Selasa, 13 Nov 2018
  • Home
  • Pojok
  • Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan di Bengkulu Menonjol

Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan di Bengkulu Menonjol

Oleh: Jallus
Selasa, 04 Sep 2018 14:15
BAGIKAN:
istimewa.
Kekerasan.
BENGKULU (EKSPOSnews): Kepolisian Daerah Bengkulu telah menangani sebanyak 86 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dalam kurun Januari hingga Agustus 2018.

"Ada tren penurunan jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak bila dibandingkan dengan jumlah kasus yang ditangani tahun 2016 dan 2017," kata Kepala Kepolisian Daerah Bengkulu, Brigjen Pol Coki Manurung di Bengkulu, Selasa 4 September 2018.

Ia mengatakan penurunan kasus tersebut tidak terlepas dari peran para polisi wanita (Polwan) yang fokus pada penanganan kasus-kasus kekerasan yang dialami oleh para perempuan dan anak-anak.

Secara khusus Kapolda juga mengapresiasi kinerja anggota Polwan Bengkulu yang telah menuntaskan 15 kasus selama penyidikan."Dua orang Polwan sudah ditugaskan di Kamtibmas, salah satu dari mereka sudah ada pendidikan PPA dan sudah 15 kasus diselesaikan dalam penyidikan," ujarnya.

Dalam menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah yang menangani sehingga kasus-kasus yang terjadi diarahkan untuk diproses secara hukum. Penyelesaian kasus secara hukum menurut Kapolda diharapkan memberi efek jera kepada pelaku kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Beberapa kasus yang telah ditempuh lewat jalur damai juga tetap dapat dilakukan penyidikan lebih lanjut.

"Kasus asusila ini cukup menjadi perhatian kepolisian dan kami harapkan dukungan dari masyarakat sehingga tidak ada lagi korban-korban kekerasan terutama bagi perempuan dan anak," kata dia.

Sementara data yang dimiliki Polda Bengkulu menyebutkan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang ditangani pada 2016 sebanyak 225 kasus, tahun 2017 sebanyak 222 kasus, dan tahun 2018 hingga bulan Agustus sebanyak 86 kasus. 

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • satu minggu lalu

    Putus Mata Rantai Kekerasan Dalam Rumah Tangga

    JAKARTA (EKSPOSnews): Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak(PPPA) Yohana Susana Yembise meminta kaum muda sebagai calon ibu dan ayah dapat berperan memutus mata rantai kekerasan dalam r

  • satu minggu lalu

    Kekerasan Dalam Rumah Tangga Diawali Stres

    JAKARTA (EKSPOSnews): Psikolog Elizabeth T. Santoso mengemukakan bahwa kasus kekerasaan dalam rumah tangga semakin meroket ditengarai dipicu oleh stres, di antaranya, kasus pembunuhan satu keluarga ya

  • 4 minggu lalu

    6 TKI Korban Kekerasan di Korea Selatan

    GORONTALO (EKSPOSnews): Enam orang tenaga kerja Indonesia yang mengalami kekerasan selama bekerja di Korea Selatan, tiba di Gorontalo.Kedatangan enam orang tenaga kerja Indonesia (TKI) itu disambut ol

  • satu bulan lalu

    Kekerasan Terhadap Peremuan Masih Tinggi

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Pusat Pembelaan Hak-hak Perempuan "Women`s Crisis Centre" Palembang, Sumatera Selatan, prihatin kekerasan terhadap perempuan hingga kini masih sering terjadi."Berdasarkan data

  • satu bulan lalu

    Mengatasi Kekerasan Terhadap Perempuan

    BATURAJA (EKSPOSnews): Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan membentuk Forum Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) guna mengatasi masalah kekerasan terhadap kaum pe

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99