Rabu, 24 Jan 2018

Perguruan Tinggi Harus Mengubah Sistem Pendidikan

Oleh: alex
Jumat, 01 Des 2017 05:10
BAGIKAN:
istimewa.
Universitas Indonesia.
JAKARTA (EKSPOSnews): Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) menyatakan perguruan tinggi harus mengubah sistem pendidikannya yang dimulai dari penyederhanaan aturan hingga revitalisasi sumber daya manusia.

"Mau tidak mau, suka tidak suka Indonesia harus mengubah sistem pendidikan, terutama sistem pendidikan tinggi, diawali dari perubahan dan penyederhanaan perundang-undangan serta peraturan lainnya, selanjutnya memperpendek birokrasi di segala bidang (berbasis teknologi), revitalisasi sumber daya manusia Kementerian Risetnya Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti), Kopertis dan perguruan tinggi," ujar Ketua Umum APTISI, M Budi Djatmiko, di Jakarta, Kamis 30 November 2017.

Kemudian pemerintah juga perlu memberikan otonomi yang luas pada perguruan tinggi, sehingga pemerintah tidak perlu mengatur secara detil pada perguruan tinggi. Kemudian perguruan tinggi harus mempersiapkan penguatan teknologi dan semua pengelolaan dan program studi berbasis digital, sebab semua pelayanan saat ini sudah menggunakan sistem digital berbasis aplikasi.

"Permasalahan internet harus diprioritaskan terutama untuk kawasan Indonesia bagian timur." Budi juga mengatakan bahwa penting memberikan mata kuliah berbasis keterampilan lunak. Memberikan mata kuliah berbasis keterampilan lunak terutama yang dibutuhkan oleh industri wajib disiapkan dan berbasis pada uji kompetensi.

"Sehingga diharapkan menghasilkan perguruan tinggi yang berkualitas dan adaptif, mandiri, kreatif dan inovatif berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia atau yang berstandar Dikti.

Sebelumnya, dalam rembug nasional APTISI, Budi juga mengusulkan kepada presiden untuk memberikan anggaran lebih banyak lagi pada Perguruan Tinggi Negeri atau PTN. Jika perlu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) tidak usah diberikan hibah, karena kondisi saat ini PTS hanya menerima tujuh persen dari total anggaran APBN (melalui pembiayaan Kopertis).

"Kami juga meminta agar pemerintah mengurangi penerimaan mahasiswa bagi PTN, agar PTN lebih fokus dan konsentrasi mengelola mahasiswa yang lebih sedikit sehingga layak menjadi universitas kelas dunia. " PTS, kata Budi, tanpa adanya subsidi pun bisa hidup dari datangnya mahasiswa yang limpahan dari PTN.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 minggu lalu

    Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia Perlu Merger

    JAKARTA (EKSPOSnews): Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan akan menjalankan merger sehingga menargetkan hanya akan ada 3.500 perguruan tinggi di Indo

  • 4 bulan lalu

    Tutup Perguruan Tinggi Bermasalah di Sumut

    MEDAN (EKSPOSnews): Koordinator Kopertis Wilayah I Sumatera Utara Dian Armanto menyatakan 21 perguruan tinggi swasta yang bermasalah terkait kelengkapan persyaratan diberikan tenggat waktu untuk melak

  • 5 bulan lalu

    Joko Widodo Bertemu dengan Perwakilan 16 Perguruan Tinggi

    JAKARTA (EKSPOSnews): Presiden Joko Widodo menemui 16 perwakilan perguruan tinggi negeri maupun swasta di seluruh Indonesia di Istana Kepresidenan Jakarta."Pertemuan dalam rangka ingin melakukan aksi

  • 6 bulan lalu

    SNATIF Diikuti Peserta dari 42 Perguruan Tinggi

    KUDUS (EKSPOSnews): Fakultas Teknik Universitas Muria Kudus (FT UMK) kembali menggelar Seminar Nasional Teknologi dan Informatika (SNATIF). Ini adalah kegiatan serupa yang digelar untuk kali keempat s

  • 8 bulan lalu

    Masih Sedikit Perguruan Tinggi Berakreditasi A

    MEDAN (EKSPOSnews): Perguruan Tinggi Negeri di Tanah Air yang memiliki akreditasi "A" hanya baru mencapai tujuh persen, dan angka tersebut jauh dari yang diharapkan oleh Pemerintah.Hal tersebut dikata

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99