Minggu, 19 Mei 2019

Dicabuli Lalu Dibunuh

Oleh: marsot
Kamis, 02 Mei 2019 05:29
BAGIKAN:
istimewa.
Korban cabul.
PONTIANAK (EKSPOSnews): Pihak Kepolisian Resort Sanggau, Kalimantan Barat, mengungkap kasus kematian seorang siswi SMP di Tayan Hulu , berinisial AT (16) yang dibunuh setelah sempat dicabuli oleh ayah tiri korban, RW (46).

Kapolres Sanggau AKBP Imam Riyadi didamping Kasat Reskrim AKP Haryanto dan ahli forensik di Dokkes Polda Kalbar, Monang Siahaan dalam press releasenya di Mapolres Sanggau, menuturkan, berdasarkan pengakuan tersangka RW, aksi keji dengan membunuh anak tirinya tersebut dilatarbelakangi merasa takut dilaporkan ke istri, karena sudah melakukan tindakan tak senonoh beberapa kali terhadap korban.

Perbuatan itu kembali dilakukan usai korban dijemput pulang sekolah di lokasi tanah urukan/timbunan yang tak jauh dari jalan raya.

"Tersangka ini bapak tiri korban. Menurut pengakuan tersangka. Dia kalap, saat korban meminta tanggungjawabnya. Sebab menurut korban masa depannya sudah hancur karena perbuatan tersangka. Nah, saat itu tersangka langsung membanting tubuh korban dan terjatuh dalam parit. Dan kemudian tersangka langsung memukul dengan batu besar. Selanjutnya tersangka menguburkan jasad korban," ungkap Kapolres, Rabu 1 Mei 2019.

Menurut dia, terungkapnya tindak pembunuhan itu bermula salah seorang warga bernama Januarius mencium aroma tak sedap saat melintas pada lokasi ditemukan jasad korban itu.

Kemudian warga itu mencari sumber aroma itu. Alangkah kagetnya dia, melihat ada telapak kaki hingga ke betis orang tersembul dari tanah. Saat ditemukan korban masih mengenakan seragam pramuka. Atas temuan tersebut, warga kemudian melapor ke Polsek Tayan Hulu.

Selanjutnya Polsek Tayan Hulu bersama Polres Sanggau langsung ke tempat kejadian perkara (TKP) guna melakukan olah TKP dan mengumpulkan barang bukti serta keterangan terhadap para saksi.

"Korban ditemukan warga pada Selasa (30/4). Dan saat itu sudah dinyatakan menghilang selama 3 hari. Kemudian terakhir dikabarkan mengikuti kegiatan pramuka di sekolah," timpalnya.

Dipaparkan mantan Kapolres Kapuas Hulu ini, ia berkoordinasi dengan Bid Dokkes Polda Kalbar yang telah melaksanakan otopsi terhadap korban.

Lalu melakukan pengumpulan barang bukti dan keterangan, termasuk dari pihak sekolah, teman dekat, kerabat dan ibu kandung korban dan ayah tiri korban diperoleh kesimpulan, tersangka RW lah pelakunya.

"Setelah kami melakukan pemeriksaan pelaku ini mengakui perbuatan. Pelaku inilah yang sering mengantar dan menjemput korban sekolah. Kronologis kejadian, usai dijemput dari sekolah, pelaku mengantar korban ke salah satu ladang warga. Disitu lah pelaku memperkosa korban," tuturnya.

Imam menegaskan, pelaku diancam dengan Undang - Undang perlindungan anak dengan ancaman hukuman seumur hidup. Kepada wartawan, RW mengaku alasannya membunuh karena takut korban membeberkan perbuatannya.

"Sekali saya pukul. Habis tu saya cekik," ujarnya. Ia mengaku menyesal telah membunuh anak tirinya. Saat ini, tersangka sudah diamankan di Mapolres Sanggau guna untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Tersangka bakal diancam pasal berlapis dengan ancaman hingga hukuman seumur hidup.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Pembunuhan Sadis di Aceh Utara

    LHOKSEUMAWE (EKSPOSnews): Polisi masih mendalami motif pelaku pembunuhan sadis yang menewaskan ibu dan dua anaknya, di Desa Ule Madon, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh.“Terh

  • 4 minggu lalu

    Pembunuh Sopir Daring di Sumsel Divonis Mati

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Dua terdakwa pembunuh sopir taksi online di Palembang, Sumatera Selatan divonis majelis hakim dengan hukuman mati karena dinilai melakukan perbuatan sadis yang terencana.Terdak

  • satu bulan lalu

    Agama Tak Pantas Dijadikan Alat Membunuh Manusia

    PALU (EKSPOSnews): Kepala Bidang Penelitian Forum Koordinasi Pencegaham Terorisme Sulawesi Tengah, Muhtadin Dg Mustafa mengatakan agama bukan alat dan tidak pantas dijadikan sebagai dasar atau alasan

  • 2 bulan lalu

    Hukum Berat Pembunuh Pendeta di Sumatera Selatan

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Aktivis Pusat Pembelaan Hak-hak Perempuan, Women's Crisis Center Palembang, meminta penyidik Reskrimum Polda Sumatera Selatan menghukum berat dua tersangka pembunuh calon

  • 2 bulan lalu

    Polisi Tembak Pembunuh Pendeta

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Pengurus Gereja Kristen Injil Indonesia (GKII) mengapresiasi keberhasilan tim Reskrimum Polda Sumsel mengungkap kasus pembunuhan calon pendeta Melinda Zidoni di kawasan perkebu

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99