Selasa, 14 Agu 2018
  • Home
  • Pilkada
  • Dukungan Parpol Terhadap Calon dalam Pilkada Perlu Dibatasi

Dukungan Parpol Terhadap Calon dalam Pilkada Perlu Dibatasi

Oleh: alex
Sabtu, 17 Feb 2018 09:00
BAGIKAN:
istimewa.
Pilkada.
SEMARANG (EKSPOSnews): Ketua Program Magister Ilmu Politik FISIP Universitas Diponegoro Semarang Teguh Yuwono memandang perlu menyetop borong dukungan terhadap pasangan calon pada pemilihan kepala daerah agar peserta pilkada sedikitnya dua kontestan.

"Undang-Undang tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota yang menjadi landasan hukum pelaksanaan pilkada serentak pada tahun ini memang masih memberi peluang calon tunggal," kata Teguh Yuwono,  di Semarang, Sabtu 17 Februari 2018.

Teguh mengemukakan hal itu ketika merespons adanya calon tunggal pada pelaksanaan pilkada serentak pada 2018 di 171 daerah (13 provinsi, 115 kabupaten, dan 39 kota).

Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (vide infopemilu.kpu.go.id/pilkada2018/paslon) terdapat 10 daerah yang menyelenggarakan pilkada yang pesertanya hanya satu pasangan calon. Bahkan, di Pulau Jawa terdapat tiga daerah, yakni Kabupaten dan Kota Tangerang (Banten) serta Kabupaten Pasuruan (Jawa Timur).

Di Pulau Sulawesi juga terdapat tiga daerah yang peserta pilkada-nya hanya satu pasangan calon, yaitu Kabupaten Mamasa (Sulawesi Barat), Kabupaten Minahasa Tenggara (Sulawesi Utara), dan Kabupaten Enrekang (Sulawesi Selatan).

Di Pulau Sumatra terdapat dua daerah yang masyarakatnya bakal menerima surat suara dengan menampilkan satu foto pasangan calon dan kotak kosong, yakni Kota Prabumulih (Sumatera Selatan) dan Kabupaten Padang Lawas Utara (Sumatera Utara).

Begitu pula, masyarakat Kabupaten Tapin (Kalimantan Selatan) dan Kabupaten Jayawijaya (Papua) pada hari "H" pencoblosan pilkada serentak, 27 Juni 2018, bakal menentukan menang atau kalah pasangan calon tunggal di daerahnya.

Tampilnya pasangan calon tunggal di 10 daerah, menurut Teguh Yuwono, menunjukkan partai politik bukanlah petarung. Mereka takut kalah sebelum bertanding.

Agar tidak terulang lagi pada pilkada berikutnya, dia memandang perlu merevisi kembali Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota menjadi Undang-Undang.

Pasalnya, lanjut Teguh, UU No. 10/2016 tentang Perubahan Kedua atas UU No. 1/2015 tidak ada batas maksimum dukungan terhadap pasangan calon. Dalam Pasal 40 Ayat (1), parpol atau gabungan parpol dapat mendaftarkan pasangan calon jika telah memenuhi persyaratan perolehan paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPRD atau 25 persen dari akumulasi perolehan suara sah dalam Pemilu Anggota DPRD di daerah yang bersangkutan.

"Revisi UU pilkada ini lebih efektif ketimbang menunggu peran parpol yang hampir tidak mungkin, bahkan tidak akan efektif. Jadi, yang paling efektif adalah lewat regulasi dengan memuat batas maksimum dukungan terhadap pasangan calon," kata Teguh.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • satu bulan lalu

    Isran Noor-Hadi Mulyadi Menangkan Pilkada Kaltim

    SAMARINDA (EKSPOSnews): Pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor-Hadi Mulyadi memenangi Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) Kaltim 2018 berdasarkan penghitungan resmi Komisi Pemil

  • satu bulan lalu

    Edy Rahmayadi-Musa Resmi Menangkan Pilkada Sumut

    MEDAN (EKSPOSnews): Pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah dinyatakan sebagai pemenang pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara tahun 2018 berdasarkan rekapitulasi penghitungan suara yang d

  • satu bulan lalu

    Sutarmidji-Ria Norsan Pemenang Pilkada Kalbar

    PONTIANAK (EKSPOSnews): Pasangan nomor urut tiga, Sutarmidji-Ria Norsan berhasil unggul di sembilan kabupaten atau kota dari 14 kabupaten atau kota yang ada di Kalbar dalam Pemilihan Gubernur dan Waki

  • satu bulan lalu

    Khofifah Indar Parawansa - Emil Pemenang Pilkada Jawa Timur

    SURABAYA (EKSPOSnews): Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur menyatakan pasangan Khofifah Indar Parawansa - Emil Elestianto Dardak sebagai pemenang Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur setelah merampun

  • satu bulan lalu

    Ashari Tambunan-Ali Yusuf Siregar Menang Lawan Kotak Kosong

    LUBUKPAKAM (EKSPOSnews): Komisi Pemilihan Umum menetapkan pasangan Ashari Tambunan-Ali Yusuf Siregar sebagai pemenang pemilihan kepala daerah di Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara tahun 2018.Dalam

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99