Selasa, 16 Okt 2018

Perguruan Tinggi Harus Mengubah Sistem Pendidikan

Oleh: alex
Jumat, 01 Des 2017 05:10
BAGIKAN:
istimewa.
Universitas Indonesia.
JAKARTA (EKSPOSnews): Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) menyatakan perguruan tinggi harus mengubah sistem pendidikannya yang dimulai dari penyederhanaan aturan hingga revitalisasi sumber daya manusia.

"Mau tidak mau, suka tidak suka Indonesia harus mengubah sistem pendidikan, terutama sistem pendidikan tinggi, diawali dari perubahan dan penyederhanaan perundang-undangan serta peraturan lainnya, selanjutnya memperpendek birokrasi di segala bidang (berbasis teknologi), revitalisasi sumber daya manusia Kementerian Risetnya Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti), Kopertis dan perguruan tinggi," ujar Ketua Umum APTISI, M Budi Djatmiko, di Jakarta, Kamis 30 November 2017.

Kemudian pemerintah juga perlu memberikan otonomi yang luas pada perguruan tinggi, sehingga pemerintah tidak perlu mengatur secara detil pada perguruan tinggi. Kemudian perguruan tinggi harus mempersiapkan penguatan teknologi dan semua pengelolaan dan program studi berbasis digital, sebab semua pelayanan saat ini sudah menggunakan sistem digital berbasis aplikasi.

"Permasalahan internet harus diprioritaskan terutama untuk kawasan Indonesia bagian timur." Budi juga mengatakan bahwa penting memberikan mata kuliah berbasis keterampilan lunak. Memberikan mata kuliah berbasis keterampilan lunak terutama yang dibutuhkan oleh industri wajib disiapkan dan berbasis pada uji kompetensi.

"Sehingga diharapkan menghasilkan perguruan tinggi yang berkualitas dan adaptif, mandiri, kreatif dan inovatif berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia atau yang berstandar Dikti.

Sebelumnya, dalam rembug nasional APTISI, Budi juga mengusulkan kepada presiden untuk memberikan anggaran lebih banyak lagi pada Perguruan Tinggi Negeri atau PTN. Jika perlu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) tidak usah diberikan hibah, karena kondisi saat ini PTS hanya menerima tujuh persen dari total anggaran APBN (melalui pembiayaan Kopertis).

"Kami juga meminta agar pemerintah mengurangi penerimaan mahasiswa bagi PTN, agar PTN lebih fokus dan konsentrasi mengelola mahasiswa yang lebih sedikit sehingga layak menjadi universitas kelas dunia. " PTS, kata Budi, tanpa adanya subsidi pun bisa hidup dari datangnya mahasiswa yang limpahan dari PTN.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    PLN Gandeng 17 Perguruan Tinggi

    MAKASSAR (EKSPOSnews): PT PLN (Persero) menggandeng 17 perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk menyelenggarakan magang bersertifikasi dalam upaya menjaring pegawai PLN ataupun menciptakan enterpre

  • 6 bulan lalu

    Pimpinan PT Bidang Kemahasiswaan di Jawa Tengah Ikuti OPPeK

    KUDUS (EKSPOSnews): Sedikitnya 30 peserta yang merupakan para pimpinan bidang kemahasiswaan dari berbagai perguruan tinggi (PT), baik negeri maupun swasta, mengikuti Orientasi Pengembangan Pendamping

  • 6 bulan lalu

    Dosen Asing Pacu Kualitas Pendidikan Tinggi Indonesia

    YOKYAKARTA (EKSPOSnews): Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Panut Mulyono berharap rencana pemerintah untuk mendatangkan 200 dosen asing tidak dipandang negatif, melainkan dimaknai sebagai ikhtiar p

  • 6 bulan lalu

    Perguruan Tinggi Diminta Bergabung untuk Meningkatkan Akreditasi

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengimbau pengurus yayasan yang memiliki perguruan tinggi swasta lebih dari satu dan mengalami kesulitan meningkatka

  • 8 bulan lalu

    Presiden Minta Perguruan Tinggi Buat Terobosan

    JAKARTA (EKSPOSnews): Presiden Joko Widodo meminta para rektor perguruan tinggi di Indonesia untuk melakukan terobosan besar dalam dunia pendidikan.Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99