Kamis, 19 Jul 2018

Publikasi Ilmiah Indonesia Kalahkan Singapura

Oleh: Jallus
Rabu, 11 Apr 2018 08:11
BAGIKAN:
reuters.
Singapura.
JAKARTA (EKSPOSnews): Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan publikasi ilmiah internasional Indonesia hingga 3 April berhasil menyalip Singapura.

"Sekarang publikasi ilmiah Indonesia berjumlah 5.250 sementara Singapura jumlah publikasinya 5.050. Itu per tanggal 3 April 2018, kalau untuk 2017 kita masih dibawah Singapura," ujar Nasir di Jakarta, Rabu 11 April 2018.

Menteri Nasir mengatakan jumlah publikasi ilmiah secara keseluruhan akan dihitung pada akhir tahun. Pada tahun sebelumnya, jumlah publikasi ilmiah Indonesia berhasil mengalahkan Thailand. Hal itu terjadi untuk pertama kalinya dalam 20 tahun terakhir.

Sementara, untuk publikasi ilmiah terindeks Scopus, publikasi Indonesia berjumlah 5.125, sedangkan Singapura berjumlah 4.948 dan Malaysia berjumlah 5.999 karya ilmiah.

"Kami menargetkan tahun ini, jumlah publikasi internasional Indonesia terus meningkat".

Menristekdikti menjelaskan peningkatan jumlah publikasi ilmiah ini tak lepas dari peran aturan Permenristekdikti 20/2017 tentang Tunjangan Profesi Dosen dan Tunjangan Kehormatan Profesor. Aturan tersebut mewajibkan para profesor untuk melakukan publikasi karya ilmiah internasional. Jika tidak melakukan publikasi ilmiah, maka akan dilakukan penghentian sementara tunjangan kehormatan.

Ke depan, Nasir berharap tak hanya publikasi ilmiah saja yang meningkat tetapi juga jumlah pengutipan.

"Masalahnya adalah publikasi meningkat tapi pengutipan kurang. Ke depan, kami berharap jumlah publikasi dan pengutipan semakin meningkat," harap dia.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 11 jam lalu

    Indonesia Juara Teroris

    JAKARTA (EKSPOSnews): Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan Indonesia menjadi negara di dunia yang terbanyak menangani kasus terorisme dengan menangkap ribuan pelaku teror."Indonesia menjadi salah sat

  • 11 jam lalu

    Korupsi di Indonesia Semakin Parah

    MEDAN (EKSPOSnews): Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Bambang Sugeng Rukmono, mengatakan, praktik korupsi di Indonesia hingga saat ini sudah dalam tingkat mengkhawatirkan."Berbagai upaya represif

  • 6 hari lalu

    Freeport Indonesia, Rio Tinto Fiktif atau Riil?

    Layaknya sebuah drama, perundingan tambang emas yang dikelola PT Freeport Indonesia memasuki babak baru dalam proses perpanjangan kontrak untuk dapat terus mendulang kepingan logam mulia tersebut.Baba

  • 6 hari lalu

    Inalum Caplok Freeport Indonesia

    JAKARTA (EKSPOSnews): Proses divestasi saham PT Freeport Indonesia (PTFI) telah dicapai melalui penandatanganan Pokok-Pokok Perjanjian (Head of Agreement/HoA) antara Freeport-Mcmoran Inc (FCX) dan PT

  • 7 hari lalu

    Biodiesel Ditingkatkan, Pasar CPO Indonesia Tertolong

    PONTIAKAN (EKSPOSnews): Sekretaris Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kalbar, Idwar Hanis mengatakan dengan adaya rencana pemerintah dalam penggunaan kandungan lokal bahan bak

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99