Kamis, 26 Apr 2018
  • Home
  • Pojok
  • Guru yang Diduga Mencabuli Muridnya Akan Dipecat

Guru yang Diduga Mencabuli Muridnya Akan Dipecat

Oleh: Jallus
Kamis, 22 Mar 2018 19:06
BAGIKAN:
istimewa.
Pelaku cabul.
SEMARANG (EKSPOSnews): Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu memastikan oknum guru sekolah dasar (SD) yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap siswinya ditindak tegas jika terbukti.

"Kasus ini sudah diproses, baik dari Pemerintah Kota Semarang melalui Inspektorat dan Dinas Pendidikan maupun Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Semarang," kata Ita, sapaan akrab Hevearita, di Semarang, Kamis 22 Maret 2018.

Seorang guru SD Negeri Karangayu 02 Semarang berinisial FO, dilaporkan ke Kepolisian Resor Kota Besar Semarang atas dugaan pelecehan seksual yang dilakukan terhadap anak didiknya, CJB (8), dan beberapa siswi lainnya.

Dari pengakuan korban, dugaan pelecehan seksual itu bermula ketika FO memanggil sejumlah siswi untuk masuk ke dalam kelas, kemudian mengunci pintu, dan meminta para siswi menanggalkan seragamnya.

Ita mengaku prihatin dengan terjadinya kasus pelecehan seksual terhadap anak yang terjadi di lingkungan pendidikan itu, apalagi dugaan pelakunya adalah pendidik yang seharusnya menjadi panutan bagi siswanya.

"Serahkan semua ke Polrestabes, Inspektorat, dan Disdik. Kami ini kan sekarang dalam proses penyelidikan. Kami juga akan memberikan rekomendasi sanksi yang berat kepada si pelaku," ungkapnya.

Ditanya desakan untuk memecat oknum guru itu dari status pegawai negeri sipil (PNS), ia mengatakan Pemerintah Kota Semarang tetap memproses sesuai dengan aturan yang ada, yakni sesuai Undang-undang Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Kami tidak bisa serta merta pecat, tetap ada proses-prosesnya. Ini masih diproses oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Inspektorat. Yang jelas, kami pasti berikan sanksi tegas sesuai aturan kepegawaian," tegasnya.

Yang tidak kalah penting sekarang ini, kata dia, menyelamatkan anak atau korban yang masih berstatus pelajar agar semangat belajarnya terus tumbuh, yakni dengan melakukan pendampingan-pendampingan.

"Intinya, bagaimana selamatkan dulu si anak. Kami akan melakukan 'recovery' terhadap si anak sehingga terus memiliki semangat belajar yang tinggi. Jangan sampai mereka patah semangat dalam menggapai masa depan," kata Ita.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 13 jam lalu

    Kalbe Farma Latih Puluhan Guru

    KUPANG (EKSPOSnews): PT Kalbe Farma Tbk. (Kalbe) menggelar pelatihan sains bagi 70 guru ilmu pengetahuan (sains) di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur sekaligus mensosialisasikan berlangsungnya Kompetis

  • 3 hari lalu

    Indonesia Krisis Guru

    MALANG (EKSPOSnews): Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi mengakui kekurangan guru di sekolah-sekolah di Tanah Air menjadi permasalahan serius dalam dunia pendidikan di negeri ini."Setia

  • 6 hari lalu

    Dosen Asing Pacu Kualitas Pendidikan Tinggi Indonesia

    YOKYAKARTA (EKSPOSnews): Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Panut Mulyono berharap rencana pemerintah untuk mendatangkan 200 dosen asing tidak dipandang negatif, melainkan dimaknai sebagai ikhtiar p

  • 3 minggu lalu

    Perguruan Tinggi Diminta Bergabung untuk Meningkatkan Akreditasi

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengimbau pengurus yayasan yang memiliki perguruan tinggi swasta lebih dari satu dan mengalami kesulitan meningkatka

  • 4 minggu lalu

    Insentif Guru di Tangerang Tinggi

    TANGERANG (EKSPOSnews): Sekretaris Daerah Kota Tangerang Dadi Budaeri mengatakan insentif guru pegawai negeri sipil (PNS) di Kota Tangerang merupakan yang terbesar jumlahnya jika dibanding kota lain d

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99