Kamis, 21 Mar 2019
  • Home
  • Pojok
  • Kekerasan Seksual Terhadap Anak Semakin Tinggi

Kekerasan Seksual Terhadap Anak Semakin Tinggi

Oleh: marsot
Sabtu, 17 Mar 2018 08:35
BAGIKAN:
istimewa.
kekeran seksual.
CIANJUR (EKSPOSnews): Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Cianjur, Jawa Barat, mencatat angka kekerasan terhadap anak dan kekerasan seksual lebih tinggi dibandingkan pada perempuan dewasa.

"Ini menjadi perhatian bersama untuk menekan kekerasan terhadap anak khususnya di wilayah Cianjur," kata Kepala Bidang Advokasi dan Penanganan Perkara P2TP2A Cianjur, Lidya Indayani Umar di Cianjur, Jumat 16 Maret 2018.

Dia merincikan, kasus yang tercatat di P2TP2A selama 2017, yaitu 31 kasus perdagangan orang, 30 kasus persetubuhan, dua kasus pencabulan dan dua kasus sodomi, sedangkan pada 2018, baru tercatat satu kasus pencabulan dan satu kasus persetubuhan serta kasus sodomi.

"Sementara kasus yang melibatkan perempuan dewasa baru ada tiga laporan kekerasan selama kurang lebih tiga bulan terakhir. Untuk menekan angka tersebut, kami tengah mengupayakan adanya kesetaraan gender pada kaum perempuan," katanya.

Namun di sisi lain perlindungan terhadap anak dinilai lebih diperlukan karena generasi saat ini ketika dirusak dengan kekerasan, maka di masa depan akan terus dibayangi trauma peristiwa yang dialami saat kecil.

"Trauma akan menjadi penghambat SDM, sehingga perlu ada perlindungan terhadap anak agar tidak menjadi korban perdagangan, kekerasan seksual, apalagi sebagai korban sodomi," katanya.

Dia menambahkan, penghargaan tingkat Jawa Barat yang diperoleh P2TP2A Cianjur, sebagai P2TP2A Maju atau tetap berada di klaster A, menjadi pendorong untuk terus menekan angka kekerasan dan perdagangan orang terhadap anak serta perempuan.

"Setelah berhasil diakui dan mendapat penghargaan, kami semakin termotivasi. Terutama untuk menjalankan dan menemukan program inovatif ke depan untuk penanggulangan masalah kekerasan terhadap anak dan perempuan," katanya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Yogyakarta Berupaya Cegah Pernikahan Anak-Anak

    YOGYAKARTA (EKSPOSnews): Upaya Pemerintah Kota Yogyakarta mencegah pernikahan usia anak semakin kuat dengan terbitnya Peraturan Wali Kota Yogyakarta Nomor 7 Tahun 2019 tentang Pencegahan Perkawinan An

  • 2 minggu lalu

    Pemerkosa Anak di Aceh Dicambuk 170 kali

    NAGAN RAYA (EKSPOSnews): Majelis Hakim Pengadilan Mahkamah Syar'iyah Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh menjatuhi hukuman (uqubat) cambuk 170 kali kepada terdakwa MW (33) karena terbukti melakuk

  • 3 minggu lalu

    Pelaku Kekerasan Seksual Harus Dihukum Berat

    KUPANG (EKSPOSnews): Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Veronika Ata mengatakan, aparat penegak hukum harus berani menjatuhkan hukuman berat bagi para pelaku kekerasan

  • satu bulan lalu

    Awasi Tempat Tinggal Anak Terkena HIV

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) akan melakukan pengawasan terhadap tempat tinggal anak-anak yang mengidap HIV di Solo, Jawa Tengah.Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Re

  • satu bulan lalu

    Siapa Otak Dibelakang Penolakan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual?

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisioner Komnas Perempuan Mariana Amiruddin mengatakan bahwa tidak ada penolakan dari masyarakat sejak awal pembuatan draf hingga DPR berkomitmen mengesahkan Rancangan Undang-U

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99