Rabu, 27 Mei 2020

Artis Dipusaran Pelacuran

Oleh: marsot
Sabtu, 19 Jan 2019 04:58
BAGIKAN:
istimewa.
Pekerja Seks Komersial (PSK).
SURABAYA (EKSPOSnews): Dalam dua pekan ini Indonesia dihebohkan berita pengungkapan kasus pelacuran dalam jaringan (daring) yang diduga melibatkan satu artis ibu kota berinisial VA dan satu foto model berinisial AS oleh Polda Jawa Timur di sebuah hotel di Surabaya, Sabtu (5/1).

Saat penggerebekan itu, polisi setidaknya mengamankan lima orang, dua artis VA dan AS, dua manajemen dan satu germo yang ditetapkan sebagai tersangka. Selain heboh karena melibatkan artis ibu kota, masyarakat dikagetkan dengan tarif pelacuran tersebut.

Terungkap, pria hidung belang yang ingin menyewa VA harus merogoh uang sebesar Rp80 juta. Sementara model AS tarifnya berkisar Rp25 juta. Tak hanya itu, saat penyidikan, ditemukan fakta bahwa tidak hanya artis VA dan AS yang terlibat dalam praktik haram tersebut. Setidaknya 45 artis dan seratusan model yang dikendalikan germo ES dan TN.

Publik semakin dikagetkan ketika Polda Jatim mengungkap enam artis lain yang diduga terlibat bisnis tersebut. Dari enam artis, dua di antaranya merupakan mantan finalis Puteri Indonesia berinisial ML, BS, FG, RF, AC dan TP. Mereka terduga kuat terlibat praktik pelacuran berdasarkan bukti-bukti yang ada saat pemeriksaan ES dan TN.

Tarif yang dipatok bisnis ini sangat fantastis yakni di kisaran Rp25 juta paling murah hingga ratusan juta untuk sekali kencan.

Salah satu mantan finalis Puteri Indonesia berinisial FG memenuhi panggilan Polda Jatim pada Kamis (17/1) untuk diperiksa perihal keterlibatannya di bisnis itu. FG diperiksa 11 jam dari mulai pukul 13.00 hingga 00.13 WIB.

Dua DPO Germo Ditangkap Hingga saat ini ada lima orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka antara lain germo ES, TN, F dan W. Artis VA juga ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat pasal 27 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Eletronika (ITE) karena dengan sengaja mengeksplor gambar dan video untuk pelacuran daring serta diancam enam tahun penjara.

Dua germo, yakni F dan W baru saja tertangkap setelah beberapa hari masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Keduanya telah menjalani pemeriksaan untuk disingkronkan data digital dengan bukti-bukti yang didapat.

"Peran W ini sebagai fasilitator atas permintaan germo TN. Dari situ dia juga mengakses ke germo F untuk kemudian diterima oleh germo S. Posisi keempatnya sejajar. Dimana antarkeempatnya saling memenuhi untuk menyediakan pekerja seks," kata Yusep.

Polisi sendiri menegaskan akan terus mengembangkan kasus tersebut dengan menangkap dua terduga muncikari yang masuk DPO.

Bukan Kasus Baru Sejatinya, pelacuran di kalangan artis bukan berita baru. Beberapa tahun lalu polisi juga mengungkap praktik tersebut yang melibatkan artis AA dan menetapkan pria berinisial RA sebagai tersangka.

Di Surabaya, Polrestabes setempat, pernah membongkar kasus serupa yang melibatkan artis berinisial AS. Hal itu menunjukkan, bisnis pelacuran telah melibatkan banyak pihak di semua lapisan.

Penyedia dan Pemakai Perlu Dijerat Dengan fakta itu, selain pengungkapan siapa saja yang terlibat di dalamnya seperti germo dan artis, publik menantikan siapa pria "pemakai" jasa pelacuran artis. Pada kasus VA, polisi mengungkap penyewa VA adalah seorang pengusaha tambang di Lumajang, Jawa Timur keturunan Tionghoa berusia 45 tahun berinisial R.

