Selasa, 26 Mei 2020

Ahok Dinilai Blunder

Jumat, 12 Agu 2016 16:55
BAGIKAN:
ist
Ahok dinilai blunder.

JAKARTA (EKSPOSnews): Direktur Eksekutif Pusat Kajian (Pusaka) Trisakti Fahmi Habsee menilai Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) melakukan 'blunder' karena berpolemik dengan Wali Kota Surabaya Trismaharini.

"Sejak awal saya sampaikan kelemahan Ahok adalah menilai diri melebihi harga kurs. Implikasi akan melihat orang tidak lebih baik dari dia," ujar Fahmi yang juga intelektual PDI Perjuangan di Jakarta, Jumat 12 Agustus 2016.

Ia mengatakan serangan Ahok dengan jalan mendekonstruksi kinerja Risma selaku Wali Kota Surabaya selama ini menunjukkan kualitas Ahok yang tidak mampu membaca psikologis massa dan konfigurasi politik daerah di Jakarta, serta makin menyulitkan partai-partai pendukungnya untuk memenangkan dalam Pilgubnya.

Menurut dia, Ahok harus belajar Pilgub DKI 2012 itu konfigurasi primodial jelas. Bahwa Gubernur harus berasal dari Jawa atau Sunda karena mayoritas pemilih penduduk Jakarta itulah, sehingga Foke yang mengandalkan dukungan etnis Betawi tidak maksimal memenangkan," katanya.

"Jika pada 2012 PDIP ajukan Ahok-Jokowi? Pasti kalah, " ucapnya.

Fahmi, lanjutnya, juga menjelaskan analisa bahwa 70 persen etnis Tionghoa yang berada di Jakarta itu biasanya dari daerah Sumatera dan Kalimantan yang berdagang dan berbisnis dari nol merantau ke Jakarta.

"Etnis Tionghoa yang sudah seattle (sukses) bisnis di daerah Jawa cenderung tidak mau tinggal di Jakarta. Makanya menempatkan Ahok dari Babel menjadi cawagub Jokowi saat pilgub 2012 sudah tepat," ujar fungsionaris Badiklat PDIP ini.

Dikatakannya, sekarang Ahok blunder serang kinerja Risma selaku Wali kota Surabaya. Itu sama saja dengan Ahok memancing serangan primodial (kedaerahan) kepada saudara-saudara dari Jawa Timur dan Jawa Tengah yang tinggal di Jakarta. Mereka seideologi dan sejalan dengan prinsip kerakyatan yang ditampilkan Risma selama ini didaerah kampung halamannya.

"Saran saya Ahok persiapkan diri saja jadi cagub Bangka Belitung. Belajar dan meniru pola komunikasi pemimpin-pemimpin daerah yang ada," ujarnya.(ant)
 


  Berita Terkait
  • 2 tahun lalu

    Isran Noor-Hadi Mulyadi Menangkan Pilkada Kaltim

    SAMARINDA (EKSPOSnews): Pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor-Hadi Mulyadi memenangi Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) Kaltim 2018 berdasarkan penghitungan resmi Komisi Pemil

  • 2 tahun lalu

    Edy Rahmayadi-Musa Resmi Menangkan Pilkada Sumut

    MEDAN (EKSPOSnews): Pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah dinyatakan sebagai pemenang pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara tahun 2018 berdasarkan rekapitulasi penghitungan suara yang d

  • 2 tahun lalu

    Sutarmidji-Ria Norsan Pemenang Pilkada Kalbar

    PONTIANAK (EKSPOSnews): Pasangan nomor urut tiga, Sutarmidji-Ria Norsan berhasil unggul di sembilan kabupaten atau kota dari 14 kabupaten atau kota yang ada di Kalbar dalam Pemilihan Gubernur dan Waki

  • 2 tahun lalu

    Khofifah Indar Parawansa - Emil Pemenang Pilkada Jawa Timur

    SURABAYA (EKSPOSnews): Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur menyatakan pasangan Khofifah Indar Parawansa - Emil Elestianto Dardak sebagai pemenang Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur setelah merampun

  • 2 tahun lalu

    Ashari Tambunan-Ali Yusuf Siregar Menang Lawan Kotak Kosong

    LUBUKPAKAM (EKSPOSnews): Komisi Pemilihan Umum menetapkan pasangan Ashari Tambunan-Ali Yusuf Siregar sebagai pemenang pemilihan kepala daerah di Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara tahun 2018.Dalam

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99