Rabu, 24 Okt 2018

Undip Tambah 3 Guru Besar

Oleh: alex
Rabu, 29 Nov 2017 04:24
BAGIKAN:
istimewa.Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan meninjau Kuala Tanjung.
Guru Besar.
SEMARANG (EKSPOSnews): Universitas Diponegoro Semarang (Undip) semakin memperkuat kajian keilmuan bidang teknik dengan penambahan tiga profesor baru sekaligus di Fakultas Teknik yang dimilikinya.

"Teknologi semakin lama kian berkembang, terutama memasuki babak revolusi industri berbasis digital," kata Rektor Undip Prof Yos Johan Utama saat pengukuhan ketiga guru besar, di Semarang, Selasa 28 November 2017.

Ketiga guru besar itu, yakni Widayat dan Istadi dari Departemen Teknik Kimia Undip, serta Nany Yuliastuti dari Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Undip.

Yos menjelaskan Undip berperan membantu menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni untuk menghadapi semakin berkembangnya dunia ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang sedemikian pesat.

"Kampus harus beradaptasi dengan perkembangan zaman tentunya. Langkahnya, melalui semakin digiatkannya riset atau kajian keilmuan yang bermuara pada inovasi yang adaptif terhadap perubahan," katanya.

Prof Widayat dalam kesempatan itu menyampaikan pidato pengukuhan guru besarnya yang berjudul "Pengembangan Proses Produksi Biodiesel Yang Efisien Untuk Mendukung Kedaulatan Energi".

Dijelaskannya, Indonesia telah menjadi negara "net importir" minyak bumi dan bahan bakar minyak sejak 2008 sehingga sudah saatnya memprioritaskan pengembangan energi baru dan terbarukan.

"Kebijakan energi nasional yang utama adalah ketersediaan energi untuk kebutuhan nasional, prioritas pengembangan energi, pemanfaatan sumber daya energi nasional, dan cadangan energi nasional," katanya.

Tentunya, kata dia, kebijakan tersebut memerlukan dukungan penelitian, pengembangan, dan penerapan teknologi energi, salah satunya adalah bioetanol, biodiesel, dan biogas.

"Biodiesel bisa disintesis dari minyak nabati maupun hewani untuk menggantikan solar, bioetanol bisa menggantikan bensin. Namun, sampai saat ini penggunaan biodiesel masih rendah," katanya.

Sejalan dengan ketahanan energi, Prof Istadi juga menyampaikan pidato pengukuhan berjudul "Pengembangan Teknologi Reaktor Hibrida Katalitik-Plasma Dalam Rangka Pemenuhan Ketahanan Energi Nasional".

"Berkurangnya potensi sumber bahan bakar minyak mengakibatkan kelangkaan sumber energi fosil suatu saat nanti. Makanya, harus ada upaya strategis mengurangi kebergantungan pada minyak bumi," katanya.

Di Indonesia, kata dia, tersedia gas alam yang melimpah, yakni gas alam Natuna, namun gas tersebut mengandung banyak gas karbondioksida (CO2) sekitar 70 persen dan metana sekitar 30 persen.

"Hal menarik di sini adalah upaya mengonversi gas alam menjadi bahan bakar secara langsung tanpa harus memisahkan gas terlebih dahulu, yakni dengan teknologi reaktor hibrida katalitik-plasma," katanya.

Sementara itu, Prof Nany Yuliastuti menyampaikan pidato pengukuhan berjudul "Pendekatan Integrasi Sosio-spasial bagi Perencanaan Perumahan: Sebuah Pembelajaran dari Perumnas Sendangmulyo".

"Lembaga rukun tetangga (RT) sebagai institusi lokal kepanjangan pemerintah kelurahan memiliki kekuatan mengintegrasikan aspek sosial dengan aspek spasial perencanaan di lingkungan perumahan," katanya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 9 bulan lalu

    UI Kukuhkan 2 Guru Besar

    DEPOK (EKSPOSnews): Universitas Indonesia (UI) mengukuhkan dua profesor dari Fakultas Kedokteran sebagai Guru Besar Tetap Bidang Ilmu Kesehatan Anak.Keduanya adalah Zakiudin Munasir, dan Rini Sekartin

  • 11 bulan lalu

    Universitas Indonesia Kukuhkan 3 Guru Besar

    DEPOK (EKSPOSnews): Universitas Indonesia (UI) mengukuhkan dua guru besar tetap dari Fakultas Teknik (FT), pada Rabu sehingga dengan demikian jumlah Profesor Tetap di lingkungan UI menjadi sebanyak 27

  • tahun lalu

    Guru Besar USU Pujiati Terancam Pidana

    MEDAN (EKSPOSnews): Mantan ketua Departemen Sastra Arab Pujiati terancam pidana karena diduga melakukan pemalsuan dokumen Sasaran Kerja Pegawai (SKP) sebagai salah satu syarat seseorang dikukuhkan men

  • tahun lalu

    Pengukuhan Pujiati Jadi Guru Besar USU Jadi Bahan Gujingan

    MEDAN (EKSPOSnews): Penilaian Sasaran Kerja Pegawai (SKP) sebagai salah satu syarat seseorang dikukuhkan menjadi Guru Besar di sebuah Universitas, diduga dipalsukan Pujiati.Bukan hanya itu, mantan Ket

  • tahun lalu

    Ambisi Jadi Guru Besar USU, Pujiati Diduga Palsukan SKP

    MEDAN (EKSPOSnews): Kala USU sedang berjuang mencari jati diri untuk menjadi center of action sesuai dengan visinya menjadi Perguruan Tinggi (PT) yang memiliki keunggulan ilmu pengetahuan yang mampu b

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99