Sabtu, 25 Jan 2020

UGM Cetak Sociopreneur Muda

Senin, 05 Sep 2016 15:13
BAGIKAN:
ist
Mahasiswa (ilustrasi).

YOGYAKARTA (EKSPOSnews): Universitas Gadjah Mada melalui Youth Studies Center Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik berupaya mencetak lebih banyak wirausahawan sosial melalui penyelenggaraan Kompetisi Sociopreneur Muda 2016.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM Erwan Agus Purwanto dalam pembukaan acara puncak Sociopreneur Muda (Soprema) 2016 di Graha Sabha Pramana, UGM, Yogyakarta, mengatakan acara itu merupakan kontribusi Fisipol UGM untuk mencetak mental pengusaha yang sekaligus peduli dengan persoalan bangsa.

"Dengan cara ini kami optimistis akan memiliki banyak wirausaha yang bukan hanya mementingkan persoalan bisnis semata tetapi juga peduli persoalan sosial," katanya, Senin 5 September 2016.

Menurut dia, berbagai persoalan ekonomi tidak jarang berujung pada konflik sosial. Oleh sebab itu seorang pengusaha sebaiknya tidak hanya memiliki bekal kewirausahaan, namun juga memiliki wawasan dan kepedulian terhadap persoalan sosial.

"Sehingga wawasan kewirausahaan saja tidak cukup," kata dia.

Apalagi ia memperkirakan para pemimpin Indonesia di masa yang akan datang, bukan lagi didominasi kalangan militer atau birokrat, melainkan para pengusaha.

Direktur Pelaksana Soprema 2016 Hempri Suyatna mengatakan pendaftaran peserta Kompetisi Soprema telah berakhir pada 30 Juni 2016. Dari 200 proposal kewirausahaan yang masuk, 90 karya di antaranya lolos tahap semifinal.

Peserta atau tim yang mengajukan proposal itu, menurut dia, bukan hanya dari pulau Jawa, melainkan berasal dari Aceh hingga Maluku.

"Ratusan karya yang masuk didominasi oleh katagori industri kreatif yang mencapai lebih dari 80 proposal," katanya.

Menurut dia, 18 peserta yang lolos ke babak selanjutnya akan mendapatkan fasilitas pendampingan dari UGM berupa klinik konsultasi serta uang pembinaan dengan jumlah total Rp300 juta.

"Tentunya uang tidak kami berikan sekaligus namun akan disesuaikan dengan kebutuhan dalam bidang usahanya," kata dia.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Ekonomi Kreatif Kemenpora Joni Mardizal berharap acara Soprema mampu menumbuhkan kesadaran para pemuda memecahkan persoalan bangsa melalui prinsip kemandirian ekonomi dengan berwirausaha.

"Kami berharap para peserta dapat menghasilkan karya yang kreatif, inovatif dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia," kata Joni.

Menurut Joni, Soprema yang diselenggarakan UGM mampu mengurangi ketergantungan para sarjana terhadap lowongan pekerjaan. Pasalnya, ia menyayangkan hingga saat ini masih banyak lulusan perguruan tinggi yang berorientasi menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

"Padahal setinggi apapun jabatan PNS, dia tetap seorang "pesuruh" yang siap diperintah. Kami ingin muncul mental yang mempekerjakan, bukan pekerja," kata dia.

Soprema, menurut dia, memiliki kesamaan tujuan dengan pemerintah. Kewirausahaan sosial, menurut dia, merupakan jalan untuk menyelesaikan masalah-masalah sosial, khususnya yang ada dalam lingkup masyarakat marginal.(ant)


  Berita Terkait
  • 9 bulan lalu

    UGM Buka Program Studi Sarjana Terapan

    YOGYAKARTA (EKSPOSnews): Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada pada Tahun Ajaran 2019/2020 hanya akan menerima mahasiswa untuk Program Studi Sarjana Terapan atau Diploma 4."Mulai tahun ini kami hanya

  • tahun lalu

    Merekonstruksi Pemerkosaan Mahasiswi UGM di Seram

    YOGYAKARTA (EKSPOSnews): Tim penyidik dari Polda DIY akan melakukan rekonstruksi dan olah tempat kejadian perkara dugaan pemerkosaan mahasiswi Universitas Gadjah Mada saat KKN pada 2017 di Pulau Seram

  • tahun lalu

    Lambannya Kasus Penangangan Pemerkosaan Mahasiswi UGM

    YOGYAKARTA (EKSPOSnews): Pimpinan Universitas Gadjah Mada mengakui telah lamban dalam merespons kasus dugaan pemerkosaan yang menimpa salah satu mahasiswi di kampus itu saat menjalani kuliah kerja nya

  • tahun lalu

    Pelecehan Seksual UGM Tanggung Jawab Siapa?

    JAKARTA (EKSPOSnews): Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan penanganan terhadap kasus pelecehan seksual oleh dan kepada mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) sepen

  • tahun lalu

    Pemerkosaan Mahsiswi UGM

    YOGYAKARTA (EKSPOSnews): Rektor Universitas Gadjah Mada Panut Mulyono yakin pihaknya mampu menyelesaikan kasus dugaan perkosaan yang dialami mahasiswinya secara adil meski tanpa melalui jalur hukum."S

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99