Sabtu, 30 Mei 2020

Tutup Program Studi Tak Produktif

Oleh: Jallus
Kamis, 14 Mar 2019 09:03
BAGIKAN:
istimewa.
Sarjana pengangguran (ilustrasi).
PADANG (EKSPOSnews): Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir meminta kampus untuk menutup program studi tidak produktif menghasilkan lulusan yang diserap lapangan kerja karena akan menambah jumlah pengangguran.

“Kami mendorong kampus untuk mengganti program studi yang tidak menghasilkan lulusan yang memiliki lapangan kerja dengan program studi keahlian dan memiliki lapangan kerja yang jelas,” kata dia di Padang, Rabu 13 Maret 2019.

Ia mengatakan saat ini ada kampus yang memiliki program studi dan menghasilkan 80 persen lulusan yang langsung diserap di lapangan kerja, namun ada juga kampus yang 80 persen lulusan mereka tidak diserap lapangan kerja dan hanya 20 persen yang diterima.

“Ini yang menjadi persoalan, untuk itu kami meminta rektor untuk memindahkan program studi yang tidak diterima industri agar digeser menjadi program studi yang memiliki lapangan pekerjaan yang jelas,” katanya.

Menurut dia dalam hal ini pihak kampus tidak boleh berdiam diri namun segera mengambil sikap agar lulusan mereka dapat diserap di industri masyarakat saat ini.

“Kami tentu akan memberikan kemudahan dalam pergerseran tersebut,” tambahnya.

Ia mencontohkan Lembaga Pendidikan Tenaga Pendidikan (LPTK) di Indonesia setiap tahun itu menghasilkan lulusan sekitar 300 ribu orang namun yang mampu diserap hanya sekitar 120 ribu orang.

“Maka sisa ini akan kemana dan akan bekerja dimana, ini yang coba kita sikapi bersama dan salah satu caranya mengajak kampus melakukan hal tersebut,” katanya.

Selain itu banyak guru yang belum terferifikasi dan ada juga yang sedang menjalani pendidikan profesi keguruan namun menurutnya sertifikasi itu belum tentu berdampak pada kualitas yang dimiliki guru tersebut.

“Hingga saat ini belum ada kolerasi antara sertifikasi yang didapatkan guru dengan kualitas mereka mengajar. Ini yang harus diperbaiki bersama,” kata dia.

Dirinya bermimpi LPTK yang ada ini di seluruh Indonesia mampu menghasilkan guru profesional dalam menjalankan profesinya.

“Hasil dari didikan guru profesional tersebut akan terlihat dari murid yang mereka hasilkan nanti, jika profesional tentu murid yang berkualitaslah yang lahir dari didikan tersebut,” katanya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • tahun lalu

    Program Studi Baru Unimed Harus Terakreditasi

    MEDAN (EKSPOSnews): Rektor Universitas Negeri Medan  Syawal Gultom mengatakan prodi baru S3 Teknologi Pendidikan harus segera mendapatkan visitasi akreditasi oleh tim asesor Badan Akreditasi Nasi

  • 3 tahun lalu

    IPB Rombak Sejumlah Program Studi

    BOGOR (EKSPOSnews): Rektor terpilih Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria akan merombak sejumlah program studi untuk mewujudkan "techno-sociopreneurship univeristy" atau kampus yang menghasilkan

  • 3 tahun lalu

    Program Studi Berakreditasi A di USU Meningkat

    MEDAN (EKSPOSnews): Berkat kerja keras semua jajaran pimpinan unit kerja dan civitas akademika serta tenaga kependidikan, Universitas Sumatera Utara, telah mengalami perkembangan yang sangat pesat, ka

  • 3 tahun lalu

    31 Program Studi di USU Raih Akreditasi A

    MEDAN (EKPOSnews): Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Runtung Sitepu mengatakan upaya dan kerja keras pimpinan yang didukung oleh sivitas akademika, menjadikan USU kini semakin mengalami perkemba

  • 3 tahun lalu

    8 Program Studi USU Dapat Pengakuan Akreditasi Internasional

    MEDAN (EKSPOSnews): Berkenaan dengan kesempatan kerja dan melanjutkan studi di perguruan tinggi, saat ini beberapa instansi dan perusahaan ataupun perguruan tinggi semakin selektif dalam menentukan pe

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99