Sabtu, 25 Jan 2020

Wapres Minta Asrama di Lembaga Pendidikan Disiapkan

Rabu, 07 Sep 2016 18:01
BAGIKAN:
istimewa
Wapres Jusuf Kalla.

JAKARTA (EKSPOSnews): Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan persetujuan pembangunan asrama di lembaga pendidikan guru negeri agar program pendidikan bagi para tenaga pendidik tersebut lebih terarah.

"Siapa yang punya lahan siapkan, nanti saya panggil Menteri PU dan Menteri Pendidikan," katanya yang langsung disambut tepuk tangan para tamu undangan dari Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Negeri (ALPTKN) di Istana Wakil Presiden di Jakarta, Rabu 7 September 2016.

Persetujuan yang ditanggapi secara spontan tersebut disampaikan secara lisan oleh Wapres dalam sesi tanya jawab dengan 11 rektor perguruan tinggi negeri ilmu pendidikan.

Dalam sesi tanya jawab yang dipandu Ketua ALPTKN sekaligus Rektor Universitas Negeri Jakarta  Djaali itu, setidaknya dua rektor meminta tanggapan Wapres soal lembaga pendidikan guru berasrama.

"Kalau semua diasramakan tentu tidak mudah, kecuali pesantren yang bisa melaksanakannya," katanya menjawab pertanyaan para rektor tersebut.

Meskipun demikian, Wapres memberikan solusi bahwa sistem asrama tidak bisa diterapkan selama mahasiswa ditempa menjadi tenaga pendidik.

"Jadi, tidak bisa selama lima tahun. Mungkin hanya tahun terakhir. Paling tidak untuk 1.000 mahasiswa dulu. Siapa saja yang punya lahan, nanti saya bicara dengan (Menteri) PU dan (Menteri Riset) Dikti," katanya.

Pihaknya juga meminta di dalam asrama ada sistem pengasuhan untuk membiasakan para mahasiswa terbiasa disiplin.

"Kalau di pesantren ada kiai yang membina disiplin santri. Kalau (di asrama) tidak ada, maka harus disiapkan tentara yang setiap pagi bisa membangunkan mahasiswa agar terbiasa disiplin," katanya.

Ia juga mengingatkan para rektor lembaga pendidikan calon guru itu untuk selalu meningkatkan kemampuan dan pengetahuan anak didiknya.

"Kalau para dokter saja tidak belajar selama tiga tahun, maka ilmu dia sudah ketinggalan setengah. Artinya, kalau guru tidak selalu di-'upgrade' pengajarannya, maka muridnya akan ketinggalan terus," ujar Wapres.

Oleh sebab itu, menurut dia, sistem pendidikan di Indonesia tertinggal terus dengan Singapura dan Malaysia. Bahkan tidak sedikit tenaga pendidik di Malaysia lulusan dari Indonesia, terutama Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.

"Suatu waktu saya pernah menugaskan orang untuk meminta soal ujian asli Matematika di Singapura, Malaysia, dan Filipina. Ternyata dengan Singapura, kita ketinggalan tiga tahun. Dengan Malaysia, dua tahun. Dengan Filpina, samalah," kata Wapres yang pernah menjabat Menko Kesra itu.

Ia beranggapan bahwa untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional harus diawali dengan peningkatan mutu pendidikan guru.

"Universitas bukan hanya menghasilkan guru, melainkan juga 'upgrade' ilmu guru. Pemerintah berharap kepada universitas yang mendidik guru agar memperbaiki pandangan ke depan," pesan Wapres.

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut Djaali melaporkan bahwa lulusan lembaga pendidikan keguruan negeri yang memenuhi syarat menjadi guru sangat terbatas.

"Lulusan yang memenuhi syarat hanya 12.000 orang, sedangkan kebutuhan guru 300.000 per tahun," kata guru besar bidang penelitian pendidikan matematika Universitas Negeri Jakarta kelahiran Buton, Sulawesi Tenggara, itu. (ant)


  Berita Terkait
  • 3 tahun lalu

    Menyambut Wapres di Pasuruan.

    Komandan Korem 083/Bdj Kolonel Arm Budi Eko Mulyono, turut menyambut kedatangan Wakil Presiden Republik Indonesia Muhammad Jusuf Kalla yang melakukan kunjungan kerja ke lokasi sumber mata air Umbulan

  • 3 tahun lalu

    Asrama Polres Asahan Terbakar

    MEDAN (EKSPOSnews): Asrama polisi lalu lintas Polres Asahan yang berada di Jalan Cokroaminoto, Kisaran, terbakar pada Selasa sekitar pukul 19.30 WIB.Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Gintin

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99