Sabtu, 25 Jan 2020

Ratusan Dosen Dikirim Studi S-3 ke Luar Negeri

Sabtu, 13 Agu 2016 07:23
BAGIKAN:
ist
Mahasiswa (ilustrasi).

YOKYAKARTA (EKSPOSnews): Sebanyak 168 dosen Indonesia terpilih untuk melanjutkan studi jenjang strata tiga (S-3) atau doktor di berbagai perguruan tinggi di luar negeri melalui program Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia Luar Negeri.

"Mereka terpilih setelah melewati tahap seleksi. Mereka terpilih dari 1.808 pelamar," kata Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) Ali Ghufron Mukti di Yogyakarta, Jumat 12 Agustus 2016.

Pada lokakarya Pra-Keberangkatan Calon Penerima Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia Luar Negeri (BUDI-LN) angkatan I tahun 2016, Ghufron mengatakan BUDI merupakan sinergi antara Ditjen Sumber Daya, Iptek, dan Dikti Kemristekdikti dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan (Kemkeu).

"BUDI berupa beasiswa bagi para dosen perguruan tinggi di lingkungan Kemristekdikti untuk menempuh program doktor di luar negeri. Kerja sama ini diharapkan mampu mempercepat pencapaian target dosen berkualifikasi S-3 pada perguruan tinggi sesuai Renstra Kemristekdikti 2015-2019," katanya.

Menurut dia, tujuan utama lokakarya tersebut adalah mempersiapkan mereka agar mempercepat proses adaptasi dan studi sehingga dapat selesai sesuai dengan lama beasiswa yang diberikan.

Tujuan utama itu dilaksanakan dengan memberi pemahaman cara penyesuaian diri terhadap kondisi lingkungan akademik yang baru dan kiat beradaptasi dengan adat istiadat dan tradisi baru.

"Selain itu juga memberikan penyegaran tentang rasa kebangsaan dan nasionalisme sehingga mereka dapat memperkenalkan dan mengharumkan nama bangsa dan negara Indonesia serta menyiapkan mereka agar dapat menyelesaikan studi sesuai dengan waktu yang diberikan," kata Ghufron.

Direktur Utama LPDP Eko Prasetyo mengatakan 168 dosen itu berasal dari berbagai bidang studi di antaranya tekni, sains, kedokteran dan kesehatan, sosial, pendidikan, ekonomi, pertanian, akuntasi dan keuangan, budaya, seni, dan bahasa, serta hukum.

"Mereka akan menempuh studi di perguruan tinggi di berbagai negara di antaranya Jepang, Australia, Inggris, Belanda, Italia, Jerman, Prancis, Denmark, Austria, Selandia Baru, Belgia, Finlandia, Korea Selatan, Thailand, dan Taiwan," kata Eko.(ant)


  Berita Terkait
  • 3 bulan lalu

    Mengintegrasikan Agama dan Kebangsaan

    JAKARTA (EKSPOSnews): Penyebaran radikalisme sudah menyasar ke setiap lapisan insan masyarakat, termasuk dunia pendidikan, sehingga para pendidik terutama guru agama memiliki peran vital untuk membent

  • 3 bulan lalu

    Reformasi Total di Pendidikan

    MALANG (EKSPOSnews): Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Fauzan menyatakan perlunya reformasi birokrasi di bidang pendidikan demi kemajuan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia

  • 8 bulan lalu

    Korban Pelecehan Oknum Dosen USU Diminta Melapor

    MEDAN (EKSPOSnews): Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Runtung Sitepu, menyarankan mahasiswi yang menjadi korban dugaan pelecehan yang dilakukan oknum dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

  • 8 bulan lalu

    Satgas Pamtas Yonmek Dukung Pendidikan di Perbatasan

    MERAUKE (EKSPOSnews): Satgas Pamtas Yonmek 521/DY berkomitmen untuk terus memberikan yang terbaik kepada masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini.Selain kesehatan, Satgas di bawah kenda

  • 9 bulan lalu

    Dosen USU Dituntut Setahun Penjara

    MEDAN (EKSPOSnes): Seorang oknum dosen Universitas Sumatera Utara (USU) Himma Dewiyana Lubis (45) dituntut pidana penjara selama 1 tahun dengan denda Rp10 juta subsider 3 bulan dalam sidang di PN Meda

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99