Tak Melapor?

    PARAPAT (EKSPOSnews): Tim gabungan Basarnas menduga ada penumpang KM Sinar Bangun yang selamat namun tidak melapor ke posko terpadu.Di sela-sela proses pencarian dari Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Sima

  • tahun lalu

    Dosen USU Penyebar Ujaran Kebencian Dinonaktifkan

    MEDAN (EKSPOSnews): Kepolisian Daerah Sumatera Utara saat ini masih memeriksa oknum dosen dan Kepala Perpustakaan Universitas Sumatera Utara (USU) berinisial HDL diduga melakukan tindak pidana ujaran

  • tahun lalu

    Dosen USU Diciduk karena Posting Ujaran Kebencian

    MEDAN (EKSPOSnews): Personil Direktorat Krimsus Subdit Cybercrime Polda Sumatera Utara mengamankan oknum Dosen Ilmu Perpustakaan di Universitas Sumatera Utara, berinisial HDL, karena diduga melakukan

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99