Sabtu, 16 Des 2017

Guru Ngaji Perkosa Santri

Oleh: Alex
Sabtu, 17 Jun 2017 05:39
BAGIKAN:
istimewa
Pemerkosaan (ilustrasi).
TULUNGAGUNG (EKSPOSnews): Satreskrim Polres Tulungagung, Jawa Timur akhirnya menangkap seorang guru mengaji yang diduga telah memperkosa santri di bawah umur di salah satu pondok pesantren ternama di Tulungagung.

"Pelaku atas nama Mohammad Syaifuddin Zuhri (27), ditahan sejak Rabu (14/6) dengan sangkaan melakukan tindak pidana perkosaan dan pencabulan anak bawah umur," kata Kasubag Humas Polres Tulungagung AKP Saeroji, Jumat 16 Juni 2017.

Saat ini, tersangka Syaifuddin meringkuk di sel tahanan Mapolres Tulungagung. Tim penyidik dari unit perlindungan perempuan dan anak (UPPA) masih mempetrdalam kasus tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi berikut tersangka.

"Proses hukumnya memang lama, karena petugas hanya memiliki sati alat bukti, yaitu hasil visum dari rumah sakit," kata Saeroji.

Menurut Saeroji, lambannya proses penyidikan dikarenakan kondisi korban F yang labil saat dilakukan pemeriksaan awal.

Konsekuensinya, penyidik tidak begitu saja menggunakan keterangan korban F sebagai alat bukti.

Sebab F masih dalam keadaan trauma, sehingga keterangannya berubah-ubah. Sedangkan saksi-saksi yang diperiksa tidak mengetahui kejadian tersebut.

"Awalnya tersangka juga menyangkal pengakuan korban. Tapi pihak pondok pesantren kooperatif dengan kami, mereka membantu mengungkapkan kasus ini," ucap Saeroji.

Hasil penyelidikan dan keterangan para saksi, akhirnya mengerucut kepada Syaifuddin.

Apalagi kondisi kejiwaan korban dinyatakan sudah stabil. F bisa menjawab semua pertanyaan dengan jelas dan runtut, sehingga bisa dijadikan alat bukti.

"Begitu semua sudah lengkap, penyidik mendatangi pondok untuk menangkap pelaku. Saat ditangkap dia sedang di kamar, menghitung uang pembayaran SPP para santri," tutur Saeroji.

Saat ini Syaifuddin masih menjalani serangkaian pemeriksaan di UPPA Polres Tulungagung. Penyidik mencari kemungkinan ada korban-korban lain.

Syaifuddin akan dijerat Undang-undang Nomor 17 tahun 2016, tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman 15 tahun penjara.

Kasus yang menimpa F bermula saat siswi kelas V SD ini mengeluh tidak bisa buang air kecil dan kesakitan di bagian alat kewanitaannya sepulang dari ponpes pada masa libur sekolah/pemondokan.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • satu bulan lalu

    Guru Ngaji Cabuli Santrinya

    MATARAM (EKSPOSnews): Aparat Kepolisian Resor Mataram, Nusa Tenggara Barat, menangkap seorang guru "ngaji" berinisial SR (55), karena diduga telah mencabuli seorang santrinya yang masih usia belia.Kap

  • 7 bulan lalu

    Wah...Oknum Guru Ngaji Cabuli 4 Muridnya

    BANDARLAMPUNG (EKSPOSnews): Aparat Kepolisian Sektor Panjang, Polresta Bandarlampung menangkap oknum guru ngaji bernama Basuni (47) yang diduga telah melakukan pencabulan terhadap anak muridnya sebany

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99