Sabtu, 18 Agu 2018

Tutup Perguruan Tinggi Bermasalah di Sumut

Oleh: alex
Rabu, 04 Okt 2017 18:35
BAGIKAN:
istimewa.
Mahasiswa.
MEDAN (EKSPOSnews): Koordinator Kopertis Wilayah I Sumatera Utara Dian Armanto menyatakan 21 perguruan tinggi swasta yang bermasalah terkait kelengkapan persyaratan diberikan tenggat waktu untuk melakukan perbaikan hingga Desember 2017.

"Jika, batas waktu yang telah ditentukan itu, tidak juga dapat dipenuhi oleh puluhan kampus swasta tersebut, maka akan direkomendasikan kepada Kemenristekdikti melalui Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti segera ditutup," kata Dian di Medan, Rabu 4 Oktober 2017.

Menurut dia pembinaan yang diberikan Kopertis Wilayah I Sumut terhadap perguruan tinggi swasta (PTS) tersebut sudah merupakan tahap kedua. Tahap pertama diberi waktu selama enam bulan dan tampaknya tidak juga mengalami perubahan signifikan.

Ia menyebutkan, penambahan waktu pembinaan pada tahap kedua ini, adalah berdasarkan permintaan dari yayasan PTS tersebut, dan Kopertis mengabulkannya.

Namun, Kopertis hingga saat ini berharap kepada PTS yang mendapat peringatan dari Dikti itu, dapat melakukan perbaikan sesuai dengan saran diberikan institusi pendidikan tersebut.

"PTS tersebut, harus tetap memenuhi persyaratan dan ketentuan yang telah diberikan oleh Kemenristekdikti," ucapnya.

Prof Armanto menjelaskan ditemukannya 21 kampus tidak memenuhi ketentuan itu, berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi (monev) yang dilakukan Kopertis terhadap 264 PTS beroperasi di Sumut.

Ke-21 PTS tersebut yakni jumlah mahasiswanya tidak mencukupi, rasio dosen tetap tidak tercapai, tidak ada gedung dan prasarana yang memadai, izin bermasalah, konflik pimpinan yayasan/pimpinan perguruan tinggi dan tidak rutin memberikan laporan.

Puluhan PTS itu, yakni Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Swadaya Medan, Politeknik Tugu 45 Medan, Sekolah Tinggi Kelautan dan Perikanan Indonesia, Politeknik Trijaya Krama, Sekolah Tinggi Bahasa Asing Swadaya Medan, Akademi Keuangan Perbankan Swadaya Medan dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Swadaya Medan.

Kemudian, Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Medan (Amikom), Politeknik Yanada, Akademi Kebidanan Eunice Rajawali Binjai, Politeknik Profesional Mandiri, AMIK STIEKOM, STIH Benteng Huraba, Sekolah Tinggi Pertanian Benteng Huraba, Akademi Kebidanan Hisarma, Akademi Keperawatan Hisarma, Universitas Setia Budi Mandiri, dan Akademi Keperawatan Teladan Bahagia (relokasi tanpa izin).

Selain itu, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STI-Kes) Sumut, Universitas Al Wasliyah (Univa) Medan, dan Univa Labuhan Batu dijatuhi sanksi oleh Kemenristekdikti dan tidak boleh menerima mahasiswa baru, serta tidak dibenarkan melaksanakan wisuda.

"PTS yang bermasalah tersebut, harus secepatnya menyelesaikan kewajiban dan pelanggaran yang dilakukan, jika tidak tuntas akan diusulkan kepada Kemenristekdikti untuk ditutup," katanya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Praperadilan 4 Anggota DPRD Sumut Ditolak

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menginformasikan bahwa permohonan praperadilan yang diajukan empat tersangka anggota DPRD Sumatera Utara ditolak oleh Hakim Tunggal pada Pengad

  • 3 minggu lalu

    Kejati Sumut Ringkus Buronan Koruptor

    MEDAN (EKSPOSnews): Tim Intel Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara meringkus H Hasnil, terpidana kasus korupsi dalam penghitungan kelebihan Pembayaran Pajak Penghasilan PNS pada Sekretariat Kabupaten Langk

  • 3 minggu lalu

    Kejati Sumut tangkap Buronan Korupsi Kejati Riau

    MEDAN (EKSPOSnews): Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menangkap buronan Marianne Donse Tobing (47) terpidana kasus korupsi Pemungutan Biaya Pemberian vaksin Meningitis Calon Jamaah Umrah p

  • 4 minggu lalu

    Kejati Buru Koruptor Bank Sumut

    MEDAN (EKSPOSnews): Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara masih memburu Haltatif, tersangka dugaan korupsi pembelian 294 unit kendaraan dinas di Bank Sumut senilai Rp17 miliar, Tahun Anggaran 2013 yang mela

  • 4 minggu lalu

    Sumut Rawan Penyakit Anak-Anak

    MEDAN (EKSPOSnews): Ikatan Dokter Anak Indonesia mencatat sejumlah daerah di Provinsi Sumatera Utara hingga saat ini masih rawan berbagai penyakit yang rentan menyerang anak.Usai pencanangan Bulan Tum

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99