Rabu, 12 Des 2018
  • Home
  • Pojok
  • Guru yang Diduga Mencabuli Muridnya Akan Dipecat

Guru yang Diduga Mencabuli Muridnya Akan Dipecat

Oleh: Jallus
Kamis, 22 Mar 2018 19:06
BAGIKAN:
istimewa.
Pelaku cabul.
SEMARANG (EKSPOSnews): Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu memastikan oknum guru sekolah dasar (SD) yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap siswinya ditindak tegas jika terbukti.

"Kasus ini sudah diproses, baik dari Pemerintah Kota Semarang melalui Inspektorat dan Dinas Pendidikan maupun Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Semarang," kata Ita, sapaan akrab Hevearita, di Semarang, Kamis 22 Maret 2018.

Seorang guru SD Negeri Karangayu 02 Semarang berinisial FO, dilaporkan ke Kepolisian Resor Kota Besar Semarang atas dugaan pelecehan seksual yang dilakukan terhadap anak didiknya, CJB (8), dan beberapa siswi lainnya.

Dari pengakuan korban, dugaan pelecehan seksual itu bermula ketika FO memanggil sejumlah siswi untuk masuk ke dalam kelas, kemudian mengunci pintu, dan meminta para siswi menanggalkan seragamnya.

Ita mengaku prihatin dengan terjadinya kasus pelecehan seksual terhadap anak yang terjadi di lingkungan pendidikan itu, apalagi dugaan pelakunya adalah pendidik yang seharusnya menjadi panutan bagi siswanya.

"Serahkan semua ke Polrestabes, Inspektorat, dan Disdik. Kami ini kan sekarang dalam proses penyelidikan. Kami juga akan memberikan rekomendasi sanksi yang berat kepada si pelaku," ungkapnya.

Ditanya desakan untuk memecat oknum guru itu dari status pegawai negeri sipil (PNS), ia mengatakan Pemerintah Kota Semarang tetap memproses sesuai dengan aturan yang ada, yakni sesuai Undang-undang Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Kami tidak bisa serta merta pecat, tetap ada proses-prosesnya. Ini masih diproses oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Inspektorat. Yang jelas, kami pasti berikan sanksi tegas sesuai aturan kepegawaian," tegasnya.

Yang tidak kalah penting sekarang ini, kata dia, menyelamatkan anak atau korban yang masih berstatus pelajar agar semangat belajarnya terus tumbuh, yakni dengan melakukan pendampingan-pendampingan.

"Intinya, bagaimana selamatkan dulu si anak. Kami akan melakukan 'recovery' terhadap si anak sehingga terus memiliki semangat belajar yang tinggi. Jangan sampai mereka patah semangat dalam menggapai masa depan," kata Ita.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Minat Terhadap Profesi Guru Tinggi

    MEDAN (EKSPOSnews): Minat masyarakat terhadap profesi guru tinggi yang diindikasikan dengan semakin banyaknya calon mahasiswa baru mendaftar ke Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), kata Rekt

  • 2 minggu lalu

    Dosen Cabul Hanya Divonis 1,4 Tahun Penjara

    BANDARLAMPUNG (EKSPOSnews): Hakim Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Lampung, menjatuhkan vonis 1,4 tahun penjara kepada Chandra Ertikanto, Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Un

  • 2 minggu lalu

    Guru Kementerian Agama Akan Terima Tunjangan Profesi

    SURABAYA (EKSPOSnews): Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan mulai 2019 ratusan ribu guru di bawah naungan Kementerian Agama akan menerima tunjangan profesi yang terbagi dalam enam klasifi

  • 2 minggu lalu

    Guru Mendidik dengan Hati

    KEDIRI (EKSPOSnews): Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar mengajak guru untuk mendidik anak-anak didiknya dengan sepenuh hati, sehingga mereka bisa belajar dengan bersemangat dan nyaman."Lingkungan pe

  • satu bulan lalu

    Mengirmkan Guru ke Malaysia

    JAKARTA (EKSPOSnews): Pemerintah mengirim 100 guru ke Malaysia untuk memperbaiki kualitas pendidikan bagi anak-anak tenaga kerja Indonesia (TKI), demikian keterangan tertulis KJRI Kota Kinabalu yang d

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99