Rabu, 27 Mei 2020

Anggaran Pilkada Tapanuli Tengah Meledak

Selasa, 21 Jun 2016 04:31
BAGIKAN:
PANDAN (EKSPOSnews): Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara, yang akan digelar tahun 2017 diperkirakan akan menyedot anggaran kurang lebih Rp40 miliar.

"Anggaran itu masing-masing untuk KPU sebesar Rp27,5 miliar, Panwas Rp9 miliar, dan sisanya untuk biaya pengamanan mengingat luasnya wilayah yang mencapai 20 kecamatan," kata Bupati Tapanuli Tengah, Sukran Tanjung di Pandan, Senin 20 Juni 2016.

Ia mengatakan, besarnya anggaran tersebut akan sia-sia dan terbuang percuma jika masyarakat Tapanuli Tengah tidak mampu memilih sosok pemimpin yang dapat membawa kemajuan pembangunan dan kesejahteraan di Tapteng.

Karena jika anggaran sebesar Rp 40 miliar  dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur, pastinya sudah sangat dirasakan masyarakat faedahnya.

Begitu juga jika dibagikan sebagai modal usaha bagi masyarakat, pastinya sudah mampu menghasilkan pengusaha-pengusaha kecil yang sejahtera.

Akan tetapi karena anggaran itu harus dialokasikan untuk biaya pelaksanaan pesta demokrasi pemilihan langsung bertajuk Pilkada sesuai aturan hukum di Indonesia, terpaksa anggaran tersebut harus dialokasikan.

"Kalau saja hanya dengan suit atau toss saja kita bisa memilih, sehingga biaya sebesar ini tidak keluar, pasti anggaran Rp 40 miliar itu sudah bisa kita manfaatkan. Tapi sayangnya tidak bisa, pasangan bupati harus dipilih rakyat secara langsung," katanya.

Agar anggaran yang dikeluarkan ini tidak sia-sia, ia mengajak masyarakat untuk lebih jeli dan lebih selektif dalam memilih pasangan calon yang dinilai mampu membawa daerah itu kearah kemajuan pembangunan yang lebih baik, masyarakat yang lebih sejahtera dan bermartabat.

"Saat ini banyak balon Bupati bermunculan, baik yang berasal dan berdomisili disini, putra daerah di perantauan dan bahkan tokoh dari luar daerah. Jika masyarakat terbuai, namun ternyata memilih sosok yang tidak amanah, maka masa depan Tapanuli Tengah minimal selama 5 tahun ke depan kemungkinan akan suram," katanya.

Untuk itu lanjut dia, pilihlah sosok calon bupati yang santun, amanah, dekat dengan masyarakat, tahu dan paham seluk beluk Tapanuli tengah hingga ke akar-akarnya, religius, nasionalis dan yang sudah berpengalaman.

Karena jika tidak, maka konsep pembangunan yang sudah dimulai oleh bupati-bupati sebelumnya akan mentah kembali dan sia-sia, proses pembangunan pun akan terpaksa diulang dari dasar.

"Jika begitu, kapan lagi Tapanuli Tengah ini akan bergerak maju dari status daerah tertinggal seperti sekarang," katanya.(ant)

  Berita Terkait
  komentar Pembaca

Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

Tentang Kami

Redaksi

Pedoman Media Siber

Disclaimer

Iklan

RSS

Kontak

vipqiuqiu99 vipqiuqiu99