Selasa, 22 Jan 2019
  • Home
  • Pojok
  • Ada 2 kasus Pelecehan Seks di Rumah Sakit National Hospital Surabaya

Ada 2 kasus Pelecehan Seks di Rumah Sakit National Hospital Surabaya

Oleh: alex
Sabtu, 27 Jan 2018 06:32
BAGIKAN:
istimewa.
Pelecehan seks.
SURABAYA (EKSPOSnews): Kepolisian Daerah Jawa Timur menyebut ada kasus pelecehan seksual lain di Rumah Sakit National Hospital Surabaya selain kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan oknum perawat berinisial J kepada pasien berinisial W.

"Di tahun 2017 bulan Agustus ada pelaporan di Polda Jatim, seorang calon perawat di Rumah Sakit National Hospital Surabaya melaporkan dugaan pelecehan seksual yang dilakukan dokter terhadapnya," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera di Surabaya, Jumat 26 Januari 2018.

Barung mengungkapkan, kasus tersebut melibatkan dokter berinisial R, dan telah didalami oleh pihaknya dengan melakukan pemanggilan terhadap saksi kunci, saksi yang mendukung guna membuka kasus ini termasuk dokter yang berinisial R.

Dia mengatakan, pihaknya sudah melakukan konfrontasi tapi belum memanggil secara hukum. Namun, dia berjanji secepatnya akan dilakukan pemanggilan dan semuanya tergantung hasil gelar perkara.

"Kasusnya, perawat yang akan masuk dilakukan perabaan pada organ tertentu, sekaligus melepas pakaian. Perabaan menyangkut sensitivitas korban dan menurut pelapor hanya dia," tuturnya.

Atas pelaporan itu, pihaknya telah melakukan langkah-langkah dengan meminta keterangan RS NH seperti apakah benar Standar Operasional Prosedur (SOP) apabila perekrutan seorang perawat dilakukan oleh dokter laki-laki. Selain itu, Polda Jatim juga memanggil beberapa tim ahli untuk menggelar perkara.

Sementara untuk kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan oknum perawat J kepada pasien W, Barung menyatakan pihak Polrestabes Surabaya sebelum adanya pelaporan oleh korban W sudah bergerak pada pukul 08.45 WIB untuk mengumpulkan bukti dan keterangan.

"Tersangka J sudah didapatkan. Polrestabes juga sudah menetapkan J sebagai tersangka," tambahnya.

Barung mempertanyakan "SOP" yang ada di RS tersebut, apakah pasien wanita yang dalam keadaan tidak berdaya karena anastesi diperbolehkan dilakukan pemindahan dari ruang UGD ke ruang perawatan oleh seseorang saja, yakni perawat laki-laki.

"Ini yang sedang digali. Kami menggali sesuai dengan standar formil dan materil. Ini sudah viral, bahkan sudah mencapai puluhan ribu kali membagi. Kami mengharapkan publik bersabar karena kepolisian akan mengungkap sepenuhnya, baik korban maupun SOP yang dilaksanakan RS NH," tuturnya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    Pelecehan Seksual UGM Tanggung Jawab Siapa?

    JAKARTA (EKSPOSnews): Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan penanganan terhadap kasus pelecehan seksual oleh dan kepada mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) sepen

  • 3 bulan lalu

    Seorang Menteri India Hadapi Tuduhan Pelecehan Seksual

    NEW DELHI (EKSPOSnews): Seorang menteri muda pemerintah India mengundurkan diri,  untuk menghadapi tuduhan melakukan pelecehan seksual terhadap belasan perempuan saat ia masih menjalani karier se

  • 3 bulan lalu

    Langkah Grab Mediasi Pelecehan Seks Dikecam

    JAKARTA (EKSPOSnews): Aktivis perempuan mengkritisi langkah GRAB Indonesia yang mengajak mediasi dengan mempertemukan mitra pengemudinya yang diduga melakukan pelecehan kepada penumpangnya.Aktivis Per

  • 4 bulan lalu

    Ketua Perindo Tual Diberhentikan karena Pelecehan Seks

    TUAL (EKSPOSnews): MI, Ketua Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Kota Tual resmi diberhentikan dari jabatannya, setelah Polres Maluku Tenggara menetapkan dirinya sebagai tersangka pelaku tindak pidan

  • 4 bulan lalu

    Pelecehan Seksual di Bangka Belitung

    TOBOALI (EKSPOSnews): Kepolisian Resor Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung menyelidiki kasus dugaan pelecehan seksual dengan jumlah korban 15 orang anak bawah umur di Dusun III, Desa Bangka Kota

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99