Minggu, 22 Okt 2017

Minat Melanjut Kuliah Rendah, Mengapa?

Oleh: Alex
Minggu, 14 Mei 2017 07:08
BAGIKAN:
istimewa
Ruangan kuliah.
PEKANBARU (EKSPOSnews): Kopertis Wilayah X mendata warga usia 19-24 tahun mencapai 21 juta orang dan baru 30 persen atau sekitar 6,3 juta orang di antaranya yang bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau ke universitas.

"Rendahnya warga melanjutkan pendidikan tinggi terkendala aksesbilitas, kemampuan keuangan dan banyak faktor penyebab lainnya padahal mereka membutuhkan pendidikan di univeristas untuk lebih meningkatkan kesejahteraannya," kata Koordinator Kopertis Wilayah X, Heri di Pekanbaru, Sabtu 13 Mei 2017.

Menurut dia di sela wisuda XII program sarjana dan Diploma III, sebanyak 213 orang, tingginya pencapaian pemuda yang bisa melanjutkan pendidikan ke universitas sekaligus menunjukan tingkat kesejahteraan suatu bangsa.

Ia mengatakan Malaysia tercatat sudah 60-70 persen penduduk usia 19-24 tahun yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sedangkan Korea sudah 80-90 persen.

"Oleh karena itu diharapkan 1 persen saja setiap tahun agar generasi muda Indonesia bisa mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Untuk hitungan satu persen saja dari 21 juta sama artinya 210 orang yang harus diupayakan agar mereka mendapatkan kesempatan kuliah setiap tahun," katanya.

Kebijakan ini penting, sebab kesejahteraan bangsa juga tergantung pada tingginya besaarnya jumlah penduduk yang mendapatkan pendidikan tinggi, seperti Korea dengan income perkapita mencapai 4000 dolar AS/tahun lebih maju ekonominya dibandingkan dengan Malaysia yang hanya belasan dolar AS saja karena sudah banyak penduduknya menjadi sarjana.

Ia memandang bahwa persoalan ini menjadi tantangan bagi pendidikan di Tanah Air dan diperlukan evaluasi agar sarjana Indonesia bisa bersaing di pasar global, sehingga pendidikan vokasi perlu terus dikembangkan untuk melahirkan tenaga-tenaga trampil dan siap pakai.

"Pendidikan vokasi meningkatkan daya saing bangsa sehingga diperlukan perhatian khusus dengan terus menggencarkan sosialiasi ,lokakarya dan tata kelola pendidkkan vokasi secara berkelanjutan, selian itu erguruan tinggi swasta dibuuthkan untuk mengembangkan pendidikan vokasi seperti UMRI," katanya.

Rektor Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) DR. Mubarrak mengatakan pendidikan vokasi sudah diusulkan untuk dikembangkan dalam tahun ini untuk tingkat SMK yakni dijurusan elektro dan mesin.

Sedangkan di UMRI, katanya, dikembangkan kecerdasan buatan yang berbasis infomasi dan takhnologi (IT) untuk semua jurusan. Penggunaan kecerdasan buatan yang kemudian disandingkan dengan teknologi robotik yang berkembang cepat saat ini, akan berpengaruh terhadap pengurangan sejumlah tenaga kerja dan mengancam sejumlah profesi.

"Hal ini disebabkan sebagian pekerjaan manusia sudah dapat digantikan oleh mesin khususnya untuk pekerjaan yang bersifat otomatisasi. Fenomena kecerdasan buatan merupakan suatu lompatan teknologi, dan harus direspon dan dikelola dengan tepat. Invasi produk ini juga menuntut adaptasi pada semua tingkatan, masyarakat, bisnis, pemerintah dan perguruan tinggi,"katanya.

Ia menjelaskan efek kecerdasan buatan akan semakin terasa pada kehidupan sehari-hari, di masyarakat, lingkungan, iklim usaha, sistem dan struktur perekonomian. Oleh karena itu, UMRI harus segera berbuat sehingga dapat menciptakan lulusan yang dapat berperan dalam mengatasi ancaman perubahan lingkungan dan tantangan global dari lompatan teknologi tersebut. 

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 4 bulan lalu

    Angka Kematinan Ibu di Musi Bayuasin Rendah

    MUSI BAYUASIN (EKSPOSnews): Angka kematian ibu di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan tergolong rendah yakni hanya sembilan orang meninggal dunia saat melahirkan setiap tahunnya."Angka kematian

  • 7 bulan lalu

    Isteri Orang Paling Kaya di Dunia yang Rendah Hati

    Siapa yang tidak kenal dengan Melinda Gates, istri bos Microsoft Bill Gates. Isteri orang paling tajir di dunia itu belum lama ini melakukan kunjungan ke Indonesia untuk melakukan sejumlah kegiatan ke

  • 12 bulan lalu

    Kesadaran Warga Simalungun Urus Akte Kematian Rendah

    SIMALUNGUN (EKSPOSnews): Pemerintah Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara mengimbau warga yang anggota keluarganya ada yang meninggal supaya mencatatkan di data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil

  • tahun lalu

    Kemampuan Dosen Menulis Rendah

    JAKARTA (EKSPOSnews): Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) Ali Ghufron Mukti mengatakan kemampuan menulis dalam Bahasa Inggri

  • tahun lalu

    Tingkat Kepuasan Publik Terhadap Kebijakan Ekonomi Jokowi Masih Rendah

    JAKARTA (EKSPOSnews): Survei yang dilaksanakan Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menyatakan bahwa tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden RI Joko Widodo m

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99