Kamis, 25 Mei 2017

Prodi PBI Hadirkan Dua Pakar

Oleh: Alex
Kamis, 06 Apr 2017 15:06
BAGIKAN:
istimewa
Universitas Muria Kudus (UMK) datangkan dua pakar.
KUDUS (EKSPOSnews): Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (Prodi) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muria Kudus (UMK), menyelenggarakan perkualiahan tamu di Ruang Seminar Lantai IV Gedung Rektorat.

Perkuliahan tamu untuk mahasiswa semester VI tersebut, menghadirkan dua pakar, yakni Shayne Kidd (Head of Semarang International School) dan Silvy Megawati (Head of Stamphord International School).

Kepala Prodi PBI FKIP Diah Kurniati  menjelaskan perkuliahan tamu ini mengusung thema Being a Teacher: Professional Privillege. Menurutnya thema tersebut sangat penting, dengan harapan mahasiswa bisa memiliki pemahaman mengenai pengayaan sumber belajar selain pembelajaran di kelas, sehingga bisa bermanfaat selepas lulus dan menjadi seorang pendidik.

"Tujuan diselenggarakannya perkuliahan tamu ini, agar mahasiswa mendapatkan pengalaman dan pengetahuan langsung dari praktisi, bagaimana menjadi guru Bahasa Inggris yang profesional, baik di sekolah lokal maupun sekolah international," ujarnya.

Silvy Megawati menyampaikan proses pembelajaran dengan mengacu pada multiple Intellegence. Dia mengatakan, ada tujuh multiple Intellegence, yakni visual-spatial, bodily-kinestatic, musical, interpretation, intrapretation, linguistic, dan logical.

"Mengenai prinsip-prinsip pengajaran di kelas, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Yaitu need analysis, feed back, interaction, plan, assessment," tuturnya.

Shayne Kidd, pada kesempatan itu, lebih banyak mengajak peserta untuk terlibat dengan menganalisa secara bersama terkait tema yang diangkat dalam perkuliahan tamu tersebut. Hal sama juga dilakukan Silvy.

Namun ada dua hal menarik yang keduanya sepakat, bahwa dalam aktivitas mengajar, seorang guru harus kreatif dalam menyampaikan materi, guru bisa menjadi aktor atau aktris profesional saat menghadapi peserta didik, dan memilih metode sesuai diri sendiri, karena pada dasarnya, 1000 guru itu ada 100 metode juga dalam mengajar. 

  Berita Terkait
  komentar Pembaca

Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

Tentang Kami

Redaksi

Pedoman Media Siber

Disclaimer

Iklan

RSS

Kontak