Sabtu, 23 Mar 2019
  • Home
  • Pojok
  • Kekerasan Seksual Terhadap Anak Meningkat

Kekerasan Seksual Terhadap Anak Meningkat

Oleh: marsot
Kamis, 29 Nov 2018 02:20
BAGIKAN:
istimewa.
Korban cabul.
YOGYAKARTA (EKSPOSnews): Forum Perlindungan Korban Kekerasan Kota Yogyakarta mengemukakan, kekerasan seksual terhadap anak di daerah itu semakin mengkhawatirkan, sehingga semua pihak perlu melakukan tindakan pencegahan.

"Angka kekerasan yang dialami perempuan, khususnya kekerasan dalam rumah tangga sudah berkurang hingga 90 persen. Tetapi, yang cenderung mengalami kenaikan justru angka kekerasan seksual pada anak yang mencapai 200 persen pada akhir tahun lalu," kata Ketua Forum Perlindungan Korban Kekerasan Kota Yogyakarta, Tri Kirana Muslidatun di sela peringatan Hari Anti Kekerasan di Yogyakarta, Rabu 28 November 2018.

Pada 2017, total kasus kekerasan perempuan dan anak di Kota Yogyakarta tercatat 254 kasus, dan 17 di antaranya adalah kasus pelecehan seksual, delapan pencabulan, dan sembilan perkosaan serta sembilan kasus eksploitasi. Menurut dia, peningkatan kekerasan seksual pada anak tersebut dipicu oleh berbagai faktor di antaranya kemudahan anak mengakses internet sehingga mereka tanpa sengaja melihat konten-konten berisi pornografi dan kemudian mencontohnya.

"Mereka tidak memiliki pengetahuan dan bekal yang cukup untuk menyaring berbagai informasi dalam konten tersebut sehingga tidak menyadari bahwa tindakan yang mereka lakukan berakibat buruk," kata Tri Kirana.

Selain dilakukan antar sesama anak-anak, berusia di bawah 18 tahun, kekerasan terhadap anak juga dilakukan oleh orang yang lebih dewasa.

Jika penanganan kasus kekerasan seksual yang dilakukan antar sesama anak lebih diarahkan pada pendampingan, namun jika kasus kekerasan dilakukan oleh orang yang lebih dewasa, maka akan diselesaikan melalui jalur hukum.

"Sudah ada beberapa pelaku kekerasan seksual pada anak yang dihukum penjara. Sedangkan anak yang menjadi korban memperoleh pendampingan agar tidak trauma," katanya yang menyebut kekerasan pada anak bahkan menimpa anak usia empat tahun.

Guna menekan kasus kekerasan pada anak, khususnya kekerasan seksual, Tri Kirana menyebut, salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah dengan menggerakkan kader gender yang sudah dimiliki oleh tiap kelurahan di Kota Yogyakarta.

"Kader gender tersebut akan memberikan pendampingan ke sekolah dengan pendekatan sosial agar anak-anak memiliki pemahaman mengenai seksualitas sesuai dengan usia mereka," katanya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Masyarakat dan Perlindungan Anak Kota Yogyakarta Octo Noor Arafat mengatakan, salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk menekan kasus kekerasan seksual pada anak adalah membentuk sekolah ramah anak.

"Kami juga melakukan pemetaan kasus untuk mencegah berulangnya kasus di wilayah yang sama. Anak-anak di lokasi yang rawan juga diajari untuk bagaimana menjaga diri dan bersikap saat ada orang yang melakukan tindakan mengarah pada kekerasan seksual," katanya.

Selain itu, lanjut Octo, pencegahan kekerasan pada anak dapat dilakukan dengan penguatan kampung ramah anak dan penyelenggaraan program Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM). Saat ini, sudah ada 21 dari 45 kelurahan di Kota Yogyakarta yang memiliki PATBM.

"Harapannya, PATBM ini tidak bergerak saat ada kasus saja, tetapi bisa melakukan kampanye dan upaya pencegahan agar tidak ada kasus kekerasan pada anak," katanya.

Dalam peringatan Hari Anti Kekerasan, seluruh PATBM yang sudah terbentuk juga mendeklarasikan diri untuk melakukan kampanye anti kekerasan di wilayah masing-masing.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Yogyakarta Berupaya Cegah Pernikahan Anak-Anak

    YOGYAKARTA (EKSPOSnews): Upaya Pemerintah Kota Yogyakarta mencegah pernikahan usia anak semakin kuat dengan terbitnya Peraturan Wali Kota Yogyakarta Nomor 7 Tahun 2019 tentang Pencegahan Perkawinan An

  • 2 minggu lalu

    Pemerkosa Anak di Aceh Dicambuk 170 kali

    NAGAN RAYA (EKSPOSnews): Majelis Hakim Pengadilan Mahkamah Syar'iyah Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh menjatuhi hukuman (uqubat) cambuk 170 kali kepada terdakwa MW (33) karena terbukti melakuk

  • 3 minggu lalu

    Pelaku Kekerasan Seksual Harus Dihukum Berat

    KUPANG (EKSPOSnews): Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Veronika Ata mengatakan, aparat penegak hukum harus berani menjatuhkan hukuman berat bagi para pelaku kekerasan

  • satu bulan lalu

    Awasi Tempat Tinggal Anak Terkena HIV

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) akan melakukan pengawasan terhadap tempat tinggal anak-anak yang mengidap HIV di Solo, Jawa Tengah.Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Re

  • satu bulan lalu

    Siapa Otak Dibelakang Penolakan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual?

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisioner Komnas Perempuan Mariana Amiruddin mengatakan bahwa tidak ada penolakan dari masyarakat sejak awal pembuatan draf hingga DPR berkomitmen mengesahkan Rancangan Undang-U

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99