Kamis, 17 Okt 2019

Pendidikan Vokasi Harus Diperkuat

Oleh: Jallus
Selasa, 19 Mar 2019 04:15
BAGIKAN:
marsot
Bengkel bubut.
BANTEN (EKSPOSnews): Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menyampaikan program vokasi industri yang terhubung dan sesuai atau link and match antara SMK dan industri besutan Kementerian Perindustrian menjadi landasan reformasi pendidikan di SMK yang membuka peluang lebih besar bagi lulusannya untuk langsung terserap dunia kerja.

“Program ini diadakan karena Presiden Joko Widodo sudah tahu bahwa lulusan SMK ini banyak yang tidak terserap lapangan pekerjaan,” kata Airlangga di Sukabumi, Jawa Barat, Senin 18 Maret 2019.

Menperin menyampaikan, program ini dapat dirasakan manfaatnya dalam waktu dua hingga tiga tahun ke depan, mengingat siswa membutuhkan waktu setidaknya tiga tahun untuk menempuh pendidikan.

“Link and match ini kan baru dua tahun, prosesnya tidak bisa instan. Nanti tiga tahun ke depan baru terlihat hasilnya,” jelas Airlangga.

Kementerian Perindustrian, lanjut Menperin, menargetkan penyediaan 1 juta tenaga kerja tersertifikasi sampai dengan tahun 2019, yang dilaksanakan melalui 6 program utama.

Pertama, pendidikan vokasi berbasis kompetensi menuju dual system. Selanjutnya, pembangunan Politeknik di Kawasan Industri dan Wilayah Pusat pertumbuhan Industri (WPPI). Ketiga, pengembangan program link and match antara SMK dengan Industri, hingga hari ini telah mencapai 2.604 SMK yang dimitrakan dengan 885 perusahaan industri dengan total perjanjian kerjasama sebanyak 4.971 perjanjian.

Kemudian, diklat dengan sistem 3 in 1 (Pelatihan, Sertifikasi, dan Penempatan Kerja), pada tahun 2017 sebanyak 32.000 orang dan pada tahun 2019 ditargetkan sebanyak 72.000 orang. Kelima, pembangunan infrastruktur kompetensi (SKKNI, LSP dan Sertifikasi Kompetensi). Terakhir, pembangunan pusat inovasi dan pengembangan SDM industri 4.0.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 5 bulan lalu

    Satgas Pamtas Yonmek Dukung Pendidikan di Perbatasan

    MERAUKE (EKSPOSnews): Satgas Pamtas Yonmek 521/DY berkomitmen untuk terus memberikan yang terbaik kepada masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini.Selain kesehatan, Satgas di bawah kenda

  • 5 bulan lalu

    Generasi Milenial Jangan Terprovokasi dengan Gerakan People Power

    BANDUNG (EKSPOSnews): Menjelang akhir proses pemilu serentak, istilah "people power" semakin ramai ditengah masyarakat, namun sejumlah organisasi mahasiswa berharap ada nilai positif yang bisa diambil

  • 6 bulan lalu

    Jasa Raharja Salurkan Bantuan Sarana Pendidikan

    AMBON (EKSPOSnews): PT Jasa Raharja Cabang Maluku menyalurkan bantuan sarana pendidikan sebesar Rp65 juta bagi tujuh sekolah di Kota Ambon.Bantuan sarana pendidikan diserahkan Kepala cabang Jasa Rahar

  • 7 bulan lalu

    Sidang Pengujian Komersialisasi Pendidikan Berlanjut

    JAKARTA (EKSPOSnews): Reza Aldo Agusta, Mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta, telah mengajukan permohonan constitutional review terhadap Pasal 4 ayat (2) huruf d UU Perdagangan pada tanggal 11 F

  • 7 bulan lalu

    Ujian Nasional Jadi Bahan Pemetaan Pendidikan

    YOGYAKARTA (EKSPOSnews): Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Totok Suprayitno mengatakan hasil Ujian Nasional (UN) digunakan untuk

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99