Namun tetap saja, pria berinisial R hingga kini statusnya masih sebagai saksi dan belum juga ditampilkan. Hal itu lantaran tak ada regulasi ataupun undang-undang yang bisa menjeratnya sebagai tersangka.

"Tolong tunjukkan kepada saya apakah itu Undang-undang trafficking, apakah itu UU lainnya, sampaikan ke saya UU-nya, barang siapa laki-laki yang menggunakan prostitusi akan dihukum, tidak ada," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera.

Konsumen pelacuran bisa dijerat pidana dengan UU tentang perzinahan, namun syaratnya sang istri harus melapor, karena itu adalah delik aduan murni.

Mencermati kasus itu, Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur mendesak dibuatnya aturan agar pemberi dan pengguna jasa dalam kasus pelacuran dalam jaringan yang melibatkan artis dapat dipidana.

Ketua Umum MUI Jawa Timur KH Abdussomad Buchori saat mendatangi Mapolda Jatim di Surabaya, beberapa waktu lalu mengatakan, dalam penanganan kasus pelacuran selama ini, hanya germo atau muncikari yang dijerat, sedangkan pemberi dan pengguna jasa dibiarkan bebas.

"DPR RI harus segera membuatkan undang-undang yang bisa menjerat pemberi dan pengguna jasa prostitusi. Ini dimaksudkan agar mereka yang biasa menjajakan diri dan penggunanya bisa mendapat efek jera," kata Abdussomad.

Pembuatan UU yang dapat menjerat pemberi dan pengguna jasa pelacuran demi kepentingan masyarakat Jatim dan juga Indonesia Dengan kondisi seperti itu, selain tugas polisi untuk mengungkap tuntas kasus ini, DPR juga mempunyai pekerjaan rumah (PR) yang tidak kalah penting untuk segera merampungkan pembuatan Rancangan Undang-Undang (RUU) yang tidak hanya menjerat germo tapi juga pekerja dan juga penyewa untuk memberikan efek jera tak hanya bagi penjual tapi juga pekerja dan penikmatnya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 12 bulan lalu

    Sejumlah Artis Terkenal yang Maju dari Dapil VII Jatim Gagal ke Senayan

    SURABAYA (EKSPOSnews) Sebelum Pemilihan Umum 2019 digelar atau tepatnya saat musim kampanye, belasan artis nasional nyaris tiap akhir pekan datang ke Jawa Timur.Bukan promosi lagu atau judul film terb

  • tahun lalu

    Video Tak Senonoh Artis dan Atelit Terkenal Viral

    JAKARTA (EKSPOSnews0: Polda Metro Jaya menyatakan belum mendapatkan informasi mengenai video  masturbasi yang diduga dilakukan oleh sejumlah artis dan atlet pria ternama di Indonesia.Kabid Humas

  • tahun lalu

    Angka Partisipasi Pemilih di Sumut Tinggi

    MEDAN (EKSPOSnews): Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan partisipasi warga masyarakat di daerah itu, pada Pemilihan Umum Tahun 2019 cukup tinggi dan melebihi angka yang dicapai p

  • tahun lalu

    Vanessa Angel Sebagai Saksi Mucikari Artis

    SURABAYA (EKSPOSnews): Artis Vanessa Angel diperiksa sebagai saksi atas kasus dugaan prostitusi artis yang menjerat dua muncikari yaitu Endang Suhartini alias Siska dan Tentri Novanta di Pengadilan Ne

  • tahun lalu

    Mucikari Artis Jalani Sidang

    SURABAYA (EKSPOSnews): Dua orang muncikari artis Vanesa Angel yakni Endang Suhartini alias Siska dan Tentri Novanta menjalani sidang perdana yang berlangsung di Pengadilan Negeri Surabaya, Jawa Timur.

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99