Sabtu, 26 Mei 2018
  • Home
  • Pojok
  • Kekerasan Seksual di Rejang Lebong Melonjak

Kekerasan Seksual di Rejang Lebong Melonjak

Oleh: Alex
Minggu, 11 Jun 2017 05:02
BAGIKAN:
istimewa
Kekerasan seksual.
REJANG LEBONG (EKSPOSnews): Pejabat Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan P2KB Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu menyebutkan kasus kekerasan seksual yang terjadi di daerah itu mencapai 16 kasus.

Menurut keterangan Sekretaris DP3A dan P2KB) Rejang Lebong, Nunung Trimulyanti, di Rejang Lebong, kasus kekerasan seksual yang terjadi dalam 15 kecamatan di Rejang Lebong terhitung Januari-Mei sebanyak 16 kasus, dimana korbannya didominasi oleh kalangan remaja dan anak dibawah umur.

"Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Rejang Lebong ini dalam lima bulan terakhir dari Januari sampai Mei 2017 sudah ada 16 kasus, jumlah ini kami nilai sangat tinggi," katanya, Sabtu 10 Juni 2017.

Dijelaskan dia, kasus kekerasan seksual ini merupakan bagian dari data korban kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi di Kabupaten Rejang Lebong yang sampai saat ini mencapai 72 kasus, dimana jumlah ini termasuk tertinggi di Provinsi Bengkulu.

Dari jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak ini terdiri dari kasus kekerasan fisik terjadi pada anak laki-laki sebanyak tujuh kasus, kemudian kekerasan terhadap perempuan 44 kasus. Seterusnya korban psikis satu kasus, korban kekerasan seksual 16 kasus dan penelantaran anak sebanyak empat kasus.

Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di daerah itu tambah dia, 80 persen pelakunya adalah orang-orang terdekat dengan korban seperti teman sekolah, teman bermain, tetangga hingga keluarga.

Untuk meminimalisasi tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak ini pihaknya terus mengupayakan penurunan kasus dengan turun kelapangan mencari informasi penyebab kejadian hingga memberikan sosialiasi kepada masyarakat termasuk mengoptimalkan peran lembaga perlindungan anak (LPA).

Penanganan masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak ini kata dia, salah satu solusinya bisa dilakukan dari tingkat bawah yakni masyarakat, melalui pendekatan agama, peningkatan pemahaman dan pengetahuan dan sebagainya serta dengan mendirikan kampung keluarga berencana (KB), serta peran masyarakat setempat.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    Kekerasan Seksual Lebih Banyak Dilakukan Guru Olah Raga?

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisioner Bidang Pendidikan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti mengatakan kebanyakan kasus kekerasan seksual oleh oknum guru, dilakukan oleh guru mata pel

  • 2 bulan lalu

    Kekerasan Seksual Terhadap Anak Semakin Tinggi

    CIANJUR (EKSPOSnews): Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Cianjur, Jawa Barat, mencatat angka kekerasan terhadap anak dan kekerasan seksual lebih tinggi dibandingkan pada

  • 5 bulan lalu

    Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Tangerang Memprihatikan

    BANTUL (EKSPOSnews): Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa menyatakan prihatin atas kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Tangerang Provinsi Banten yang membawa puluhan korban bebera

  • 5 bulan lalu

    Kasus Kekerasan Seksual Anak di Lebak Melonjak

    LEBAK (EKSPOSnews): Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Lebak mencatat jumlah kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Lebak, Banten, pada 2017 meningk

  • 6 bulan lalu

    Kekerasan Seksual Didorong Pornografi

    JAKARTA (EKSPOSnews): Hasil penelitian Kementerian Sosial tentang kekerasan seksual anak terhadap anak menunjukan bahwa 41 persen kekerasan seksual terjadi karena terpapar pornografi."Jadi kekerasan s

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99