Kamis, 23 Mei 2019
  • Home
  • Pojok
  • Gereja Katolik New York Cari Pinjaman Bayar Konpensasi Pelecehan Seks

Gereja Katolik New York Cari Pinjaman Bayar Konpensasi Pelecehan Seks

Oleh: Alex
Kamis, 02 Mar 2017 18:54
BAGIKAN:
istimewa
Pelecehan seks.
NEW YORK (EKSPOSnews): Gereja Katolik Roma di New York meminta izin untuk menguangkan hipotek senilai 100 juta dolar AS dari beberapa propertinya di Manhattan yang berharga untuk mendanai program kompensasi bagi orang-orang yang mengalami pelecehan seksual oleh para pastor.

Hal itu disampaikan oleh juru bicara Keuskupan Agung setempat pada Rabu. Keuskupan Agung mengatakan Oktober lalu bahwa mereka akan memberikan kompensasi bagi orang-orang yang menuduh para imam melecehkan mereka ketika masih anak-anak, termasuk mereka yang dilarang oleh statuta batasan pengajuan tuntutan hukum.

Dikatakan pada saat itu gereja akan mencari pinjaman untuk mendanai pembayaran, yang sedang diputuskan oleh dua arbiter independen.

Pada Senin, keuskupan agung mengajukan permohonan di pengadilan New York di Manhattan untuk meminta persetujuan hipotek satu tahun dari JPMorgan Chase atas tanah yang dimilikinya di belakang Katedral St. Patrick, tempat hotel Lotte, New York Palace Hotel berada.

Petisi itu diperlukan berdasarkan hukum New York yang mengatur penggunaan properti gereja, kata Joseph Zwilling, seorang juru bicara Keuskupan Agung dalam sebuah wawancara telepon.

"Karena kami telah memulai proses membayar kompensasi kepada para korban, Keuskupan Agung telah mengambil pinjaman jangka pendek ini untuk menutupi pembayaran," kata Zwilling.

Keuskupan Agung menerima aplikasi baru dari korban yang sebelumnya tidak datang melaporkan peristiwa yang dialaminya, dan keuskupan akan memerlukan sebuah pinjaman jangka panjang setelah mengetahui dengan lebih jelas total jumlah kompensasi pada akhir tahun ini, kata Zwilling.

Dalam tahap pertama dari program kompensasi, 144 orang yang sebelumnya telah mengadu mengalami pelecehan mengajukan klaim. Keuskupan Agung telah membuat 64 tawaran kompensasi sejauh ini, dan 44 kompensasi telah diterima, kata Zwilling.

Dia mengatakan Keuskupan Agung tidak akan membahas besaran pembayaran sampai program itu selesai.

Sebagian besar kasus pelecehan terjadi dua atau tiga dekade lalu. Seluruh pemimpin umat yang dituduh telah meninggal atau telah dikeluarkan dari tugas gereja setelah panel internal mengkaji tuduhan,kata Zwilling.

Keuskupan Agung meminta korban yang sebelumnya tidak melaporkan kasusnya untuk membuat klaim pada fase kedua dari program kompensasi itu. Para korban juga harus melaporkan tuduhan mereka pada polisi, kata Zwilling. Jika ada imam yang dituduh melakukan pelecehan seksual untuk pertama kalinya, mereka juga akan diteliti oleh panel internal, katanya.

Gereja Katolik telah bergulat selama bertahun-tahun dengan keluhan dari seluruh dunia bahwa beberapa pemimpin umat mereka melakukan pelecehan seksual pada anak-anak.

Pada Rabu, seorang penyintas terakhir pelecehan seksual yang bertugas di Komisi Kepausan untuk Perlindungan Anak di Bawah Umur Vatikan yang berusia tiga tahun berhenti dari posisinya. Ia menyalahkan keputusannya pada perlawanan "memalukan" para pejabat gereja.


Sumber: antara/reuters.

  Berita Terkait
  • 4 minggu lalu

    Dugaan Pelecehan Seksual Guru JIS Digugat Lagi

    JAKARTA (EKSPOSnews): Penggugat perdata kasus dugaan pelecehan seksual di Jakarta Intercultural School (JIS) senilai Rp1,7 triliun tak membacakan replik gugatannya di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Se

  • 2 bulan lalu

    Pelecehan Seksual di UIN Bandung

    BANDUNG (EKSPOSnews): Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung telah melimpahkan kasus dugaan pelecehan seksual yang terjadi di kampus tersebut kepada Inspektorat Jendral (Irjen) Kementerian Agama (Keme

  • 2 bulan lalu

    Polres Sampang Tangani Pelecehan Seksual

    SAMPANG (EKSPOSnews): Polres Sampang, Jawa Timur menangani kasus pelecehan seksual pada anak dibawah umur yang dilaporkan masyarakat ke institusi itu.Kepala Polres Sampang AKBP Budhi Wardiman mengatak

  • 6 bulan lalu

    Pelecehan Seksual UGM Tanggung Jawab Siapa?

    JAKARTA (EKSPOSnews): Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan penanganan terhadap kasus pelecehan seksual oleh dan kepada mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) sepen

  • 7 bulan lalu

    Seorang Menteri India Hadapi Tuduhan Pelecehan Seksual

    NEW DELHI (EKSPOSnews): Seorang menteri muda pemerintah India mengundurkan diri,  untuk menghadapi tuduhan melakukan pelecehan seksual terhadap belasan perempuan saat ia masih menjalani karier se

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99