Sabtu, 20 Okt 2018
  • Home
  • Pojok
  • Kepala Desa yang Selingkuh Diberhentikan

Kepala Desa yang Selingkuh Diberhentikan

Oleh: Jallus
Kamis, 07 Des 2017 04:40
BAGIKAN:
istimewa.
Selingkuh (ilustrasi).
NEGARA (EKSPOSnews): Kepala desa atau perbekel Tukadaya, Kabupaten Jembrana, Bali direkomendasikan oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat untuk diberhentikan oleh bupati karena kasus perselingkuhan.

"Surat rekomendasi tersebut sudah kami kirimkan ke bupati tanggal 9 November lalu. Sesuai aturan, surat itu harus dijawab paling lambat selama 30 hari, sehingga kami menunggu sampai tanggal 9 Desember nanti," kata Ketua BPD Tukadaya Ketut Suadia, saat menerima kedatangan belasan warga yang menanyakan tindaklanjut dari kasus perselingkuhan MBU selaku perbekel, Rabu 6 Desember 2017.

Ia mengatakan, sebelum membuat surat rekomendasi pemberhentian, pihaknya terlebih dulu memanggil perbekel untuk menanyakan kebenaran informasi di masyarakat, kalau yang bersangkutan kepergok di dalam mobil saat malam hari bersama istri orang lain.

Menurutnya, MBU mengakui hal tersebut, bahkan pengakuan itu dituangkan dalam bentuk surat pernyataan, yang kemudian menjadi salah satu bukti dari BPD untuk merekomendasikan pemberhentian perbekel.

Kepada 14 masyarakat yang hadir, ia mengatakan, sesuai dengan peraturan daerah, BPD tidak bisa membuat keputusan untuk memberhentikan perbekel, namun hanya bisa merekomendasikan kepada bupati selaku pejabat yang memiliki wewenang memberhentikan perbekel.

"Kami juga pelajari pasal-pasal dalam peraturan daerah yang mengatur soal perbekel, dan memang kami menemukan yang bersangkutan melakukan beberapa hal yang dilarang," katanya.

Kepada masyarakat ia berjanji, jika sampai tanggal 9 Desember Pemkab Jembrana belum memberikan jawaban, pihaknya akan mengirimkan surat kedua dengan rekomendasi yang sama.

Made Sumerta, anggota BPD Tukadaya mengatakan, sebelum bersurat ke bupati, lembaganya sudah melakukan pendekatan kepada perbekel agar mengundurkan diri sebagai bentuk pertanggungjawaban atas prilakunya.

"Karena yang bersangkutan tidak mau mengundurkan diri, kami menggelar rapat dan memutuskan membuat surat rekomendasi pemberhentian," katanya.

Gusti Putu Suryadi, salah seorang warga mengatakan, kasus perbekel Desa Tukadaya ini harus mendapatkan keputusan yang jelas, tanpa melihat siapa maupun jumlah warga yang keberatan dengan prilaku perbekel.

Ia mengatakan, mengajak istri orang pada malam hari berduaan dalam mobil jelas perbuatan yang salah, apalagi pada salah satu point pernyataan perbekel ia mengatakan, tidak akan mengulangi berduaan dengan istri orang lain tersebut termasuk melakukan perbuatan asusila.

"Dalam point ketiga pernyataannya dijelaskan apa-apa tindakan asusila itu. Kalau ia menyatakan tidak akan mengulangi, berarti pernah melakukan," katanya.

Usai pertemuan dengan warga, Suadia bersama anggotanya mengatakan, pihaknya masih memiliki bukti otentik yang belum dilampirkan pada surat rekomendasi pemberhentian yang dikirim ke bupati.

Ia menunjukkan, transkrip percakapan lewat aplikasi handphone antara MBU dengan perempuan yang kepergok bersamanya di dalam mobil, yang saat dicetak sebanyak 17,5 lembar kertas HVS.

"Bukti ini belum kami lampirkan. Kalau Pak Bupati belum percaya mereka selingkuh, bukti percakapan lewat handphone ini sudah sangat kuat. Saya sendiri malu dan risih membacanya," katanya.

Sementara MBU saat dikonfirmasi mengatakan, terkait kasus ini dirinya sudah berinisiatif datang ke Inspektorat Pemkab Jembrana bahkan menyatakan siap mengundurkan diri.

Namun, menurutnya, sebagian besar masyarakat Desa Tukadaya masih menginginkan dirinya menjabat sebagai perbekel, bahkan banyak yang ingin datang ke kantor desa beramai-ramai menyatakan dukungan kepada dirinya.

"Justru kalau saya mengundurkan diri situasi desa kurang kondusif, karena pendukung saya tidak terima. Banyak yang ingin datang ke sini namun saya cegah," katanya.

Terkait rekomendasi BPD, ia mengatakan, sebenarnya dari 11 anggota lembaga tersebut hanya empat orang yang getol ingin dirinya mundur sebagai perbekel, sementara yang lain masih mendukungnya.

Namun karena anggota BPD yang mendukungnya tidak bisa banyak bicara, mereka hanya mengikuti saja meskipun tidak sepenuh hati.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    PDI Perjuangan Belum Sikapi Dugaan Perselingkuhan Anggotanya

    AMBON (EKSPOSnews): DPD PDI Perjuangan Maluku belum menyikapi laporan kasus dugaan perselingkuhan yang dilakukan seorang oknum anggota DPRD Kabupaten Maluku Tengah dari fraksi PDI Perjuangan berinisia

  • 2 bulan lalu

    Anggota DPRD Maluku Tengah Diduga Selingkuh

    AMBON (EKSPOSnews): Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan Maluku menyikapi laporan dugaan perselingkuhan anggota DPRD Kabupaten Maluku Tengah berinisial AT dengan membentuk tim investigasi."Untuk kasus

  • 3 bulan lalu

    Dosen Selingkuh di Semarang

    SEMARANG (EKSPOSnews): Oknum dosen Politeknik Negeri Maritim Indonesia (Polimarin) Semarang berinisial RBK dilaporkan ke polisi atas dugaan perselingkuhan dengan wanita lain yang diketahui masih bersu

  • 3 bulan lalu

    Kepala Desa Gugat Bupati Aceh Barat

    MEULABOH (EKSPOSnews): Ketua DPRK Aceh Barat, Provinsi Aceh, Ramli mendukung sikap kepala desa yang bermaksud menggugat bupati karena mendiskriminasi 25 kepala desa berupa pemecatan sepihak."Semua keu

  • 5 bulan lalu

    Pria Bunuh Selingkuhan Isterinya

    TAKENGON (EKSPOSnews): Polisi mengamankan ZMH (30), warga Kampung Pilar, Kabupaten Aceh Tengah, karena membunuh seorang pria yang diduga selingkuhan istrinya, Selasa dini hari Kapolres Aceh Tengah AKB

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99