Rabu, 20 Jun 2018

Kasus Asusila di NTB

Oleh: alex
Jumat, 12 Jan 2018 05:21
BAGIKAN:
istimewa.
Cabul.
MATARAM (EKSPOSnews): Petugas Kepolisian Resor Mataram, Nusa Tenggara Barat, menangani kasus dugaan tindak pidana asusila atau pencabulan, pelimpahan penyidik Polsek Narmada Kabupaten Lombok Barat.

"Karena kasus ini berkaitan dengan tindak pidana asusila, maka tindak lanjut penanganannya sekarang ditangani unit PPA (perlindungan perempuan dan anak)," kata Kapolres Mataram AKBP Muhammad di Mataram, Kamis 11 Januari 2018.

Dalam proses penanganannya dikatakan bahwa pihak kepolisian telah menetapkan seorang tersangka berinisial JH (33), pria asal Narmada, Kabupaten Lombok Barat, yang diduga melakukan perbuatan asusila terhadap seorang korban berinisial SR (13).

Korban asal Sintung, Kabupaten Lombok Tengah, yang diketahui masih duduk di bangku SMP itu mendapat perlakukan buruk dari pelaku ketika sedang asyik berpacaran dengan pasangannya di sebuah rumah toko (ruko) kosong di wilayah Narmada.

"Ketika sedang duduk pacaran, tiba-tiba pelaku datang dari belakang dan langsung memeluk korban sampai berbuat senonoh. Pacarnya sempat memberikan perlawanan, tapi karena merasa tidak terima, akhirnya keluarga korban lapor polisi," ujarnya.

Berangkat dari laporan tersebut, pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan dan mengamankan JH dirumahnya di wilayah Narmada, Kabupaten Lombok Barat, pada Rabu (10/1) pagi.

JH kepada wartawan mengaku bahwa dirinya tidak melakukan seperti yang disampaikan Kapolres Mataram. Melainkan dia berniat akan membawa korban bersama pacarnya ke kepala dusun setempat.

"Jadi malam itu saya melihat mereka sedang berbuat mesum di tangga ruko kosong tempat saya jaga. Saya datangi dan ancam untuk lapor makanya mereka kabur pulang," kata JH.

Meski pengakuannya demikian, kasus yang menjerat JH sebagai pelaku tindak pidana asusila ini tetap menyangkakannya sebagai tersangka.

Berdasarkan alat bukti yang didapatkan pihak kepolisian, JH dikenakan Pasal 82 Ayat 1 Juncto Pasal 76E Undang-Undang RI Nomor 35/2014 tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 10 bulan lalu

    NTB dan NTT Bakal Jadi Sentra Produsen Garam

    MEDAN (EKSPOSnews): Persereoan Terbatas Garam (Persero) memproyeksikan Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat sebagai lokasi produksi garam nasional karena memiliki syarat yang dibutuhka

  • tahun lalu

    Kasus Asusila Jadi Perhatian Khusus

    PONTIANAK (EKSPOSnews): Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili akan memberi perhatian khusus seiring maraknya kasus asusila yang terjadi akhir-akhir ini di kabupaten tersebut."Kasus asusila yang marak menu

  • tahun lalu

    Astra Honda Motor Gandeng SMK di Nusa Tenggara Barat

    MATARAM (EKSPOSnews): PT Astra Honda Motor bersama Astra Motor Mataram, Nusa Tenggara Barat menggandeng sejumlah sekolah menegah kejuruan dalam mengembangkan kerja sama Kurikulum Teknik Sepeda Motor (

  • tahun lalu

    Kasus Asusila di Sambas

    PONTIANAK (EKSPOSnews): Polres Sambas mencatat hingga kini laporan atas kasus asusila di wilayah kerjanya sudah sebanyak lima kasus. "Sejak awal tahun 2017 hingga hari ini sudah lima lapo

  • tahun lalu

    Kapolda NTB Diganti

    MATARAM (EKSPOSnews): Brigjen Pol Umar Septono dalam waktu dekat akan melepas jabatannya sebagai Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat karena mengemban tugas baru sebagai Kakor Shabara Bahar

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99