Kamis, 17 Agu 2017
  • Home
  • Pojok
  • Kekerasan Seksual di Rejang Lebong Melonjak

Kekerasan Seksual di Rejang Lebong Melonjak

Oleh: Alex
Minggu, 11 Jun 2017 05:02
BAGIKAN:
istimewa
Kekerasan seksual.
REJANG LEBONG (EKSPOSnews): Pejabat Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan P2KB Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu menyebutkan kasus kekerasan seksual yang terjadi di daerah itu mencapai 16 kasus.

Menurut keterangan Sekretaris DP3A dan P2KB) Rejang Lebong, Nunung Trimulyanti, di Rejang Lebong, kasus kekerasan seksual yang terjadi dalam 15 kecamatan di Rejang Lebong terhitung Januari-Mei sebanyak 16 kasus, dimana korbannya didominasi oleh kalangan remaja dan anak dibawah umur.

"Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Rejang Lebong ini dalam lima bulan terakhir dari Januari sampai Mei 2017 sudah ada 16 kasus, jumlah ini kami nilai sangat tinggi," katanya, Sabtu 10 Juni 2017.

Dijelaskan dia, kasus kekerasan seksual ini merupakan bagian dari data korban kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi di Kabupaten Rejang Lebong yang sampai saat ini mencapai 72 kasus, dimana jumlah ini termasuk tertinggi di Provinsi Bengkulu.

Dari jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak ini terdiri dari kasus kekerasan fisik terjadi pada anak laki-laki sebanyak tujuh kasus, kemudian kekerasan terhadap perempuan 44 kasus. Seterusnya korban psikis satu kasus, korban kekerasan seksual 16 kasus dan penelantaran anak sebanyak empat kasus.

Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di daerah itu tambah dia, 80 persen pelakunya adalah orang-orang terdekat dengan korban seperti teman sekolah, teman bermain, tetangga hingga keluarga.

Untuk meminimalisasi tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak ini pihaknya terus mengupayakan penurunan kasus dengan turun kelapangan mencari informasi penyebab kejadian hingga memberikan sosialiasi kepada masyarakat termasuk mengoptimalkan peran lembaga perlindungan anak (LPA).

Penanganan masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak ini kata dia, salah satu solusinya bisa dilakukan dari tingkat bawah yakni masyarakat, melalui pendekatan agama, peningkatan pemahaman dan pengetahuan dan sebagainya serta dengan mendirikan kampung keluarga berencana (KB), serta peran masyarakat setempat.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 bulan lalu

    Perempuan Rentan Alami Kekerasan Seksual di Tempat Kerja

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mengungkapkan bahwa perempuan rentan mengalami berbagai bentuk kekerasan seksual di tempat kerja.Beberapa sek

  • 6 bulan lalu

    Pelaku Kekerasan Seksual Terhadap Anak Ternyata Didominasi Orang Dekat

    MUKOMUKO (EKSPOSnews): Pejabat Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pemerintah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu mengungkapkan para pelaku kekerasan seksual terhadap anak di bawah u

  • 7 bulan lalu

    Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan di Sumbar Melonjak

    PADANG (EKSPOSnews): Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Nurani Perempuan Sumatera Barat mencatat sebanyak 104 kasus kekerasan terhadap perempuan sepanjang 2016 atau terjadi peningkatan sebanyak 23,2

  • 9 bulan lalu

    Kekerasan Seksual Terhadap Anak Semakin Mengerikan

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Direktur Kesehatan Reproduksi BKKBN, Hitima Wardhani, mengungkapkan korban kejahatan seksual anak di Indonesia terus meningkat, bahkan sekali dua jam anak perempuan dan laki

  • 11 bulan lalu

    Kekerasan Seksual di Lebak Luar Biasa

    LEBAK (EKSPOSnews): Kasus kekerasan seksual di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, memprihatinkan karena pelaku dan korban yang sama-sama usia anak-anak. "Kami terus mengoptimalkan sosialis

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak