Selasa, 23 Jan 2018

5 Provinsi Rawan Isu Sara dalam Pilkada

Oleh: Jallus
Minggu, 31 Des 2017 05:59
BAGIKAN:
istimewa.
Pilkada.
YOKYAKARTA (EKSPOSnews): Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyebutkan ada lima provinsi yang memiliki tingkat kerawanan penggunaan isu tentang suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) tertinggi dalam kampanye Pemilihan Kepala Daerah serentak 2018.

"Sementara (pertama) di Papua dan kedua di Jawa Barat," kata Tjahjo seusai menghadiri resepsi pernikahan putri Menteri Sekretaris Negara di Jogja Expo Centar, Yogyakarta, Sabtu 30 Desember 2017.

Menurut dia, Papua memiliki tingkat kerawanan tertinggi karena tidak semua masyarakat di derah itu paham dengan pemilu sehingga sosialisasi mengenai pemilu harus dilakukan secara lebih maksimal.

Jawa Barat dianggap memiliki tingkat kerawanan kedua tinggi karena satu-satunya daerah dengan jumlah pemilih terpadat di Indonesia sehingga diperebutkan oleh seluruh partai politik.

Daerah lain yang memiliki tingkat kerawanan tinggi, menurut Tjahjo, adalah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera Barat.

Meski demikian, menurut dia, pemerintah bersama kepolisian, TNI, dan Badan Intelijen Negara (BIN) telah melakukan pencermatan dan deteksi dini secara mendetail dengan mengacu peta kerawanan pada pilkada tahun-tahun sebelumnya.

"Saya optimis lancar dari sisi pilkada-nya. Hasil evaluasi pilkada selanjutnya akan menentukan pola pada pileg dan pilpres," kata dia.

Tjahjo berharap kepolisian berperan aktif menindak tegas setiap penggunaan isu SARA dalam setiap kampanye politik. Demikian juga bagi masyarakat, selain menghindari penggunaan isu SARA, fitnah, dan ujaran kebencian dalam kampanye, mereka juga diharapkan proaktif melaporkan apabila mengetahui ada penggunaan isu-isu tersebut.

"Memang sulit untuk mencegah penggunaan isu SARA. Akan tetapi harus ada masyarakat yang mengadukan ke kepolisian," kata dia.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 5 hari lalu

    Mahar Politik Pilkada, Membuat Korupsi Marak di Daerah

    KUPANG (EKSPOSnews): Bupati Kupang Ayub Titu Eki mengaku pernah diminta mahar Rp10 miliar oleh partai politik sebagai syarat menjadi calon Gubernur Nusa Tenggara Timur pada Pilkada 2018."Saya dimintai

  • 2 minggu lalu

    Pilkada Padang Akan Berlangsung Ketat

    PADANG (EKSPOSnews): Pengamat politik Universitas Andalas (Unand) Padang Edi Indrizal menilai pilkada Padang 2018 akan berlangsung sengit karena peta kekuatan kandidat yang ikut berlaga relatif seimba

  • 2 minggu lalu

    Mengawati Kirim Djarot-Sihar Sitorus untuk Sumut

    JAKARTA (EKSPOSnews): Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengumumkan enam pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur (cagub-cawagub) dari enam provinsi yang akan diusung partai yan

  • 2 minggu lalu

    Golkar Minta pada Calon Kepala Daerah Menangkan Joko Widodo

    JAKARTA (EKSPOSnews): Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menjelaskan kembali dukungan partainya kepada beberapa tokoh yang mencalonkan diri dalam pemilihan kepala daerah."Partai Golkar tetap,

  • 2 minggu lalu

    Kapolri Mutasi Jenderal yang Ikut Pilkada

    JAKARTA (EKSPOSnews): Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian memutasi jabatan tiga jenderal yang akan mengikuti kontestasi Pilkada 2018.Berdasarkan Surat Telegram Nomor ST/16/I/2018 tertanggal 5 Januari

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99